My regret…

Every day is regret for me… I do not know how to start my story… Its begins when i was a kid.  My parents always arguing… I always confused, always confronted with two options, between father or mother. The worst are I have always listened to my mother!

I feel very disappointed with my mother. I felt that I had used to for his own interests. And I hate this fact. Why do I trust her.

He said that my father has another woman , that he have a son of other women. She always said that my father are bad people , that he supposed feel lucky to have a wife like herself.

If I did not just listen to her, if I heard from both sides . If I can turn back time… I must live in regrets and sink increasingly in without know when I can get out from it all. Who can save me from this situations?

One day , my father knock my room in a drunken state. He weeping and said that i too trust my mother , that i too defend my mother… I want to tell you everything, but it means that I have to tell you the misconduct my mother.

When my father died , I still felt disappointed , but now I know that I was wrong, and it’s very painful me. I am so sorry I already hate and make his sad. I’m so sorry…

Ini Ceritaku, Apa Ceritamu?

Ceritanya aku di ajak ikutan oriflame sama mantan Branch Manager di tempat aku kerja.

Denger kata oriflame, gimana yahhh… wah, nti di suruh jualan lagi, malah barangnya mehong-mehong alias mahal… itu sih kesan pertama… Ternyata kata si calon upline, ikuti aja dulu training nya… Pasti mindset nya berubah…

Well… sebenernya aku pernah 2 kali join oriflame, tetapi selalu non aktif… Hahaha… produknya memang bagus, krn dulu aku pernah coba dan pernah pakai. Berhubung katanya dibayarin, jadilah aku masuk jd member oriflame di group D’Flame.  Jadi, ini yang ketiga kali aku join jd member.  Hahaha… maruk amet sampe 3 kali… wkwkwk

So… Setelah jalani, ehhh… ternyata group yang aku ikuti ini beda banget dari 2 group sebelumnya. 180 derajad beda. Di situ aku di suruh ikut training online via telegram dan facebook. Group yang satu ini tidak mengharuskan tim nya utk jualan. Nah looo… aneh kan??? Justru kita di bimbing utk memperluas jaringan.  Yang lebih kerennya lagi dari group D’Flame, aku cukup ajak org yang mau tau ttg oriflame untuk dikenali ke upline, terus nanti upline kita yang followup. Klo tmn yg kita ajak kenalan ke upline kita itu mau join, nanti org tersebut akan dimasukan di bawah jaringan kita. Secara gak langsung, upline yang kerja utk prospek, kita hanya kenali orang aja.  Keren kan??? Bener-bener simple. Upline kita itu bener-bener backup kita dan support kita sampai kita bisa punya jaringan sndiri. Dan mungkin kita baru dilepas sendirian setelah kita bisa mencapai level 21%.  Upline aku sendiri, sudah di level 21%, bonus bulanannya udah di atas 10juta. Dan amazingnya, dia itu seorang lelaki. Hehe gak kebayang lelaki bisa join oirflame. Pertanyaannya, kok bisa ya dia mencapai 21% padahal dia cowok? karena dia juga dulu di support uplinenya utk bisa menjadi 21%.

Dari pengalamanku 3 kali ikut member oriflame, ternyata ada 3 jenis type org yg ikut oriflame.

  1. Hanya sebagai pemakai (lumayan beli barang bisa dengan harga member, yaitu dapat discount 23% dari harga katalog.
  2. Sebagai penjual (lumayan dpt keuntungan sebesar 23% masuk ke kantong sendiri. Tapi klo hny type penjual, kita tdk akan mendapat gaji bulanan dari oriflame dan tdk mendapat pasif income. Paling hanya bonus2 produk saja kalau bisa tutup poin.)
  3. Sebagai pebisnis. (Di sini, kita hanya perlu melakukan transaksi sebanyak 100 BP,  kemudian kita cari org utk dikenali ke upline utk dijelaskan ttg bisnis oriflame. Kita bener2 mengembangkan jaringan sebanyak2nya, kenali orang sebanyak2nya ke upline utk di ajak join, dan poin dari orang-orang yg join di bawah kita, nanti akan menjadi poin group kita sendiri. Dengan kata lain, poin bulanan kita di kumpulkan bukan berdasarkan penjualan/pembelian pribadi, tetapi juga di akumulasikan dengan poin yg dihasilkan oleh temen2 di bawah kita. Dan artinya, semakin banyak jaringan, semakin banyak poin group, maka semakin banyak juga penghasilan bulanan kita.)

Dari ketiga Type itu, kamu pilih yang mana??? Klo aku jelas mau pilih yang nomor 3, yaitu jadi Pebisnis.

Nahhh… group yang aku masukin ini ternyata type group yang mengutamakan membernya utk menjadi Pebisnis. Beda banget dengan group2 yang aku ikuti dahulu kala… Hehehe…

Di group D’Flame ini, Upline kita punya tugas dan tanggung jawab mendukung kita agar setiap bulan kita bisa naik level dan naik bonus. Makanya di sini, aku tidak diharuskan utk jualan sebanyak-banyaknya. Cukup tutup poin 100 bp (artinya penjualan sekitar 700ribuan harga member), setelah itu cari orang-orang utk dimasukan kejaringan kita.

Enak nya lagi, di sini justru upline kita lah yang bekerja keras dalam hal memberi prospek dan penjelasan, sampai orang itu ngerti bahwa di group ini, kita tdk harus menjual, tetapi mengembangkan jaringan sebanyak2nya.

Keren banget ya… Apalagi klo jadi member, selain keuntungan 23% dari harga katalog, tapi juga ada bonus program WP (Welcome Product), selama 3 bulan berturut2. Aku aja tidak menyangka kalau aku bisa berhasil mendapatkan bonus lipstik dan panci dari oriflame. Hehehe semua karena campur tangan Tuhan dan dukungan dari tim upline di atasku. Mereka benar2 tidak melepaskan aku sndirian. Mereka ajarin aku caranya agar bisa sampai ke level 21%.

Itu gambar panci dan lipstik yang aku peroleh bulan ini.   Keren banget kaaaannn…

Untuk promo Mei ini sendiri, kalau ada yang mau join, cukup bayar 19.900 doang. Udah gitu dapat program WP1 sampai WP3 seperti di gambar di bawah ini.

Wewwww… hadiah WP nya kok lebih keren dari waktu aku join kemarin yaaaaakkk…. hizzz…. Tp gpp lah… mgkn emang rejeki org2 yg join bulan Mei ini kali ya…

Nah, buat temen-teman yang tertarik ikut di group D’Flame,  atau mungkin yang udah pernah join tapi gak aktif dan mau ikut di group D’Flame, bisa contact Lia ya… Siapapun kamu, apapun profesi kamu, baik karyawan, ibu rumah tangga, bahkan anak kuliahan pun bisa kok… Salah satu tentor aku di D’flame namanya Vanessa, dulu waktu dia join, saat itu status dia masih anak kuliahan. Sekarang posisinya sudah di atas senior manager dan penghasilannya jangan di tanya deh, pastinya di atas belasan juta… itu karena jaringannya sudah luasssss buangeeeetttt… Makanya, mindsetnya jangan menjadi pemakai dan penjual saja, tapi jadilah pebisnis.

Tidak pernah ada kata terlambat. ayo kita sama-sama wujudkan impian kita. Contact Lia di nomor Whatsapp : 087798968787

Nanti kita sama-sama belajar dan diajarin serta di bantu sampai kita bisa naik ke level 21%.  Pokoknya dijamin, mindset kita berubah setelah kita ikuti training2 online nya…

Kemarin aku ikut training tentang Integrity, dan bulan Mei ini aku diikutsertakan dalam training Hypnosell and Mentality… Di group ini memang banyak banget training2 nya.  Modalnya jadi pebisnis oriflame memang murah, yang banyak itu adalah KEMAUAN UNTUK BELAJAR dan IMPIANNYA yang harus besar. Setiap minggu nya selalu ada training, dan training2 ini bermanfaat juga utk kehidupan sehari-hari. Kita bisa jadi manusia yg lebih positif thinking dan hidup lebih easy going.

Percaya deh… bersama kita bisa, bersatu kita kuat utk mencapai impian2 kita.

Yang mau tau lebih detail, bisa langsung wahtsapp ke : 087798968787

Kunjungan Dari Marga – Desperate bangeeeeeetttt

Hari jumat yang lalu, tepatnya tanggal 14 April 2017, aku dan mama pergi ke lempasing untuk mencari ikan. Suasana disana cukup ramai. Lempasing terkenal dengan julukan Pasar Ikan Termurah dan Tersegar, karena memang ikan-ikannya di ambil langsung dari pantai. Aku melihat beberapa perahu nelayan di ikat menggunakan tali di pinggir pantai.  Tiba-tiba aku jadi ingat kisah Petrus seorang nelayan ikan dalam kitab suci orang nasrani.

Akhirnya setelah lelah keliling, aku dan mama memutuskan untuk pulang ke rumah. Sesampai di rumah, kami dikejutkan dengan beberapa orang tamu dari Marga Panggabean Lumban Siagian.  Mereka semua duduk di teras, mungkin ada sekitar 8 orang yang datang. Mereka datang untuk membahas seputar pernikahan adik bungsuku di Jogja.

Entah apa hanya perasaanku yang sedang sensitif, aku seperti merasa mereka memandangku dari atas kepala hingga ujung kaki.  Aku tidak tau apa yang ada dalam pikiran mereka, aku tidak berani me’reka-reka. Hahaha… dalam hati aku hanya bisa tertawa sedih.  Ternyata seperti ini rasanya di lengkahi nikah oleh adik. Kenapa aku merasa mereka seperti memandangku dengan cara pandang yang aneh?  Memang apa salahnya kalau dilengkahi nikah?

Awalnya memang aku yang memaksa adikku untuk menikah.  Aku melihat adik ku pacaran sudah hampir 10 tahun. Dan ketika aku mengikuti ibadah sore, aku tau Tuhan berbicara dengan jelas dalam hatiku. Bahwa aku harus merelakan adikku menikah duluan.  Setelah pulang dari ibadah, aku langsung telepon adikku itu dan mengatakan kapan mereka menikah? Masih ingat dengan jelas bagaimana suara adikku terdengar kaget ketika aku menanyakan hal itu. Dia mengaku belum siap. Lalu aku bilang, siap tidak siap harus menikah. Sudah hampir 10 tahun mereka pacaran. Bahkan aku bilang, tentang dana nanti di bantu.  Setelah itu, malam nya aku langsung bicara dengan mama, dan mengatakan bahwa adikku itu harus menikah.

Singkat cerita, akhirnya Awal Mei nanti mereka melangsungkan pernikahan. Tapi aku tidak menyangka bahwa reaksi para orangtua batak bisa seperti itu terhadapku. Mereka justru bertanya-tanya tentang nasibku.  Memangnya ada apa dengan nasibku? Kenapa aku jadi merasa dikucilkan begini? Apa memang semua kakak di dunia ini mengalami apa yang aku alami? Memang usiaku sekarang sudah 35 tahun. Lalu kenapa dengan usia 35 tahun??? Ada perasaan kesal, marah, kecewa… Padahal awalnya aku lah yang membuka pembicaraan tentang pernikahan adikku itu, aku yang membujuk mama untuk menerima calon istri adikku itu, karena memang calon adik iparku itu berasal dari suku Jawa. Aku bilang kalau suku bukan masalah, yang penting mereka hidup rukun dan bahagia.

Semakin ke sini, aku merasa justru sepertinya keluargaku sendiri tidak melibatkanku tentang pernikahan adikku itu. Mereka seolah takut aku merasa sedih jika membahas pernikahan adikku itu. Mereka lupa, kalau aku lah awalnya yang mendesak agar pernikahan itu cepat terjadi. Aku merasa diabaikan. Aku merasa seperti oranglain yang hanya sekedar di undang datang ke pesta.  Ada perkumpulan / pertemuan / progress tentang acara pernikahan ini, aku tidak tau sama sekali.   Tiba-tiba saja, ketika aku telp adikku untuk pemesanan tiket, ternyata saat itu abangku yang kedua sedang ada di jogja, dan mereka disana sedang kumpul2 semua saudara untuk membahas pernikahan adikku itu.  Kalau aku tidak telpon, aku tidak akan tau. Aku merasa seperti oranglain, dimana mereka hanya sekedar mengundangku utk datang di hari H, setelah itu pulang.  Apa salahku sehingga aku harus diperlakukan begini? Kalau aku belum menikah, menurut mereka itu salah siapa? Siapa yang membuat aku belum menikah sampai sekarang??? Ketika ada seseorang yang sungguh-sungguh kepadaku, mama langsung menolak dengan alasan ini dan itu, dimana pada akhirnya aku tau alasan mama hanyalah, “aku tidak boleh keluar dari Lampung karena aku harus mengurus abangku yang difabilitas itu! Seandainya saja Bapak masih hidup. Aku sangat merindukannya. (Mulai kumat deh melankolisnya…. hadehhhhh…)

Perasaanku benar-benar campur aduk. Sedih, kecewa, marah, dan diabaikan. Aku berharap ada seseorang yang berkata kepadaku seperti ini…  “Tenang aja Li, semua akan baik-baik saja. Tidak apa-apa, kamu pasti bisa melaluinya. Kamu tidak sendiri karena ada Aku di sini menemanimu.”

My Memory

Tadi sewaktu membawa kendaraanku menuju kantor, tiba-tiba teringat kenangan 11 tahun yang lalu.

Entah kenapa tiba-tiba teringat hal itu. Itu kenangan terindah yang pernah ada dan tidak mau aku lupakan.

Saat itu, pertama kali aku merantau keluar dari Lampung. Pertama kali menetap di Jakarta dalam waktu yang lama, tanpa ada kenalan siapapun, tanpa ada orangtua yang mendampingi, tanpa ada saudara yang bisa di ajak bicara.

Beberapa bulan kemudian, aku mulai terbiasa dengan situasi di sana. Kemudian, entah bagaimana aku mengikuti sebuah perkumpulan anak muda, dan di situ lah untuk pertama kalinya aku memiliki band sendiri.  Only One Band. Itu namanya. Aku jadi senyam senyum sendiri kalau ingat hal itu.

Di sana lah gambar diri dan rasa percaya diriku terbentuk. Aku bertemu dengan orang-orang yang baik. Di sana aku mengasah kemampuan bermusik ku. Saat-saat yang paling menyenangkan adalah saat latihan musik bersama.

Sampai akhirnya O2 Band diundang untuk bermain musik di sebuah acara. Aku lupa berapa lagu yang kami mainkan, mungkin 10 lagu. Suara gegap gempita terdengar riuh. Aku masih ingat bagaimana suara sorak sorai dan tepuk tangan dari semua yang hadir. Ahk, debaran jantung itu, ada rasa puas saat melihat mereka menikmati permainan musik kami. Sungguh menyenangkan sekali.

Setelah itu, tentu kami rutin mengadakan pertemuan dan latihan band bersama. Sampai akhirnya, aku memberanikan diri mengatakan bahwa aku menciptakan beberapa buah lagu.  Sejak SMP aku suka menciptakan lagu. Lagu-lagu itu aku simpan sendiri dalam sebuah rekaman kaset. Teman2 band ternyata menyambut antusias terhadap perkataanku itu. Akhirnya kami resmi meng-aransemen lagu ciptaanku. Sedikit deg-degan saat pertama kali melihat mereka mendengarkan beberapa lagu-lagu ku. Kami mulai punya rencana untuk membuat album rekaman.

OMG, album rekaman man!!! Itu impianku sejak SMP. Aku ingin semua lagu-laguku didengarkan banyak orang. Aku ingin memiliki album rekaman sendiri. Dan saat itu, aku benar-benar bahagiaaaaa sekali. Impian itu, seperti sudah ada dalam genggamanku. Aku punya band sendiri, kami melakukan beberapa konser dan pentas. Dan sekarang, kami akan membuat rekaman album “Lagu-lagu ciptaanku”.

Tak terasa aku mengendarai motor  sudah melewati jembatan Natar. Aku benar-benar tenggelam dalam memory ku saat aku mengendarai motor pagi ini. Melewati jembatan natar, pikiranku kembali melayang pada kenangan 11 tahun yang lalu. Mungkin di motor aku senyum-senyum sendiri. Entahlah. Aku tidak peduli. Aku tidak mau melupakan masa-masa itu. Masa-masa dimana aku pernah benar-benar merasa bahagia, dimana aku tidak mengkhawatirkan apapun. Aku hidup dalam dunia yang aku sukai. Aku memiliki teman-teman yang baik, yang mau menerimaku apa adanya, yang menjagaku dari hal-hal yang tidak baik. Mereka semua benar-benar orang baik.

Akhir Desember 2006, aku harus kembali ke Lampung untuk merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluargaku di Lampung. Masih ingat bagaimana teman-teman band ku mengantarku. Aku melambaikan tangan ke mereka, dan berkata “Sampai ketemu tahun depan yaaaa…”

Ya, tahun 2006 kami mempersiapkan banyak hal. Dari latihan musik, aransemen nada, dan akhirnya rekaman di studio. Tidak henti-hentinya pikiranku memikirkan hal itu selama di travel. Aku juga tidak sabar ingin menceritakan kepada Bapak mengenai hal ini. Saat itu Bapak aku masih hidup.

Di keluarga, aku hanya terbuka terhadap bapak. Aku bisa bebas menceritakan apapun, baik tentang pria, pekerjaan, dan lain-lain. Aku selalu curhat ke bapak. Dan aku ingin memberikan kabar bahagia ini kepada bapak sebagai surprise, bahwa akhirnya aku bisa rekaman di studio, dan amazing nya lagu-lagu ku lah yang di nyanyi kan.

Tapi, kenangan tinggal kenangan… Tanggal 6 Januari 2007  Bapak meninggal dunia. Masih ingat, ketika selesai pemakaman, keluarga berkumpul dan memintaku untuk pindah dari Jakarta dan stay di Lampung untuk menemani mama. Aku hanya bisa terdiam, terpekur menatap tikar tempat alas duduk kami. Tikar itu berwarna merah, sebagian sulaman nya sudah koyak di tengah.

Di kamar, aku hanya bisa menangis sendiri. Bagaimana dengan impianku? Bagaimana dengan Only One Band? Bagaimana dengan lagu-lagu ku? Kami sudah latihan, kami sudah menghabiskan waktu dan energi untuk aransemen, dan tinggal sedikit lagi akhirnya kami masuk studio rekaman. Sedikit lagi!

Akhirnya dengan berat hati aku memutuskan pindah dari Jakarta. Teman-teman bandku pun tidak bisa berkata apa-apa lagi. Januari 2007 aku kembali ke Jakarta utk mengambil semua barang2 ku. Aku sudah mengajukan resign dari kantor. Hari terakhir aku di Jakarta, saat itu…. Tim Only One Band berkumpul. Di situ aku mengatakan kabar buruk bahwa aku harus pindah dari Lampung. Selama beberapa lama, kami terdiam. Suasana hening. Benar-benar tidak ada yang berkomentar. Aku tidak menangis. Tidak ada yang menangis. Aku memang tidak bisa menangis di depan orang. Ketika bapak meninggal, aku juga tidak menangis di depan para pelayat. Tetapi di kamar, aku menangis sendirian. Aku ini aneh ya…

Pikiranku kembali ke dunia yang sesungguhnya saat motorku mulai memasuki area perkantoran. Kenangan itu, aku tidak mau melupakannya. Moment paling bahagia dalam hidupku. Di sanalah gambar diri dan rasa percaya diriku terbentuk.

Sewaktu kecil, aku termasuk anak yang pendiam, pemurung, dan tidak memiliki banyak teman. Sewaktu SD, ketika jam istirahat berbunyi, dimana anak-anak lain berlarian main keluar halaman, aku malah lari ke dalam toilet dan bersembunyi disana. Ketika SMP, aku lebih suka menghabiskan waktuku di kamar sambil bermain gitar, dan mulai lah aku menciptakan beberapa buah lagu. Ketika SMA, aku tetap seorang gadis pendiam yang tidak memiliki banyak teman, bahkan sekalipun saat itu aku ikut dalam OSIS, tapi aku tetap dikenal sebagai gadis pendiam. Saat kuliah pun, demikian. Aku beruntung memiliki sedikit kecerdasan. Walau mungkin ada beberapa orang yang mendekatiku dan berteman denganku hnya krn kecerdasanku, rata-rata mereka hanya ingin mencontek jawabanku. Aku mengira, bahwa orang2 mendekatiku karena mereka menginginkan sesuatu.

Tetapi ketika aku berada di Jakarta, bertemu dengan orang-orang baik. Mereka berteman denganku bukan karena mereka hanya ingin memanfaatkanku saja. Mereka benar-benar menjadi teman dan saudara yang melindungi. Mereka lah yang membantuku mengubah pola pikirku, sehingga saat ini aku bisa hidup seperti ini.  Kenangan itu, aku tidak ingin melupakannya. Walau akhir kisah dari kenangan itu tetaplah sebuah perpisahan, tapi aku beruntung Tuhan memberiku kesempatan utk merasakan moment bahagia itu. Terimakasih kepada Tuhan Yang Esa, yang menciptakan langit dan bumi. Terimakasih untuk semuanya.

 

Mungkinkah Abangku Yang Penyandang Difabilitas Itu Sembuh?

Memiliki seorang saudara penyandang difabilitas benar-benar merupakan tantangan tersendiri.  Jujur, aku akui kalau seringkali aku merasa lelah dengan semua ini. Akhir-akhir ini perasaanku agak tidak menentu. Rasanya ingin teriak sekencang-kencangnya.

Di rumah, sering aku kehilangan kendali dan secara tidak sadar, mungkin sikapku menyakiti hati abangku yang penyandang difabilitas itu. Entah dia mengerti atau tidak, entah dia sakit hati atau tidak, aku tidak tau. Tapi, setiap aku berlaku agak diluar kendali, rasa penyesalan dalam hatiku begitu dalam seolah-olah menampar wajahku bertubi-tubi.

Aku sedih, frustasi, hampir putus asa. Sampai kapan abangku seperti itu? Kasihan sekali melihat abangku itu. Andai aku tau apa yang ada di dalam hatinya, apa keinginannya, dan bagaimana menyenangkan hatinya. Entahlah…

Agustus nanti usianya menjadi 40 tahun. Namun sikap, prilaku, tindakannya tidak seperti seorang pria dewasa berusia 40 tahun.  Dia seperti anak-anak. Cara makannya seperti anak-anak. Dia masih belum bisa memilih bajunya sendiri untuk dia pakai. Kadang dia masih merasa takut untuk tidur sendirian. Caranya bicara, bagaimana dia menjelaskan apa yang ada dalam pikirannya, semua seperti seorang bocah berusia 10 tahun.

Jujur, aku sedih melihat dia seperti itu. Kadang aku pernah berpikir, andai aku tidak mempunya seorang abang yang seperti itu, mungkin saat ini aku sudah menikah dan memiliki beberapa orang anak. Mungkin…

Satu hal yang paling membuatku merasa frustasi adalah “sepertinya” tidak ada dari saudara-saudaraku yang lainnya yang peduli dengan abang sulung kami itu. Padahal Abangku itu punya 3 orang adik.  Kemana yang 2 orang adik lainnya lagi? Apa bagi mereka mengirim uang saja cukup?

Ketika mereka datang berkunjung ke rumah, apakah ada inisiatif dari mereka untuk bicara dengan abang sulungku itu? Apakah mereka ada inisiatif mengajak abang sulungku makan bersama? Atau mungkin mengajak nonton tv bersama? Atau melakukan aktifitas apapun bersama? Apakah mereka pernah mengajak abangku itu keluar hanya untuk keliling-keliling saja? Adakah??? Tidak ada! Aku marah, sangat marah. Mereka hanya mau mengajak abangku keluar kalau aku atau mama ikut dengan mereka. Menyedihkan sekali.

Mereka mungkin sudah bekerja, penghasilan mereka besar, namun apakah mereka berhak memperlakukan abang kami seperti itu? Mereka datang berkunjung ke rumah, yang mereka lakukan hanyalah berdiam di kamar masing-masing, sibuk dengan HP mereka masing-masing, sibuk dengan dunia mereka dan kesenangan mereka sendiri. Mereka hanya berbincang-bincang, tanpa menghiraukan abang sulungku yang sibuk mundar mandir tidak jelas.  Adakah inisiatif dari mereka untuk merangkul abang sulungku itu? Setiap aku bertanya, alasan mereka adalah karena mereka lelaki dan aku wanita sehingga sifat peduli mereka tidak seperti aku. Omong Kosong!  Itu semua hanya alasan saja!

Ketika mereka datang ke lampung, apakah mereka pernah ada inisiatif untuk menjumpai psikiater abangku dan bertanya secara pribadi mengenai perkembangan abangku itu? Tidak ada! Omongan mereka besar, seolah-olah merekalah orang yang paling peduli dengan abang sulungku itu. Mereka bilang, mereka sering memikirkan abang sulungku itu sekalipun mereka tinggal di luar kota. Omong Kosong! Untuk apa mereka memikirkan, tapi ketika mereka ada di lampung, sikap mereka cuek dan acuh tak acuh. Hahhhhh… memikirkan apanya?!

Kenapa? Kenapa? Kenapa????

Kenapa aku merasa semua beban harus dilimpahkan kepadaku? Kenapa mama hanya menuntutku untuk begini dan begitu, harus begini dan begitu, dan kenapa mama tidak pernah menuntut hal yang sama kepada kedua saudara lelakiku yang lainnya itu?

Aku marah dengan ketidakpedulian mereka semua. Aku takut, suatu saat aku akan meledakan semua sakit hati dan kecewaku ini, dan akhirnya semua justru menjadi berantakan.

Haruskah aku mengalah terus sampai akhir hayatku? Apakah aku tidak berhak untuk bahagia? Aku seorang wanita yang sudah berusia 35 tahun. Aku ingin menikah seperti teman-temanku yang lainnya. Jika bukan karena Tuhan, mungkin aku sudah lama menyerah dengan kehidupan ini. Aku hanya ingin abang sulungku itu sembuh, sehingga tidak ada lagi orang-orang yang menganggapnya rendah, dan adik-adiknya bisa menghormatinya sebagai seorang abang. Seperti yang seharusnya.

Saya pasti bisa!

Beberapa waktu yang lalu aku nonton film yang judulnya kalau tidak salah “TOP Secret
Awalnya agak membosankan, tapi lama kelamaan ternyata film ini menarik juga loh…

Diangkat dari kisah nyata, kisah tentang perjuangan seorang anak muda yang masih duduk di bangku SMA, dia bercita-cita ingin jadi seorang pengusaha. Semua orang-orang disekitarnya mengatakan bahwa impiannya terlalu muluk, dan orangtuanya menginginkan dia untuk kuliah saja.

Dia selalu bermimpi dan membayangkan apabila usahanya sudah sukses kelak. Saat orang-orang menyuruhnya berhenti, dia justru semakin nekad. Keras kepala, begitu orang-orang menjulukinya.

Di cerita itu dia mempunyai seorang paman yang selalu mendukungnya, selalu bersamanya dalam merintis usaha. Berbagai macam kegagalan sudah dia alami. Dia rela menjual segala miliknya agar mendapat modal. Benar-benar pria yang super nekad, pikirku.

Satu kata yang aku suka saat orang-orang mengatakan kepadanya untuk berhenti. Dia selalu berkata, “Saya pasti bisa, saya pasti sukses…” Dia selalu mengatakan hal-hal yang optimis. Bahkan sekalipun mungkin dia merasa kecut dengan penolakan demi penolakan, tapi dia tetap teguh pada pendiriannya. Selalu berpikiran optimis. Saya pasti bisa!

Ada beberapa hal yang aku pelajari dari Film yang di angkat dari kisah nyata tersebut.  Salah satunya adalah Bagaimana membangun sebuah impian dan imajinasi menjadi kenyataan. Tentu saja hal tersebut dapat menjadi kenyataan apabila di dorong oleh kerja keras untuk mewujudkannya. Jika anda mempunyai impian untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses dan punya niat untuk mewujudkannya, maka segeralah bangun dari mimpi anda. Bekerja keraslah untuk segera merubah mimpi anda itu menjadi kenyataan. Hanya seorang pemimpi yang mampu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, jasa ataupun ide yang bisa sukses. Mereka tidak mengenal kata tidak bisa atau tidak mampu.

Seperti kata lagu Bondan Prakorso “Hidup Berawal dari Mimpi”. Yeahhh… aku suka sekali lagu itu. Kata-katanya penuh dengan motivasi dan semangat.

Jatuh bangun dalam hidup itu sudah biasa. Kecewa, putus asa, letih, lelah, frustasi… itu semua hal yang biasa dan pastinya pernah di alami oleh seluruh “manusia hidup” di dunia ini. Memang ada saat dimana kita ada di satu titik kita terlena dengan perasaan2 tersebut. Tapi itu lah hidup.  Jatuh itu biasa, yang tidak biasa adalah kalau kita tidak mau bangkit lagi.  Menangis itu wajar, yang tidak wajar adalah kalau kita terus menerus menangis dan tidak mau tersenyum lagi.   Jadi, saat kita jatuh, kita harus bangun lagi.  Saat kita menangis, kita harus tertawa lagi. Tinggalkan masa lalu yang menghambat langkah kita, mulai menatap masa depan dengan sikap optimis. Tentu saja HARUS SELALU DISERTAI DENGAN DOA.

Pemuda di dalam film tersebut adalah pemuda yang penuh dengan semangat, gigih, dan yang lebih menonjol adalah pemuda ini “Berani Mengambil Resiko“. Ketika dia jatuh… selama beberapa saat dia akan  terpekur, diam dan tidak bertindak, seolah-olah dia sedang menikmati kegagalannya. Tetapi beberapa saat kemudian, pemuda ini bangkit lagi dengan ide-ide yang baru, dan saat dia mendapat sebuah ide, dia tidak pernah menunda-nunda untuk merealisasikan idenya tersebut dalam sebuah tindakan nyata.

Berani menghadapi kegagalan, itu salah satu karakter yang harus dimiliki oleh orang-orang sukses. Mengapa? Karena orang yang takut gagal adalah orang yang pengecut yang tidak berani melakukan apapun yang berlindung di balik alasan-alasan “klise”  dan kerjanya hanya menghayal saja. Jangan hanya menjadi seorang peng-khayal.  Jadilah seorang yang “bertindak”.

Pokoknya keren banget lah film ini… Kalian harus menonton film ini…. Ingat, judulnya “TOP Secret”  diangkat dari sebuah kisah nyata, kisah tentang seorang pemuda biasa yang menjadi seorang Pengusaha Besar di usianya yang masih muda.

Cinta Terbaik

Entah bagaimana mengungkapkan apa yang ada dipikiranku saat ini. Aku mengalami beberapa hari yang berat. Sangat berat. Entah lah, kadang aku berpikir, sungguh alangkah baiknya jika aku dilahirkan dari suku yang berbeda. Mungkin akan lebih baik juga jika aku memiliki seorang saudara wanita. Menjadi anak wanita tunggal dalam keluarga dari suku batak, membuatku sangat tertekan. Teramat sangat tertekan sekali.

Kadang hati berpikir, jika saja Alm. Bapak tidak memberikan pesan kepadaku sebelum kepergiannya, mungkinkah aku tetap bertahan di rumah?

Teman-teman selalu menganggap aku wonder women. Seorang wanita yang penuh dengan sikap positif dan optimis. Ya, memang aku akui, aku selalu memaksakan diriku untuk selalu berpikiran positif. Fokus pada solusi, bukan pada masalahnya. Itu lah yang selama ini berusaha aku terapkan dalam hidup.

Namun, kadang ada rasa lelah… Aku juga wanita biasa. Aku juga punya ketakutan dalam hidup. Rasanya saat mereka bilang, mereka ingin menjadi sepertiku, alangkah enaknya menjadi aku, hati ini ingin berteriak kencang sembari berkata, “Aku tidak seperti itu! Aku tidak seperti yang kalian pikirkan! Aku juga manusia! Aku butuh seseorang!”

Ada rasa lelah menghinggapi hatiku, saat aku harus selalu mendengarkan, dan dimintai solusi. Seorang psikiater dan psikolog ternama pun pasti pernah merasa letih dan lelah. Aku manusia biasa.

Sampai suatu hari, aku merasa menemukan seseorang yang bisa mengerti dan memahamiku. Ternyata seperti ini rasanya diperhatikan, dipedulikan, dan dimengerti. Aku sempat terpana dan tercengang ketika suatu hari dia menelponku dan berkata bahwa tiba-tiba hari itu dia selalu teringat diriku, dan dia menanyakan apakah aku sedang ada masalah? Jujur, saat dia telpon, saat itu adalah saat-saat aku menghadapi suatu pergumulan yang sangaaaaat berat dan tidak seorangpun yang tau.

Dan dia, satu-satunya orang yang bisa peka terhadap situasiku. Jujur, dia bahkan lebih baik dari cinta pertamaku. Selama ini aku berpikir, tidak ada yang lebih baik dari cinta pertamaku. Untuk pertama kalinya aku menemukan seseorang yang tidak hanya selalu ingin di dengarkan, tetapi seseorang yang mau bertanya dan mendengarkanku.  Untuk pertama kalinya aku merasa TIDAK berada di posisi yang harus selalu mendengarkan dan seolah-olah dituntut untuk memberikan jalan keluar.

Aku sadar, ada rasa saling membutuhkan di antara kami berdua. Rasa saling itu yang membuatku begitu nyaman berada di dekatnya. Sifat, sikap, dan tanggung jawabnya itu mendekati sempurna seperti yang aku inginkan. Dia tidak menganggap aku wanita wonderwomen. Dia tau aku juga wanita yang lemah.

Aku masih ingat, bagaimana dia rela menyemir rambutnya hanya untuk bertemu denganku. Sekalipun dia tau bahwa dia alergi terhadap semir rambut. Aku tau dia ingin tampil baik di depanku. Jujur, aku kasihan melihat dia merasa kesakitan karena kulit kepalanya luka-luka akibat alergi terhadap semir rambut. Ada hal-hal yang sulit aku sampaikan, tapi aku cukup mengagumi sikapnya yang ingin selalu mau bertanggung jawab dan melindungi.

Tapi, kenapa cinta terbaik yang aku rasakan hanya sekilas saja? Perbedaan suku yang cukup kontras, perbedaan lokasi yang jauh sehingga membuat mama menentang keras hubunganku. Dan aku harus kehilangan dia. Pria dewasa yang  bisa membuatku merasa berarti, membuatku merasa dia sungguh-sungguh mengenalku. Dia lebih baik dari cinta manapun yang pernah singgah di hatiku.

Aku kehilangan dia. Dan aku merasa sangat sedih. Hanya di blog ini aku bisa mencurahkan semuanya. Mengapa? Karena semua orang yang mengenalku menganggap aku ini wonderwomen yang tidak pernah bisa merasa sedih dan frustasi. Mereka terlanjur men-judge ku sebagai wanita mandiri super yang tidak membutuhkan pertolongan apapun.

Suatu sore, saat pulang kerja. Aku bertanya dengan serius kepada mama, apakah mama tidak akan pernah merestui jika aku mendapatkan pria yang tinggal diluar kota? Aku tau mama takut aku pergi dari Lampung. Mungkin mama ingin melimpahkan tanggung jawab mengurus abang sulungku yang penyandang difabilitas itu kepadaku.

Kadang aku merasa hidupku ini tidak adil. Mengapa, kenapa, bagaimana? Semua pertanyaan itu berputar dikepalaku. Tidak kah mama melihat bagaimana sikapku selama ini? Sampai kapan pun, aku tidak mungkin lepas tangan dari abang sulungku. Aku mengasihi abang sulungku dan aku pasti akan berusaha merawatnya sebaik mungkin… Kadang ada rasa iri menghinggapiku, alangkah enaknya saudara lelaki ku yang lainnya. Mereka bisa memilih pasangan mana saja yang mereka suka. Mereka bisa hidup di kota mana saja yang mereka suka. Mengapa aku harus dilahirkan sebagai anak wanita tunggal di keluarga batak? Mengapa abang sulungku tidak bisa hidup normal? Dimana letak salahnya? Yah, itu sebagian pertanyaan bodoh yang sering terbersit di benak ku.

Aku ingin bahagia. Saat dia mengajakku lari… “Ayo kita kawin lari” begitu katanya berulang-ulang kali… Jujur rasanya, saat itu, aku ingin segera lompat terbang ke tempat dia berada dan tinggal bersamanya selama-lamanya. Tapi, masalahnya tidak semudah itu. Aku punya mama dan seorang abang yang harus aku urus. Aku tidak sanggup menghancurkan perasaan mama dan membuatnya sendirian seperti itu. Bahkan sekalipun aku sering merasa mama tidak adil terhadapku, tapi aku mengasihi mama. Dan juga… Alm. Bapak pernah memberiku beberapa amanah. Saat itu aku masih kerja di Jakarta, tiba-tiba saat malam, bapak telepon dan mengatakan banyak hal. Salah satunya, aku harus selalu mendengarkan mama. Sebulan kemudian, setelah telepon itu, bapak meninggal.

Kadang, di dalam kelemahan dan keputus-asaan, aku sering berkata “Mengapa aku harus bertemu dia jika pada akhirnya hanya akan melukaiku? Mengapa Tuhan ijinkan semua ini terjadi?”

Saat ini, aku seperti hidup tanpa tujuan. Seperti hilang arah. Pergi pagi, pulang sore, melakukan aktivitasku seperti biasa. Setelah itu bengong sebentar, gitaran sebentar, kemudian tidur. Keesokan harinya aku akan melakukan hal yang sama, pergi pagi sampai sore, melakukan aktivitas mencari uang, kemudian sampai di rumah aku tidak punya hasrat utk melakukan apapun, bahkan menonton televisi pun aku malas. Hanya bengong dan kadang-kadang memetik gitar.

Aku menabung untuk pernikahanku kelak, tapi apa gunanya itu semua? Apa gunanya tabunganku itu? Toh, masa depanku di atur oleh mama. Aku hanya seorang robot yang tidak punya hak untuk memutuskan apa-apa. Jika saja abang sulungku bukan penyandang difabilitas, aku pasti akan lari dan memutuskan jalan hidupku sendiri.

Aku merindukan perhatiannya. Aku menangis untuk nya. Aku bersedih dan berduka untuknya. Dia lebih baik dari cinta manapun yang pernah aku kenal. Mungkin memang lebih baik aku hidup tanpa cinta. Aku memang tidak beruntung dalam hal percintaan.

Sepenggal Kisah Dari Papua

Papua… mendengar nama itu, yang terbersit dalam benak ku adalah orang-orang berkulit kecoklatan dengan rambut kriting dan wajah yang khas.

Aku tak pernah menyangka bisa berkenalan dengan seorang pria dari Papua. Ayah dari 6 orang anak ini tampaknya cukup baik dan tegar. Selama kira-kira 2 tahun belakangan, dia harus mengurus 6 orang anak, menjadi seorang ayah sekaligus seorang ibu. Tampaknya sangat berat.

Entah mengapa, hati sangat tersentuh dan terenyuh mendengarkan kisahnya. Kadang aku berpikir, kenapa ya Tuhan itu mengijinkan ibu dari ke-6 orang anak ini di ambil? Kasihan sekali. Apa rencana Tuhan di balik semuanya? Pasti sangat menyedihkan harus kehilangan seorang ibu di usia yang masih belia. Sangat menyedihkan. Dan juga, pasti sangat sulit harus membesarkan 6 orang anak sambil bekerja.

Aku pernah berkata kepada temanku ini, kekuatan anak-anak adalah apabila melihat orangtuanya tetap tegar dan tetap tersenyum.  Jangan pernah menunjukan duka di depan anak-anak. Aku tau itu berat, sangat berat. Tapi itu lah yang harus dilakukan. Tetap kuat dan tegar demi anak-anak.

Aku sendiri selalu berdoa agar keluarga itu tetap diberi kekuatan dan ketegaran dalam menjalani hidup.

Di antara kita, pasti ada banyak kisah sedih yang kita alami. Entah itu kehilangan seseorang, kehilangan pekerjaan, di fitnah, di aniaya, kesulitan ekonomi, sakit penyakit, dan lain-lain.  Setiap kita memiliki kisahnya masing-masing. Memiliki kesedihan dan kebahagiaan masing-masing.

Kita sebagai manusia tidak boleh menyerah dengan keadaan. Tidak boleh selalu meratapi nasib, karena di luar sana, ada juga orang-orang yang penderitaannya mungkin jauh lebih menyakitkan dari kita. Itu lah hidup.  Percaya saja bahwa segala sesuatu ada dalam rencana Tuhan, dan rencana Tuhan itu pasti indah. Tak peduli seberapa menyakitkan yang kita alami, aku percaya pada akhirnya, apabila kita tidak menyerah, DIA Yang Maha Esa pasti akan memberi jalan keluar dan kekuatan. Jika Tuhan belum memberikan jalan keluar untuk masalah kita, maka mintalah kekuatan dari DIA dalam menjalani hidup ini. Rencana Tuhan selalu yang terbaik dan terindah. Percaya saja kepadaNya.

Remember, don’t give up!  God love you all.

KECELAKAAN DI HARI ULANG TAHUN KU

29 Januari yang lalu adalah hari ulang tahunku Taukah kalian apa yang aku alami di hari itu? Sekitar jam setengah 11 siang aku pergi ke daerah museum lampung, ketika hendak memutar, aku yakin mobil-mobil sudah berhenti untuk memberiku jalan, namun tiba-tiba saat aku hendak berbelok ada sebuah motor melaju kencang dari arah kiri dan menghantam motorku. Aku terpental kira-kira 10 kaki jaraknya dari motorku. Ketika di udara, seperti adegan slow motion, aku bisa melihat pengendara yang menabrakku ikut melayang dan aku bisa melihat bagaimana badanku menjauhi motorku. Aneh sekali… aku baru tau kalau ternyata adegan slow motion itu bukan hanya terjadi di film-film. Aku benar-benar bisa melihat dengan jelas, dan semua terlihat seperti adegan lambat.

Aku bisa merasakan bagaimana badanku terbanting ke aspal dan yang mendarat lebih dulu adalah daerah sekitar tulang ekorku. Kemudian setelah terbanting aku sempat terguling dan terseret di aspal mengikuti seretan motor si penabrak yang ada di depanku, bahkan aku bisa merasakan bagaimana kasar-nya jalanan aspal menggesek telapak tanganku saat aku terseret.

Saat hal itu terjadi, taukah kalian apa yang aku pikirkan dan katakan di dalam hati??? Aku bilang seperti ini : Please deh Tuhan, ini hari ulang tahunku, masa aku harus kecelakaan?!?

Setelah beberapa saat kecelakaan itu terjadi, aku sempat geleng-geleng kepala sendiri, bagaimana mungkin di saat-saat seperti itu aku hanya mengucapkan satu kalimat tadi??? Aku tidak berdoa minta perlindungan, aku justru bersungut-sungut. Sungguh terlalu!

Sebenarnya aku masih agak bingung, saat aku terseret seperti ada yang mengangkat wajahku dari aspal tinggi-tinggi sehingga aku bisa melihat tubuh si penabrak juga terseret bersama motornya. Tidak terbayangkan kalau wajahku sampai menempel aspal, pastinya aku akan bertambah jelek sekarang ini. Fiuhhhhh… Terimakasih kepada Tuhan yang sudah melindungi wajahku.

Ketika aku merasa badanku berhenti terseret di aspal, selama beberapa detik aku masih terdiam dengan wajah mengangkat ke atas. Aku melihat tubuh si penabrak tidak bergerak sama sekali.

Entah kekuatan darimana aku segera bangkit berdiri, sambil mataku terus melihat tubuh yang tidak bergerak itu. Badannya tertimpa motor dan tangannya terlentang. Aku langsung berteriak, “tolongin orang itu!” Memang agak aneh, melihat ada yang kecelakaan, orang-orang di sekitar justru malah sibuk menjadi penonton dengan wajah mengernyit ngeri dan ketakutan, tapi tidak ada inisiatif untuk menolong. Aku ingin mengangkat motor yang menimpa lelaki tersebut, tapi aku merasa tulang belakangku tidak sanggup mengangkat motor. Tiba-tiba di saat bersamaan aku teringat bahwa jika terjatuh di dearah tulang ekor, itu bisa menyebabkan kebutaan. Sepontan aku langsung mengerjap-ngerjapkan mata dan berdoa, Tuhan aku tidak mau buta! Aku tidak boleh buta! Seketika rasa takut menyergap pikiranku akan kebutaan.

Saat aku berdiri bengong karena merasa takut buta, ada seorang bapak yang membantuku. Dia mengangkat motorku yang tergeletak di tengah jalan, setelah itu dia menghampiriku dan mengecek keadaanku. Lucu, justru yang paling parah seperti tidak di gubris, kenapa mereka malah lebih mengkhawatirkan keadaanku?

Setelah mereka melihat keadaanku tidak apa-apa, orang-orang langsung mengerumuni tubuh yang tidak bergerak itu. Aku masih terkesima dengan kejadian tadi. Sejenak aku memeriksa badanku sendiri, apa yang sakit, bagian mana yang terkilir, apakah ada yang lecet…. aku melihat telapak tanganku…. aku merasa yakin dan pasti bahwa saat terseret tadi kedua telapak tanganku bergesekan dengan aspal, bahkan aku bisa merasakan pasir-pasir kasar terus bergerak menggesek kedua telapak tanganku. Tapi aneh bin ajaib, kedua tanganku utuh dan tidak lecet sama sekali. Kakiku utuh… tidak ada yang luka. Hanya pinggul bagian belakang saja yang sedikit tidak nyaman dan sepatuku dipastikan jebol, kaos kaki ku robek tak karuan, tetapi kaki ku tidak terluka…

Aku bisa bernafas lega setelah melihat lelaki yang menabrakku itu akhirnya sadar dan di bawa ke rumah sakit. Orang-orang seperti melupakanku dan tidak mengingat bahwa kecelakaan itu melibatkan 2 orang yaitu aku dan lelaki itu. Aku kembali memeriksa motorku… sebelumnya aku merasa 90% yakin bahwa motorku stangnya bengkok dan penyok, tetapi setelah aku periksa, motorku tidak lecet, tidak ada yang pecah dan stangnya semua baik-baik saja. Waowwww… Aku baru sadar Tuhan dekat denganku. Dia melindungiku. Yang tersisa dari kecelakaan itu adalah tulang punggung bagian belakangku terasa sakit. Rasa nyeri yang aku rasakan semakin menjadi setelah hari kedua. Apalagi ketika aku di urut, percayalah rasanya benar-benar tidak enak sama sekali.

Btw, sebelumnya ketika aku mengikuti ibadah kaum muda di tempatku, pembicara sempat meminta kami para kaum muda menulis di kertas 3 permintaan yang ingin di capai di tahun 2015 ini, kertas itu di kumpulkan untuk di doakan. Saat menulis 3 permintaan, sempat terlintas dibenakku bahwa aku ingin segera masuk surga tahun ini juga. Hahaha pemikiran yang gila… Aku akui, aku sempat merasa “give up” dengan hidup. Tidak perlu aku ceritakan persoalan yang aku hadapi, tapi aku sempat lelah dengan kekhidupanku. Namun aku mengurungkan niatku untuk menulis hal itu, sebagai gantinya aku menulis “Ingin bertemu dengan Tuhan”.   Aku rasa kalimat itu sudah mewakili maksudku. Saat aku mengalami kecelakaan kemarin, aku seperti mengalami “Perjumpaan dengan Tuhan”.   Mukjizat!

Tepat di hari ulangtahunku, hadiah terindah dari Tuhan adalah kesempatan kedua untuk tetap hidup dan “mengalami perjumpaan dengan Tuhan”.

Cukup jauh aku terpental dari motor dan terseret… aku tidak bisa mengira berapa meter tubuhku dan motorku terpisah, yang jelas cukup jauh… Berulangkali aku mengucapkan terimakasih kepada Tuhan pencipta langit dan bumi, DIA telah melindungiku dan menolongku melewati situasi demi situasi dalam hidupku. Walau aku akui, sering kali aku terjatuh saat menghadapi cobaan hidup, tapi Tuhan tidak pernah menyerah kepadaku. Bahkan saat aku bersungut-sungut ketika mengalami kecelakaan itu, Tuhan tetap menolongku melebihi apa yang aku pikirkan.

God is good all the time, and all the time God is good ^_^

2015

Hello guys… walau sudah sangat terlambat, aku mau mengucapkan happy new year 2015  dan Selamat Natal untuk yang kemarin merayakannya… ^_^

Hehehe sebenarnya aku sering menerima email dari beberapa teman-teman blogger, menanyakan mengapa aku sudah lama sekali tidak menulis sesuatu di blog BukuHarian ini? Hehehe maaf yah buat teman-teman yang emailnya belum sempat aku balas :-p

Jujur sebenarnya aku sempat bengong sekilas di depan laptop, enaknya mau menulis apa yah untuk mengawali tahun 2015 ini? Ada banyak sekali cerita dan kisah yang aku alami di tahun yang lalu. Setelah memutuskan berpisah dari seseorang di Jakarta dan kembali ke Lampung serta memulai usaha, ternyata ada banyak sekali tantangan yang harus aku hadapi. Salah satu tantangan terbesar yang aku hadapi adalah “bagaimana cara menyemangati diri sendiri” agar bisa tetap optimis.  Apalagi terus terang, mama aku tidak begitu mendukung aku nyemplung di bidang wiraswasta. Aku mulai mencoba usaha pempek dan buat cupcake. Mempelajari banyak resep, kreasi ini dan itu.

Suer, berusaha di bidang makanan ini benar-benar menguras tenaga dan pikiran, sehingga aku jarang sekali punya waktu untuk bersantai. Mungkin karena aku mengerjakan semuanya sendirian, dari kepasar, mengadon, sampai melobi kantin-kantin dan mengantar cupcake pesanan orang sehingga aku merasa lelahnya luar biasa. Sementara penghasilan dari usaha ini belum bisa untuk menggaji pegawai, namanya juga masih merintis. Btw, cupcake best seller aku adalah “Banana Chocolate Cake“.  Cupcake dengan campuran pisang, coklat, dan susu, tidak menggunakan mentega dan sebagai penggantinya aku menggunakan canola oil sehingga cupcake ini lebih sehat. Sayangnya cupcake ini hanya bertahan 4-5 hari. Aku tidak berani memberi campuran yang aneh-aneh karena aku percaya dengan hukum “Tabur Tuai“.  Apa yang kamu tabur itu yang kamu tuai. Kalau kita menabur kejahatan maka kita akan menuai penghukuman.

Berhubung aku belum punya toko sendiri, jadi aku masih mengandalkan usaha melalui pesanan orang-orang yang datang ke rumah. Kadang kalau lagi kebanjiran order, sibuknya luar biasa, tapi kadang kalau sepi yah benar-benar sepi…

Untuk bisa tetap menghasilkan sesuatu, aku pun menekuni dunia “merajut benang”.  Hasilnya lumayan, bahkan sebenarnya hasilnya lebih banyak aku peroleh dari rajutan ketimbang kue. Aku membuat rajutan taplak meja, tas pesta, tas anak, tempat HP, gantungan kunci, sampul kitab suci dimana di depan sampul bisa diberi tulisan sesuai nama pemesan, pernak pernik gelang, dll.

Suatu hari aku sedang berbelanja di tempat aku biasa membeli benang rajut, lalu ada beberapa ibu-ibu yang menghampiriku. Mereka melihat hasil rajutanku (kebetulan saat itu aku membawa rajutan tempat HP yang aku buat), dan ibu-ibu itu berkata seperti ini “Mba belajar merajut darimana? Bagus sekali ya… Saya mau loh belajar merajut.”  Beberapa wanita mulai berkumpul dan mereka mulai tertarik ingin belajar. Entah kenapa dari mulut aku keluar perkataan bahwa aku memang punya rencana membuat kelas merajut, dan para ibu itu seperti antusias mendengar perkataanku.

Singkat cerita aku sekarang sedang memikirkan ingin membuka kelas merajut di Bandar Lampung. Saat ini aku sedang menyibukan diri dengan membuat video tutorial rajutan, menulis buku tentang rajutan dan mulai memikirkan hal-hal penting yang diperlukan untuk bisa membuka kelas merajut. Mungkin beberapa video tutorial rajutan sederhana akan aku upload di youtube. Doakan aku yah teman-teman… ^_^

Aku ingin sekali bisa sukses dan menunjukan ke mama bahwa aku bisa berhasil melalui usaha sendiri. Aku merasa tidak begitu beruntung dalam dunia percintaan.  Mungkin beberapa kenangan buruk membuat aku terlalu pengecut untuk bisa membuka hati dengan pria lain. Aku suka menikmati hidupku yang sekarang. Bahkan aku punya rencana 2 tahun ke depan aku ingin mengadopsi seorang anak. Mengenai hal ini tentu ada pro-kontra.  Lagipula itu masih sebatas rencana. Kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi beberapa menit yang akan datang bukan?

2 tahun menyandang status single ternyata tidak begitu menyeramkan. Justru aku menikmati hari-hariku. Kalau masalah kesepian, aku rasa orang yang sudah menikah pun pasti pernah merasa kesepian. Itu tergantung dari bagaimana kita menyikapi perasaan sepi dan kosong. Kadang aku pernah menangis sendirian, tapi siapa manusia di dunia ini yang tidak pernah menangis? Menangis sesaat setelah itu aku tidak mau terlalu lama tenggelam dalam kesedihan. Hidup harus terus berlanjut, aku tidak mau hidupku dibatasi dengan masalah yang sama. Oke… pikiranku memang terlalu rumit bahkan mungkin lebih rumit dari rumus fisika. Aku hanya ingin bahagia, jika aku tidak bisa menemukan kebahagiaan dari oranglain, maka aku akan mencari kebahagiaanku sendiri, tentu saja aku tidak melupakan Tuhan Yang Maha Esa.  DIA yang menguatkan aku sampai sekarang.

Sebagai manusia kita pasti pernah mengalami “down”.  Aku selalu bilang ke teman-temanku seperti ini, “Orang jatuh itu wajar, yang tidak wajar adalah kalau dia tidak mau bangkit lagi.”  Saat ini mungkin kita mengalami kejatuhan, frustasi, sedih, kehilangan sesuatu, kesepian, tidak berdaya, merasa gagal sepertinya semua pintu tertutup… percayalah, di dunia ini kita tidak sendirian mengalami semua itu. Ada berjuta-juta manusia di luar sana yang juga pernah mengalami apa yang kita alami sekarang ini. Masalahnya adalah apakah kita akan tetap fokus pada masalah kita sekarang, atau fokus pada jalan keluar dari masalah tersebut? Pilihan ada di tangan kita sendiri. Ciayoooooo ^_^

Banana Chocolate Cake

IMG_20140904_173812_655

Salah satu sample rajutan taplak meja, tas dan tempat HP yang pernah aku buat.

PhotoGrid_1416920038784  20141231_20193120141231_201947

Alat Packing Plastik Sedot Udara

Buat kalian yang mau usaha makanan dan bingung cari alat press plastik, nah di link ini ada jual alat press plastik sedot udara.

Sedot udara ini berfungsi agar makanan bisa lebih awet dan terhindar dari perkembangan jamur dalam makanan.

Klik aja link berikut : http://tokoone.com/press-plastik-dengan-mesin-packing-penyedot-udara-manual/?affid=8964

 

sin-bo-vacuum-sealer-aaa

Setrika Uap Dasyaaaaaaattttt…

Tahukah teman-teman pekerjaan rumah apa yang paling aku benci di dunia ini??? Menyetrika!!! Kesal banget klo harus gosok baju dengan bahan dasar yang susah. apalagi kalau bahannya kayak model beludru gitu, Uhhhhh panas dikit aja langsung deh ada cap setrikanya di baju or celana.
Waktu jalan2 ke mall aku ngeliat ada yang jual setrika uap, terus di praktekin cara setrikanya. Wah keren juga nih setrika. Baju tinggal di hanger aja terus kita tempel aja di baju kusut, triiiiiiiiiingggg… ajaib tuh kerutan di baju langsung hilang. Karena mengandalkan uap jadi kita tidak perlu takut lagi baju gosong or ada cap gosokan gitu… Pokoke keren abis lah…
Ehm berhubung di mall harganya bisa bikin mati berdiri, jadi kembali nih tangan gencar mencari barang murah dengan kualitas yang sama bagusnya dengan barang mahal. Dan akhirnya… jreeeeeeeeng…. ketemulah aku setrika uang yang di maksud. Kalau di televisi shopping harga bisa diatas 500ribu, tapi di link ini harganya tidak sampai 190ribu dan ada juga yang harganya hanya 357 ribuan gitu deh…
Nih gambarnya…

Kalau di bawah ini setrikanya lebih besar. Cocok utk di rumah tangga. Harga cuma 357ribuan gitu deh klo ga salah…
setrika uap besar

Nah kalau yang di bawah ini, harganya lebih murah… lebih kecil dan cocok utk kita-kita yang hobi traveling. Pemakaiannya juga mudah banget…

 

setrika uap kecil

Hari Raya Galungan Bersama Sahabat

Hari ini tanggal 21 Mei 2014, seluruh umat Hindu Bali merayakan galungan.

Senang sekali rasanya ketika kemarin aku di undang oleh sahabatku yang aku kenal saat aku masih duduk di bangku kuliah dulu. Aku lebih suka memanggil dia dengan sebutan Sinyoooo (huruf  i jangan di ganti dengan huruf O yah… nti malah kayak merk elektronik lagi, xixixi). Sebenarnya namanya Nyoman… ciri khas bali sekali bukan?

Btw anyway busway, apa sih Galungan itu? Berdasarkan hasil survei dan dengan gaya sok wartawan aku mulai mengorek habis informasi seputar galungan kepada temanku ini. Galungan memiliki makna kemenangan Dharma (Kebenaran) melawan Adharma (Ketidakbenaran). Mereka merayakan kemenangan tersebut dan membuat persembahan sebagai ucapan terimakasih kepada Sang Hyang Widhi dan Dewa Bhatara sebagai tanda puji syukur atas rahmatnya serta untuk keselamatan selanjutnya. 10 hari setelah mereka merayakan galungan, akan diikuti dengan perayaan kuningan.

Disana aku sempat foto beberapa makanan unik yang sudah di olah olehnya, makanan khas bali dengan nama yang unik.

Nama makanan di bawah ini adalah tum. Di olah dengan bumbu lengkap, kemudian dibungkus dengan daun setelah itu di masak deh…

Tum

Kalau makanan di bawah ini kalau tidak salah namanya lawar. Jadi daging itu di tumbuk, kulitnya di rebus dan di tumbuk juga, dicampur dengan kelapa dan beberapa sayuran yang sudah matang, setelah itu di siram dengan air mendidih, kemudian di saring.

Lawar

Nah kalau makanan yang satu ini namanya balung. Dagingnya dimasak dengan nangka…

Balung

Makanan

Sssssstttt kemarin diem2 aku foto sinyo lagi merangkai bunga untuk persembahan hari ini loh…. rangkaiannya belum jadi karena masih harus menunggu buah-buahan dan lain-lain…

nyoman

rangkaian

Nah kalau foto yang terakhir ini adalah foto penampakan Sinyo, dan pria yang ada di belakang nya itu adalah suaminya.

sinyo

Mereka pasangan romantis lohhhh… macak bareng, kemana2 bareng, cari duit bareng, pokoknya semua serba bareng-bareng lahhhh… Romantis betoooooooolllll…. Moga besok2 aku dapet pasangan yang romantis juga dan yang enggak galakkkkk biar bisa romantis kayak sinyo dan suaminya…. Arrrrrgggghhhh kapan nikahnya nehhhhhh???

Akhir kata aku mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan untuk semua yang merayakannya ^_^

Acara Perayaan Di Rumah Singgah

Sebenarnya sudah lama aku ingin sharing mengenai keadaan abang sulungku. Aku baru mengetahui dari psikiater abangku bahwa dia dikategorikan sebagai penyandang difabel. Aku mencari banyak referensi mengenai apa itu difabel dan mengapa difabel bisa terjadi. Sampai akhirnya aku bertemu sebuah website yang membahas tentang seputar difabel, kalau kalian mau tau, kalian bisa berkunjung di alamat http://indonesiaindonesia.com/f/43263-seputar-difabel/
Menurut sang psikiater, biasanya penyandang difabel tidak bisa sembuh 100% dan harus rutin mengkonsumsi obat seumur hidup. Manusia boleh berkata tidak mungkin, namun aku percaya bahwa tidak ada yang mustahil di hadapan Tuhan. Aku percaya berkat Tuhan abangku itu sudah disembuhkan. Amin!
Natal tahun lalu abangku tampil di panggung bersama rekan-rekannya di yayasan “Rumah Singgah” yang khusus mendidik penyandang difabel. Sudah hampir setahun abangku berada di yayasan tersebut. Di sana dia di ajarkan hidup mandiri dan berkebun. Aku bahagia menyaksikan beberapa perubahan yang aku lihat pada abangku. Aku yakin, di dalam Tuhan selalu ada pengharapan, dan pengharapanNya itu tidak akan mengecewakan.
Ini salah satu foto yang aku ambil saat abangku tampil di acara natal tahun lalu bersama rekan-rekannya penyandang Difabel.

Foto ini di ambil saat abangku bernyanyi solo lagu Malam Kudus

20131220_162257

Foto di bawah ini di ambil saat abangku bernyanyi vokal group “Hai dunia gembiralah”.  Hehehe suara abangku yang paling keras dan mencolok loh… Orang di pojok kanan yang sedang pegang mic itu bukan penyandang difabel, tetapi dia adalah tentor abangku, aku memanggilnya Ito Hutabarat.

20131220_163316

20131220_163307

Foto ini di ambil saat para penyandang difabel berkumpul memberi penghormatan kepada para penonton. Orang di pojok paling kiri yang pakai batik dan pegang mic itu adalah ketua Yayasan, namanya Pak Irsan.

20131220_165239

Sebenarnya aku ingin sekali upload video dimana abangku menyanyikan lagu Malam Kudus di acara tersebut. Tapi sayang aku kurang paham cara upload video *.MP4  di wordpress yang gratisan. Mungkin lain kali kalau aku sudah tau caranya, aku akan melampirkan video tersebut.

 

 

Alat Canggih Penghilang Komedo Murahhhh :)

Horeeee akhirnya ketemu juga alat untuk menghilangkan komedo.
Akhir-akhir ini aku giat melakukan diet dan perawatan wajah. Kayaknya aku lagi puber kedua nih… xixixi… Paling males tuh kalau harus facial ke salon, selain harganya mahal terus hasilnya juga kayaknya biasa aja deh. Entah karena aku pergi ke salon yang murahan atau emang dasar wajah aku yang bandel untuk di rawat… capedehhh…
Terus seperti biasa aku iseng aja cari alat pembasmi komedo yang mudah digunakan. Aku kira harganya mahal, ternyata murah meriah euyyy… cuma 103.500 rupiah.
Mulai deh nih otak itung-itungan… tempat termurah aku facial harganya 50 ribu, kalau aku beli alatnya langsung, itu pastinya jauh lebih efisien dong. Betul gak sih…. Betul lahhhh… Bayangin aja hanya dengan uang seratus ribuan aku bisa melakukan perawatan wajah sendiri di rumah berkali-kali. Selain hemat bensin, hemat waktu, dan aku juga bisa melakukan perawatan kapan aja aku mau. Pokoke keren banget lah nih alat… canggih cuy…
Kalau tidak salah nama alatnya Power Pore 4 In 1
Nah di situ aku dapet 4 macam brush gitu deh, masing-masing ada fungsinya sendiri-sendiri. Pokoke ada panduannya lah…
Kalau teman-teman ada yang males ke salon seperti aku, kalian bisa beli alatnya klik aja disini
Oke deh… good luck yah… moga wajah kita makin hari makin kinclong sampai para pria pakai kacamata riben utk melihat wajah kita yang putih bersinar muluzzzzz…. Wkwkwkwwkwkwk…

Dekat Tapi Jauh

Cinderela cerita sang gadis
Gadis cantik, polos dan baik hati
Bertemu pangeran pujaan hati
Kisah cinta indah nuansa romantis

Kadang iri cemburu dengan sang cinderela
Tak bolehkan aku mengalami cinta seperti itu?
Getaran hati… debaran jantung… walau hanya sesaat
Rasa untuk kukenang saat badai menerpa

Namun getaran itu tak pernah ada
Hingga saat badai datang aku tak punya pegangan
Tak ada apapun untuk dikenang dan diingat
Tak ada sesuatu pun yang membuatku tetap bertahan

Mengapa terasa jauh walau engkau dekat
Bukan karena jarak tempat menjadi pemisah
Namun jarak hati yang tak terpahami
Membuat frustasi hingga melepasmu pergi

By : Lia I.P
Create : 27 April 2014

Cinta Dan Rumah Tangga (2)

Berpikir, merenung tentang arti dari sebuah pernikahan… Sebagian orang ada yang takut untuk menikah karena takut menyesal. Mungkin ketakutan itu datang karena mendengar banyak cerita tentang keretakan rumah tangga orang lain, mungkin juga ketakutan itu datang karena trauma masa kecil. Namun demikian, dari sekian banyak penduduk dewasa yang ada di bumi ini, saya percaya lebih dari 80% mereka semua menikah.
Pada topik Cinta dan Rumah Tangga Bagian 1, saya lebih banyak membahas tentang topik seputar keretakan rumah tangga. Si istri yang tidak taat kepada suami, si suami yang tidak menghormati istri, akibat dari campur tangan pihak ketiga baik itu keluarga besar/selingkuhan. Di situ banyak di kupas mengenai berbagai macam keretakan yang sering terjadi. Namun di akhir tulisan, apapun penyebab keretakan rumah tangga, yang menjadi korban selalu 3 pihak, yaitu suami, istri, dan anak. Mereka bertiga yang akan menjadi korban, bukan orang lain.
Di sini mungkin saya akan sharing mengenai sedikit pengalaman rumah tangga orang tua saya.
Ketika saya masih kecil, saya menyaksikan banyak pengalaman buruk mengenai rumah tangga orangtua saya sendiri. Almarhum bapak saya yang suka memukul mama, tidak memenuhi kewajibannya dalam menafkahi istri dan anaknya, dan terlalu fokus mengurusi “keluarganya” bahkan sempat terdengar kabar selingkuh. Hal itu menimbulkan luka di hati saya.
Kemudian mama saya seorang yang memiliki jiwa usaha. Kadang dia sering pergi keluar kota, dan cukup jarang ada di rumah. Hal itu juga mendatangkan luka di hati saya. Saya merasa orangtua saya tidak mengasihi saya sama sekali.
Tidak jarang saya melihat mata mama saya lebam akibat pukulan bapak, dan tidak jarang saya mendengar suara teriakan, makian, sahut menyahut dengan nada marah dari bapak dan mama.
Dulu saya berpikir saya begitu membenci bapak yang suka main kasar ke mama, dan saya juga membenci mama yang jarang ada di samping saya. Ada banyak kebencian yang menguasai hati saya.
Saya juga berpikir bahwa mama saya adalah orang yang bodoh. Mengapa mama tidak pernah mau bercerai dengan bapak sekalipun mama sering dipukul dan di aniaya? Apa sebabnya? Saya tidak pernah habis pikir mengenai hal itu.
Ketika kuliah saya mengikuti konseling rohani dan sedikit demi sedikit saya mulai memutuskan untuk mengampuni kedua orangtua saya. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Rasa kecewa, dendam, amarah sering sekali timbul, dan itu menjadikan saya pribadi yang keras, tidak percaya cinta, egois, dan pemberontak.
Setiap hari saya selalu bertanya dalam hati, mengapa mama tidak mau bercerai?
Kisah saya ini adalah kisah masa lalu… Saya menceritakannya hanya untuk pembelajaran kepada para orangtua / kepada para suami-istri yang mungkin juga mengalami pergumulan dalam rumah tangganya.
Setahun sebelum bapak saya meninggal, bapak saya berubah drastis menjadi pribadi yang sangat hebat. Ayah yang baik, suami yang melindungi istri, dan saya bersyukur untuk 1 tahun terakhir sebelum kepergiannya. 1 Tahun terindah yang tidak akan pernah saya lupakan.
Namun walau saya sudah mengampuni bapak dan mama, ternyata pengalaman masa lalu saya yang pahit itu memberikan dampak yang tidak sehat untuk pertumbuhan kedewasaan saya.
Saya selalu takut untuk di ajak menikah. Trauma-trauma masa lalu selalu menghantui saya, dan lagi-lagi saya bertanya dalam hati… mengapa waktu itu mama tidak mau bercerai dengan bapak? Saya selalu bilang ke mama, kalau nanti suami saya main tangan ke saya, maka saya akan main kaki ke dia. Kalau dia kasar dan menganiaya saya, maka saya akan bercerai dengan dia. Kalau begini maka saya akan begitu… Di pikiran saya ada begitu banyak kata “kalau… maka saya…” mengenai masa depan pernikahan saya.
Ya, saya begitu trauma dan takut.
Saya selalu mencari-cari alasan kalau ada yang mengajak menikah. Saya selalu merasa tidak siap untuk menikah. Saya takut tidak bahagia. Itu dampak dari ketidakharmonisan orangtua saya.
Saya bukan seorang yang mudah menangis, dan menunjukkan sisi lemah saya. Saya seorang yang mandiri dan jarang meminta pertolongan kepada orang lain. Bahkan kepada saudara-saudara kandung saya pun saya jarang meminta bantuan. Rasa gengsi saya membuat saya hidup di dalam topeng. Topeng sok kuat, topeng sok tegar, topeng sok tidak butuh orang lain, dan banyak topeng-topeng yang lainnya. Saya takut ketika orang melihat sisi lemah saya, orang akan menginjak-injak saya dan meremehkan saya sebagai wanita yang cengeng dan tidak dapat di andalkan. Saya tidak mau di injak-injak seperti mama yang di injak-injak oleh bapak.
Topeng-topeng itu selalu saya kenakan, bahkan ketika saya memiliki seorang pacar, saya selalu mengenakan topeng itu. Saya tidak pernah memberi kesempatan kepada kekasih saya untuk mengetahui apa isi hati saya. Ketika saya sedih, saya diam. Ketika saya marah, saya diam. Saya tidak pernah terbuka mengenai banyak hal. Sejak kecil tidak pernah ada yang mau mendengarkan saya sehingga ketika saya dewasa, saya merasa canggung untuk terbuka. Dan hal itu sangat menyiksa saya. Ketika saya tidak tahan berdiam diri, maka emosi saya bisa meledak-ledak dan mengungkit-ungkit masa lalu. Dan ketika saya merasa pasangan saya cuek serta menyakiti hati saya, maka saya bisa lebih cuek dan lebih menyakiti perasaannya. Rasa tidak adil yang saya alami ketika kecil itu saya lampiaskan ketika saya dewasa. Dan hal itu bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan. Saya memiliki hubungan yang tidak sehat. Saya menuntut “kesempurnaan kasih sayang” dari pasangan saya, dan ketika saya merasa kasih sayangnya tidak seperti yang saya harapkan, saya menjadi frustasi, kecewa, dan marah.
Butuh lelaki berjiwa besar yang bisa menerima kondisi mental saya yang seperti itu. Saya tau, itu semua karena luka hati saya ketika kecil belum tuntas. Dampak dari ketidakharmonisan orangtua membuat saya menjadi pribadi yang keras. Saya berjuang melawan luka hati saya, saya banyak mencari referensi dan cerita-cerita seputar kehidupan rumah tangga, saya mencari tau tentang bagaimana menyenangkan pasangan, apa yang disukai pria dan wanita, dan saya berusaha menjadi baik. Semakin saya berusaha menjadi baik, justru semakin buruk yang saya lakukan.

Sampai akhirnya saya menonton sebuah acara film di televisi, menceritakan tentang keluarga yang tidak harmonis. Dan seorang tokoh agama di dalam cerita itu berkata, banyak yang tidak mengerti makna dari arti kata ” apa yang telah di persatukan oleh Tuhan tidak dapat di ceraikan oleh manusia, kecuali oleh kematian”.
Tiba-tiba saya kembali teringat masa kecil saya dulu. Yah… saya memang belum memahami makna dari arti kata tersebut. Saya sendiri punya prinsip bahwa menikah hanya sekali seumur hidup, namun saya masih belum mengerti makna dari prinsip saya tersebut. Perinsip “yang tidak saya mengerti makna nya itu“, membuat saya menjadi terlalu berhati-hati dalam memilih pasangan hidup.
Seperti ada tabir yang terbuka, saya seperti melihat cara pandang yang baru. Memang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata, namun sekarang saya bisa memahami mengapa mama tidak mau bercerai dengan bapak waktu itu.
Mengapa saya membahas masa lalu saya ini? Karena saya sering melihat statistik blog saya banyak yang mencari kata kunci seputar permasalahan keluarga.
Dari kisah saya, bisa disimpulkan beberapa faktor.
Pertama, faktor psikologis anak. Ketika pasangan pasutri bertengkar, ribut, saling adu mulut, bahkan mungkin main tangan, ingatlah bahwa selalu ada anak-anak yang akan menjadi korban. Dan dampak itu bisa berlanjut terus hingga anak ini dewasa (apabila tidak di tangani dengan benar). Bahkan sekalipun pasangan orangtua sudah harmonis lagi, namun trauma dari pertengkaran itu harus ditangani dengan serius.
Kedua, faktor dari psikologis pasangan. Mungkin ada di antara anda yang merasa suami/istri saya sangat keras kepala. Suami/istri saya lebih senang bermain dengan kawan2nya, lebih egois, tidak jujur, bahkan mungkin kasusnya sama seperti yang pernah saya lakukan di atas… meledak-ledak dan mengungkit-ungkit, seperti menuntut kesempurnaan “Kasih sayang” dari pasangannya. Saran saya, coba selidiki seperti apa masa kecil pasangan anda. Anda perlu berjiwa besar dan berikan kasih sayang yang tulus, berbicara dari hati ke hati agar pasangan anda bisa berubah. Ingat, butuh jiwa yang besar untuk bisa melakukan semua itu. Harus ada pihak yang mau mengalah, bahkan sekalipun anda tidak bersalah… kadang pihak yang tidak bersalah pun harus mau berkorban dan mau disalahkan agar hubungan bisa harmonis kembali.
Terakhir, faktor dari anda sendiri sebagai suami/istri. Jika anda merasa dan menyadari bahwa memang selama ini anda egois terhadap pasangan anda, anda sudah tidak jujur dan bahkan melukai pasangan anda. Ini saatnya untuk anda berhenti bersikap seperti itu dan meminta maaf serta berubah. Ingatlah, ketika anda sebagai suami/istri melukai pasangan anda, bukan hanya pasangan anda saja yang terluka, tetapi keturunan anda, darah daging anda sendiri bisa terkena dampak dari perbuatan anda.
Pernikahan adalah sesuatu yang harus di jaga. Kalau orang pacaran mungkin bisa putus, tetapi pasangan yang sudah menikah dan bahkan sudah mempunyai anak, hubungan itu harus selalu dijaga dengan hati-hati. Bagaimana untuk pasangan yang belum mempunyai keturunan? Tetaplah jaga pernikahan anda dan jangan menyerah dengan keadaan. Karena apa yang telah dipersatukan dihadapan Tuhan, tidak dapat dipisahkan oleh manusia, kecuali oleh kematian.
Itu sebabnya untuk umat muslim, akad nikah harus dipimpin oleh penghulu, bahkan rata-rata dilakukan di dalam mesjid (kecuali wanita sedang datang bulan maka akad nikah tidak bisa dilaksanakan di mesjid). Karena melalui akad nikah, maka hubungan antara dua insan yang saling bersepakat untuk berumah tangga diresmikan di hadapan manusia dan Tuhan (sumber http://id.wikibooks.org/wiki/Tahu_Sama_Tahu/Menikah/Akad_nikah)
Dan untuk umat kristiani ada yang namanya Pemberkatan Nikah. Itu pun di pimpin oleh pastur/pendeta dan dilaksanakan di gereja. Untuk umat Hindu dan Budha pun sama saja… ada acara-acara ritual keagamaan yang harus mereka jalankan. Karena pernikahan itu bersifat kudus dihadapan Tuhan.
Ingatlah, tetap jaga pernikahan anda semaksimal mungkin. Keputusan yang anda buat hari ini, akan menentukan seperti apa anda di tahun-tahun yang akan datang. Dan satu hal yang tidak boleh dilupakan, apabila badai menerpa rumahtangga anda… jangan lupakan Tuhan. Selalu ada Tuhan yang pasti akan memberi kekuatan dan penghiburan. Rencana Tuhan selalu indah tepat pada waktuNya.

Puisi Rindu

Disini aku duduk sendiri
Terkenang akan masa lalu
Kupetik melodi dalam gitarku
Irama syahdu curahan hati

Kupejamkan mata memasuki lorong waktu
Saat-saat terindah yang tak ingin ku lupa
Sebutir kristal bening mengalir di pipi
Oh Tuhan, aku begitu merindukannya

Hati pilu menyayat hati
Ada goresan luka di sini
Getir hati tak kuasa tertahan
Hingga nafasku terasa sesak

Saat kubuka mataku
tersadar aku kan masa sekarang
Masa lalu untuk di kenang
Yang telah pergi tak mungkin kembali

By : Lia I.P
Create : 15 April 2014

Kamera Pengintai

Minggu kemarin salah satu teman aku yang dari batam bercerita tentang hal yang cukup mengerikan. Kebayang gak sih, ada temannya yang mengalami tragedi pembunuhan di apartementnya.  Pokoknya seram sekali deh ceritanya… Kabar burung mengatakan kalau pembunuhan itu terjadi karena masalah pekerjaan.

Akhir2 ini banyak banget yah kasus begitu. Baru2 ini lagi hot berita tentang sang mantan yg tega membunuh karena sakit hati. Benar-benar mau kiamat kali dunia ini. Inti dari semuanya kita emang harus banyak-banyak berdoa biar kita dilindungi oleh Sang Pencipta.

Btw lanjut ke cerita teman aku yang dari batam itu, setelah ngobrol panjang lebar, dia merasa sedikit was-was katanya. Kemudian aku menyarankan “Gimana kalau di rumahnya di pasang kamera pengintai saja?”

Wah, keren juga ya kalau di rumah ada kamera pengintai… tapi harga kamera begitu pasti mahal…

Akhirnya setelah tanya-tanya teman aku yang lain, ada kamera pengintai yang harganya murah dan bisa di connect / di akses dari iphone, ipad, 3g phone, dan smartphone.  Harganya pun relatif murah… hanya 1.350.001 rupiah.   Terus juga bisa mengirim email otomatis deh klo gak salah klo camera menangkap ada wajah asing.

Of course untuk harga sebuah cctv dengan fitur yang relatif lengkap, harga segitu termasuk murah. Apalagi teman aku bilang kalau camera ini cocok untuk pengawasan pada malam hari atau di area dgn tingkat pencahayaan rendah karena telah dilengkapi 12 LED Infrared CUT-filter. Kontras dan detail gambar tetap terlihat maksimal. Selain itu night visionnya dapat menjangkau hingga jarak15-20m.   Wewwwww… seriusss???

Dengan semangat 45, dia menunjukan camera yang dia maksud waktu aku berkunjung kerumahnya dan dia pun menunjukan bagaimana camera itu bisa di akses di iphone miliknya. Wahhhh dalam hati sempet mikir, boleh juga tuh… Apalagi di jaman yang serba mengerikan begini, banyak kejahatan yang terjadi… seperti kemarin di berita aku nonton ada perampokan di sebuah toko, suaminya di tusuk berkali-kali… tentu saja dengan adanya camera, sangat membantu apabila terjadi kejahatan.

Sempet tertarik dan terpikir juga untuk pasang camera pengintai di rumah… Nah, untuk teman-teman yang mungkin tertarik, aku hanya share aja… link ini aku dapat dari teman aku yang sudah punya camera tersebut… ini link nya

Klik Di Sini

Kalau mau info lebih detail, coba aja klik link itu, takutnya penjelasanku tadi ada yang salah… transaksi di situ di jamin aman, karena mereka pakai sistem transfer rekening bersama. Kalau menggunakan rekber (rekening bersama), setelah si pembeli transfer ke rekber, maka si penjual tidak akan bisa mencairkan uangnya apabila barang belum di terima si pembeli. Dan kalau barang tidak kunjung datang, maka uang yang di transfer tadi bisa kita ambil lagi. Begitu kata teman aku.

Semoga bermanfaat yah ^_^

Jakarta Banjir Lagi…

Dari kemarin hingga siang ini, televisi marak memberitakan tentang bencana banjir yang menimpa kota Jakarta. Kabar mengatakan bahwa banjir datang karena air kiriman dari bogor. Khusus di daerah Bekasi – Jatibening, kemarin sore (28-01-2014) diperkirakan air naik dengan ketinggian sekitar 50 cm sampai 1 meter. Sempat surut, namun pada jam 3 subuh dini hari (29-01-2014), air kembali naik hingga se-dada orang dewasa. Bahkan kabar yang aku dengar, banjir sudah setinggi lebih dari 2 meter sehingga beberapa masyarakat yang tinggal di blok tertentu di daerah Jatibening harus di ungsikan.

Berikut ini foto-foto banjir yang di kirim oleh salah satu teman yang tinggal di daerah Jatibening.GambarGambarGambar

GambarGambarGambarGambar

Kadang-kadang kalau melihat kejadian seperti ini, hati sering bertanya-tanya, apakah mungkin banjir di kota Jakarta bisa diatasi? Mungkinkah Jakarta akan bisa terbebas dari bencana banjir seperti ini? Seandainya saja ada alat yang bisa mengubah air menjadi uang, tentu Jakarta akan bergembira ria menyambut datangnya banjir setiap saat (mimpi kali yeeeee…)