Kata orang sulit melupakan pacar pertama… bener ga sih? Bagaimana menurut kalian???
Pacar pertamaku berasal dari suku cina, tinggal di pulau Jawa. Kami berkenalan melalui dunia maya dan kami pernah saling bertemu.
Aku menyebutnya koko, dialah pangeran pertama yang pernah mengisi hatiku.
Hmmmm… menurutku dia seorang yang sangat baik, bertanggung jawab, humoris, serta penyayang. Dan terus terang, aku sukaaaaaa sekali masakan nasi goreng buatannya.
Sampai detik ini hubungan kami sangat baik. Jujur, aku salut dengan sikapnya yang dewasa karena mau menerima kenyataan bahwa kami memang tidak bisa bersatu. Itu karena perbedaan suku, dan orangtuaku menentang hubungan kami.
Saat aku harus mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan dengannya, aku merasa sangat bersalah dan berdosa. Aku tau aku telah melukai hatinya… dan saat itu aku merasa kehilangan dia. Aku mengalami hari-hari yang sulit dan berat saat aku putus dengannya. Sangat sulit bagiku beradaptasi menjalani hidup tanpa mendengar suaranya. Tapi aku bersyukur, sangat bersyukur karena telah di beri kesempatan untuk mengenal dia.
Koko yang baik, selain nasi goreng buatannya… aku juga sangat suka melihat senyuman di wajahnya. Aku juga sadar, mungkin dia juga mengalami hari-hari yang berat karena keputusanku saat itu.
Kini, 3 tahun telah berlalu, sekarang kami sudah mendapatkan pasangan masing-masing. Bahkan dia memberiku kabar bahwa dia akan menikah akhir tahun ini. Tentu aku sangat senang mendengar kabar itu. Akhirnya dia mendapatkan wanita terbaik dan aku berharap dia selalu bahagia dan selalu tersenyum.
Teman-teman… seringkali kita tidak mengerti dan frustasi saat kenyataan tidak seperti harapan kita. Namun di balik semua itu, ada hal yang sangat indah sedang menanti kita.
Aku pernah mendengar ungkapan, saat pintu yang satu tertutup, maka ada pintu lain yang di buka kan untuk kita.
Semua tergantung pada sikap dan keputusan kita sendiri. Apakah kita akan tetap terfokus pada pintu yang tertutup itu dan meratapinya, atau mulai memandang kepada pintu yang terbuka dan berjalan melalui pintu yang terbuka itu.
Tulisan ini aku persembahkan untuk seseorang yang pernah menjadi pacar pertamaku. Sekarang aku sudah menganggap dia sebagai koko aku sendiri.
Koko, terimakasih yah untuk semua pelajaran hidup yang pernah koko berikan. Sebagai seorang saudara dalam iman… aku berharap koko bahagia.
Aku tahu koko pernah mengalami beberapa kekecewaan, namun koko tetap bangkit dan tidak menyerah pada keadaan. Bahkan koko mau memaafkanku yang pernah melukai koko…
Koko memang seorang saudara yang bisa menjadi panutan serta teladan.

Keep smile and Ciayo😉