Seperti judul di atas… Gubuk Emas… Begitulah aku menyebutnya…
Beberapa orang menilai sesuatu hanya dari luar. Penampilan menjadi hal utama untuk menentukan apakah seseorang itu layak atau tidak agar di anggap berharga.

Mungkin faktor lingkungan juga yang menyebabkan seseorang bisa berpikiran seperti itu… Selalu menilai dari luar.  Dalam keputus-asa’an dan ketidakberdayaan, paling-paling kita hanya bisa bilang… “Hanya Tuhan saja yang tau.”

Ya betul… Manusia kerap kali menilai kita dari luar… penampilan fisik menjadi yang utama. Bidang pekerjaan menentukan tingkat harga diri seseorang. Ahk… itu lah omong kosong dunia… Tetapi Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, aku tau DIA tidak pernah salah menilai seseorang.

Bukankah Tuhan bisa memakai apa yang dianggap bodoh bagi dunia untuk memalukan orang-orang berhikmat??? Dan bukankah Tuhan juga bisa memakai apa yang dianggap lemah bagi dunia untuk memalukan apa yang kuat??? (1 kor 1:27)

Memang sepertinya kedengaran naif… Aku sendiri tidak mengerti arti kata naif itu apa? Yang jelas artinya pasti berbeda dengan munafik kan?

Pilih mana? Menjadi orang naif atau menjadi orang munafik???

Aku tau dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam, bahwa sesuatu yang baik, jika disertai dengan campur tangan Tuhan, pasti hal baik itu akan terjadi dan terealisasi di dunia nyata.

Dan aku percaya, suatu hari nanti… yah benar… akan ada hari dimana aku akan berkata… inilah gubuk emasku… gubuk yang dulu diremehkan dan tidak dipandang, mungkin juga diragukan oleh dunia… ini lah dia… gubuk emasku… karena di dalam gubuk itu, ada tambang emas murni yang tidak bercacat cela… dan aku akan berbangga serta berbahagia karenanya. Karena aku memiliki gubuk emas.