Pelek merupakan komponen  paling vital setelah ban. Fungsi pelek adalah memberikan titik tumpu yang pasti kepada ban agar mampu menyangga beban motor dan benda yang diangkutnya.

Oleh karena itu bila pelek tidak beres atau bermasalah, maka bukan hanya ketidaknyamanan yang ditimbulkan tetapi juga aspek keselamatan terancam, ujar  Jupriadi, spesialis setel pelek motor Tunggal Jaya, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin , 9 Mei 2011.

Pelek yang bermasalah, misalnya tidak lurus dengan tromol atau biasa disebut speleng akan berpengaruh pada keakuratan putaran roda, laher rusak, serta kembangan atau ukiran di tapak roda cepat tipis.  Oleh karena itu, Jupriadi menyarankan agar pemilik motor rutin melakukan pengecekan dan perawatan pelek.
Apalagi bagi mereka yang mempunyai hobi memacu motor dengan kecepatan tinggi. Kondisi pelek yang normal atau bagus sangat diperlukan, kata Jupriadi.
Selain pengecekan dan perawatan rutin, sebaiknya juga mencegah agar pelek tak mengalami masalah yang serius. Lantas apa langkah seperti apa unuk mencegahnya? Bagaimana pula cara mengatasi bila pelek bermasalah?

Berikut ini tipsnya :

1. Pastikan tekanan angin ban optimal

Saran seperti ini memang terdengar sepele. Kalau pun kerap didengar, orang beranggapan tekanan angin yang kurang akan menyebabkan tarikan motor berat dan boros bahan bakar.
Tetapi ada akibat yang tidak terlihat tetapi pengaruhnya cukup fatal bagi pelek, kata Jupriadi.
Ban yang bertekanan angin kurang dari standar menjadikan pelek menahan benturan keras, terlebih bila sepeda motor  melibas jalan berlubang dengan diameter cukup besar. Pelek pun bengkok, jeruji kendur atau palang pelek bengkok, bahkan retak. Sehingga pelek mengalami speleng alias tidak lurus dengan tromol.

2.  Hindari mengangkut beban  dengan berat yang berlebihan

Pabrikan sepeda motor telah menghitung beban maksimal yang bisa disangga oleh motor. Bila berat bersih motor 100 kilogram, berarti kapasitas daya angkuta maksimal motor yang bersangkutan adalah 200 kilogram.
Bila motor dipaksa mengangkut beban lebih dari itu maka akan cepat rusak. Komponen atau bagian pertama yang mengalami kerusakkan adalah pelek. Pasalnya, peranti itulah yang menjadi penahan titik tumpuan kala sepeda motor mengangkut beban.
Memang, masalah yang diderita pelek akibat menahan beban berat dan berbenturan benda keras tidak serta merta kelihatan. Namun, bisa dirasakan. Arah motor saat melaju tidak lurus lagi tetapi agak oleng.

3. Hindari menabrak atau jatuh

Motor yang menabrak atau membentur dengan keras, tentu akan mengakibatkan pelek bengkok. Meski tingkat kerusakkan relative kecil namun tetap akan berpengaruh pada kestabilan putaran roda.
Begitu pun di saat sepeda motor terjatuh. Pada saat terseret ada kemungkinan pelek juga membentuk permukaan jalan atau obyek lainnya. Minimal roda tidak lurus atau mengalami speleng.
Sehingga ada mitos yang salah, bila motor yang tabrakan atau jatuh dipercaya akan kembali tabrakan atau jatuh. “Sebagian orang percaya karena motor ada setan. Padahal itu pelek yang bermasalah, ujar Jupriadi setengah bercanda.

4. Segera perbaiki bila ada gejala masalah

Bila Anda merasakan laju motor Anda oleng atau rahanya tidak lurus lagi, segeralah melakukan perbaikan agar masalah tidak merembet ke bagian-bagian lain. Beberapa cara perbaikan antara lain :

a. Pres pelek atau ketok

Ada beberapa cara untuk mengembalikan kondisi pelek yang sedikit penyok atau bahkan bengkok sehingga speleng. Satu diantaranya adalah dengan pre pelek. Pada bengkel-bengkel sepeda motor yang besar biasanya menyediakan alat pres tersebut.
Namun, di bengkel kecil tidak menggunakan alat pres tetapi diketok secara manual. Caranya, bagian pelek yang bengkok atau penyok dipukul dengan menggunakan balok kayu.  Cara seperti membutuhkan keahlian khusus dan kecermatan yang tinggi.

b. Setel jari-jari

Selain dilakukan pengepresan, untuk pelek tipe jari-jari atau spoke wheel juga perlu dilakukan penytelan jari-jari. Caranya menyamakan tingkat ketegangan dan kelurusan masing-masing jari-jari pelek.
Hal itu dimaksudkan agar pelek lurus dan tidak speleng. Walhasil, saat dipasang di sepeda motor dan kendaraan itu dikendarai arahnya lurus dan stabil. Sehingga keselamatan dan kenyamanan berkendara pun terjamin.

Sumber : http://www.maticholic.com/article/tips-a-tricks/554-ini-trik-mengatasi-pelek-motor-bermasalah.html