Jika aku menjadi orang lain, aku pasti tidak menjadi aku yang sekarang.

Jika aku menjadi orang lain, kehidupanku mungkin akan berubah.

Mungkin berubah menjadi lebih baik, atau mungkin juga berubah menjadi lebih buruk.

Waktu aku kecil, aku ingin sekali menjadi sebuah penggaris, atau sepotong kayu, atau bambu runcing, atau benda-benda mati lainnya. Aku tidak mau menjadi manusia. Sulit sekali menjadi manusia.

Ketika aku mulai beranjak remaja, aku tidak mau lagi menjadi benda mati, karena aku tau benda mati di ciptakan untuk di pakai, jika tidak berguna lagi maka benda tersebut akan di buang atau malah di bakar.

Aku melewati masa-masa remaja yang cukup sulit. Sangat sulit… Aku sering berkhayal, jika saja aku menjadi orang lain, atau jika saja aku menjadi super hero seperti yang ada di dalam film-film.

Senang sekali membayangkan diri ini bisa terbang keliling dunia, menaklukan kejahatan, membela keadilan, di kagumi dan di sayangi banyak orang. Bayangkan bagaimana rasanya kita bisa mengeluarkan senjata dari dalam tubuh kita, berlari sangat cepat, mengeluarkan sinar laser dari mata (seperti superman), memiliki kekuatan yang luarbiasa untuk mengangkat benda-benda berat, atau bisa membaca pikiran orang lain.

Ya… aku ingin menjadi superhero! Tapi faktanya aku hanya seorang gadis kecil yang tidak berarti apa-apa. Dengan nilai-nilai di sekolah yang tidak bisa di bilang bagus. Selalu jadi bahan ejekan teman-teman, dan di marahi guru karena nilai-nilaiku yang kecil.

Akhirnya aku memasuki masa akil balik… aku mulai jatuh cinta dengan pria. Dan lagi-lagi aku berkhayal… andai aku cantik bak pragawati, atau andai aku ini seorang peri yang turun dari khayangan… Aku ingin badanku sedikit lebih kurus lagi, kulit lebih putih lagi, rambut yang lurus, indah tergerai… aku ingin menjadi cantik dan pintar! Faktanya, aku tidak mendapatkan pria tersebut. Sepanjang masa kecil dan remajaku, aku hanyalah seorang gadis pengkhayal. Dengan khayalan yang tentu saja aneh… Apakah aku gila? Mungkin ya, mungkin juga tidak.

Siapa yang menyangka, sekarang ketika aku dewasa, aku bisa bekerja di salah satu perusahaan dan menjadi seorang pemimpin??? Apakah itu sebuah kebanggaan atau kesombongan? Hahaha mungkin dua-duanya benar. Aku pun tidak menyangka bisa menjadi seperti ini.

Aku, yang dulunya seorang gadis pengkhayal, tidak mempunyai banyak teman, pemalu, pendiam dan minderan… sekarang aku sudah banyak berubah. Teman-temanku tidak hanya dari kalangan menengah kebawah, tetapi dari berbagai kalangan, berbagai daerah, dan ada juga yang beda negara.

Apakah sekarang ketika aku dewasa aku masih suka berkhayal seperti dulu??? Jawabannya Ya!!! Benar, aku pun masih suka berkhayal… apa yang aku khayalkan? Hahaha… biarlah itu menjadi rahasiaku saja untuk sementara ini. Yang jelas bukan khayalan yang jorok-jorok lohhhhh….

Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian juga pernah berkhayal????