Wah serem banget deh… akhir-akhir ini kasus Demam Berdarah makin marak dan sudah menyebar di berbagai daerah.

6 bulan yang lalu aku juga pernah kena demam berdarah dan harus menjalani infus selama kira-kira seminggu. Secara gettooo lochhhh… aku kan paling takut yang namanya jarum suntiiiikkkk…. OMG!

Ugh, waktu itu adalah masa-masa terberatku. Kalau bukan karena pacarku yang maksa untuk periksa darah ke rumah sakit, mungkin sekarang aku tidak akan menulis di Blog ini lagi…

Peristiwa berawal di hari Sabtu. Seperti biasa, setiap hari Sabtu siang aku pasti selalu pulang ke rumah. Dengan menyetir motor seorang diri dan jarak perjalanan sekitar 3 jam, aku merasa ada yang tidak beres dengan badanku saat itu. Rasanya anehhh aja… kayak lemes, gak bergairah… Pokoknya gak enak banget deh…

Malamnya aku merasa menggigil, pusing, mual kayak lagi masuk angin gitu deh… badan juga mulai terasa panas. Aku langsung minum tolak angin/antangin waktu itu… soalnya aku kira ini cuma masuk angin biasa.

Nah, minggu pagi panas tubuhku meningkat menjadi 38 celcius. Aku gak bisa bergerak, semua persendian dan tulang-tulang terasa sakit dan ngilu, bawaan juga haus, tetapi rasa ingin buat air kecil juga semakin meningkat. Semakin sering aku minum, semakin sering juga aku buang air kecil. Dan jarak antara aku minum dengan buang air kecil itu tidak begitu lama.

Seumur-umur aku belum pernah loh nangis di saat aku sakit. Tapi waktu itu entah kenapa nih air mata tidak berhenti keluar, karena rasa sakit yang aku rasakan tidak terlukiskan saat itu. Akhirnya aku berobat ke dokter, dan kata dokter ini hanya demam biasa. Aku di kasih obat penurun demam saat itu…

Puncaknya hari Selasa malam, aku merasa tidak kuat lagi. Bahkan berdiri pun aku tidak sanggup. Jangankan berdiri, untuk mengganti letak posisi tidurku saja aku tidak sanggup. Wah jangan sampe deh terulang lagi masa-masa itu…

Rabu pagi aku segera di larikan ke Rumah Sakit. Kondisiku saat itu masih sadar… saat di periksa, panas badanku sudah mencapai 40 celcius, dan kata dokter itu sudah positif demam berdarah. Tetapi walau dokter bilang begitu, aku diharuskan cek darah dulu.

Penuh perjuangan waktu mau cek darah… kebayang gak sih… itu jarum suntik sepanjang dan setajem itu mau di tusuk ke tanganku. Of course, sang perawat dengan sabarnya kasih aku pengertian supaya mau di cek darah… mungkin sekitar 20 menit aku merengek-rengek tidak mau di suntik, sampai akhirnya mamaku turun tangan dan mengherdik aku (aku berasa kayak jadi anak kecil berusia 7 tahun saat itu). Ucffffff….

Untung saja Rabu pagi itu aku segera dilarikan ke RS, karena malam nya aku langsung kritis. Kata dokter, kaki dan tanganku sudah dingin kayak mayat… Trombositku sudah sangat kecil dan keluarga sudah dihubungi untuk transfusi darah…

Saat itu, aku seperti mengalami apa yah… aku gak tau apa namanya, tapi saat kritis aku seperti melihat alm. papa aku datang menghampiriku dan duduk di dekatku.   Aku sampai berpikir, apakah itu nyata atau tidak…

Tapi syukurlah sekarang masa-masa itu sudah terlewatkan…

Dari pengalamanku ini, aku mau berbagi info tentang gejala demam berdarah… Karena biasanya orang yg demam berdarah itu sering di duga tipes oleh dokter.

Berikut ciri-cirinya :

  1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari ( 38-40 derajat celsius ).
  2. Demam yang dirasakan menyebabkan pegal dan sakit pada sendi / tulang-tulang.
  3. Perasaan menggigil, sakit kepala hebat, nyeri saat menggerakan bola mata dan nyeri punggung pada awal gejala.
  4. Biasanya ada bintik-bintik merah (tetapi demam berdarah yang aku alami kemarin tidak ada bintik-bintik merahnya sama sekali, itu sebabnya penanganan sakitku saat itu hampir terlambat).
  5. Terjadi pembesaran hati ( hepatomegali ). Perut yang tengah atas terasa bengkak dan nyeri kalau di tekan.
  6. Tekanan darah menurun sehingga menyebabkan syok.
  7. Mulut terasa kering dan selalu haus.
  8. Terjadi penurunan trombosit di bawah 100.000/mm3 dan terjadi peningkatan hematokrit diatas 20 %.
  9. Pada tingkat lanjut terjadi mimisan dari hidung dan gusi.
  10. Terjadinya melena ( buang air dengan kotoran berupa lendir yang bercampur darah ).
  11. Tampak bintik-bintik merah sebagai bentuk dari pecahnya pembuluh darah.

Yah semoga setiap pembaca blog ini tidak akan pernah mengalami apa yang aku alami dan selalu di lindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Amiiiiiinnnn….

Satu lagi, biasanya nyamuk demam berdarah berkembang biak justru di lingkungan yang bersih. Air bersih yang tergenang cukup lama itu bisa menjadi sarang perkembang biakan jentik nyamuk. Jadi sebaiknya rajinlah menguras bak mandi, minimal seminggu sekali.  Terus jangan menggantung baju sembarangan.  Lebih baik baju-baju di lipat daripada di gantung di belakang pintu…  Untuk info lebih jelasnya mungkin bisa di search di internet yah…