Bulan Mei kemarin adalah bulan yang cukup melelahkan. Bayangkan, tiap seminggu sekali aku harus pulang ke rumah dengan menggunakan motorku tercinta. Perjalanan bisa menempuh waktu 2-3 jam. Ucffff… malah jalanan yang dilalui rusak, berlubang-lubang, melewati hutan dan perkebunan sawit. Bener-bener perjalanan yang cukup menyeramkan untuk dilalui oleh seorang gadis manis seperti diriku ini. Uchuuuuyyyy…

Btw, anyway, busway… ngemeng-ngemeng tentang motor, aku tuh bingung kok motorku akhir-akhir ini seperti ngambek dan sulit diajak kerjasama yah?!  Seperti biasa, saat malam tiba, aku akan mengelap motorku tersayank sambil sedikit curhat dan bertanya mengenai uneg-unegnya mengapa akhir-akhir ini dia berubah kepadaku. Jiahhhhh lebayyyyy…. Boong ding, yang bener tuh aku jarang ngelapin motor, dan aku hanya cuci motor di saat motorku tampil aneh dengan lumpur-lumpur coklat tua menempel pada ban dan knalpot. Dan mungkin aku akan mencucinya saat suara mama meninggi 8 oktaf, ngomel-ngomel karena melihat kondisi motorku yang jorok, dekil, dan sangat mengenaskan.

Aku beruntung karena aku mempunyai seorang kenalan yang sangat-sangat dekat… tau kan maksudnya… xixixi… dia sangat mengerti tentang motor, soalnya bidang usahanya dan hoby nya memang di motor sih.  Setelah dia mencoba motorku, cek sana dan sini, serta mencoba mengendarai motor tersebut… Hmmm… dengan dahi mengernyit, alis menukik dia bergumam “Ini CVT nya yang bermasalah.”

Tentu saja dengan tampang bloon, mulut menganga, aku hanya bisa mengangguk sambil garuk-garuk kepala. CVT itu apa sih????

Akhirnya dengan hasil usahaku sendiri, searching dengan bantuan Om Google, aku mendapatkan informasi yang aku butuhkan.

Apa itu CVT???

CVT (Continously Variable Transmission) merupakan alat penggerak otomatis pada motor automatic. Bagian CVT ini merupakan bagian yang meneruskan putaran dari engine / mesin ke bagian roda belakang.  CVT bisa juga disebut sebagai sabuk karet pengganti rantai pada sepeda motor matic.

Aku baru tau kalau CVT ternyata memerlukan perhatian khusus loh… Selama ini aku pakai motorku hanya asal pake, yang penting motornya jalan, rodanya muter en aku bisa tetap menjaga keseimbangan di jalan raya.

Ada banyak sumber-sumber kerusakan pada sistem CVT.

1. Kebiasaan buruk pengendara yang membuka handle gas secara spontan,  stop & go!

Kebiasaan ini sungguh sangat menyiksa kinerja buka-tutup pulley, gesekan belt, dan roller indikasi kerusakan ini adalah, ketika motor dari keadaan diam kemudian ber akselerasi maka terdengar suara kasar dan gerakan roda belakang tersendat bergetar, hal itu dikarenakan roller aus, bentuknya sudah tidak bulat. Alangkah baiknya sesuaikan riding style dengan memutar handle gas dengan bijak, ulur hingga rpm naik secara perlahan jangan langsung full thortle/ kontan.

2. Tidak pernah melakukan perawatan rutin pada sistem CVT

Perlu diperhatikan bahwa cvt wajib dilakukan perawatan ( cleaning & greasing), sistem cvt merupakan transmis kering & tidak tertutup, oleh karenanya kotoran,  debu, bahkan air bisa masuk (jika kebanjiran)

So, kita harus melakukan cleaning filter pada block CVT dengan membuka cover cvt, kemudian bersihkan saringan busa dari debu2 dan kotoran..

3. Motor matic yang terendam banjir

Jika motor matic anda pernah terendam banjir, segera lakukan perawatan CVT di bengkel / bongkar CVT dan cleaning semua part yg terendam air untuk menghindari korosi, dan greasing/ pemberian stem vet yg baru pada saft2 pulley , cek juga seal2 pulley apakah ada yang bocor, karena seal ini sangat penting peranannya menjaga grease tetap melumasi saft dalam pulley, jika seal bocor maka saft kering dan terancam korosi atau bahkan aus/ patah, biasanya komponen yang terserang adalah saft aus, sheeave / selubung saft retak / berlubang dan slot untuk roller / ball coak, jika sudah seperti ini maka gerakan pulley akan goyang dan pulley bekerja ekstra berat ubtuk mengembang, ujungnya penurunan kinerja cvt & ongkos perbaikan dan penggantian part yang mahal alangkah baiknya hindari genangan air yang dalam saat anda mengendarai motor matic.

4. Umur belt yang sudah tua

Merupakan faktor penyebab menurunnya kinerja tranmisi matic, lakukan penggantian belt setidaknya setiap 25000km, atau lihat kondisi fisik permukaan belt, karena jika sudah longgar, aus, atau retak akan membahayakan pengendara jika sewaktu-waktu putus di jalan

4. Selalu cek dan ganti secara periodik oli tranmisi gear reduksi

Oli gardan, pada umumnya matic ber cc kecil di indonesia kapasitas oli gardan = 100 cm3 / 0,1 liter jangan sampai kehabisan oli karena akan merusan gear2 reduksi, dan kehancuran lah yang bakal juragan alami

Nah itulah beberapa info yang aku dapet dari internet. Semoga bermanfaat yah…

 

Sumber :

https://www.google.co.id/

http://azizyhoree.wordpress.com/2010/07/24/faktor-penyebab-cvt-matic-cepet-jebol/