Hello guys… walau sudah sangat terlambat, aku mau mengucapkan happy new year 2015  dan Selamat Natal untuk yang kemarin merayakannya… ^_^

Hehehe sebenarnya aku sering menerima email dari beberapa teman-teman blogger, menanyakan mengapa aku sudah lama sekali tidak menulis sesuatu di blog BukuHarian ini? Hehehe maaf yah buat teman-teman yang emailnya belum sempat aku balas :-p

Jujur sebenarnya aku sempat bengong sekilas di depan laptop, enaknya mau menulis apa yah untuk mengawali tahun 2015 ini? Ada banyak sekali cerita dan kisah yang aku alami di tahun yang lalu. Setelah memutuskan berpisah dari seseorang di Jakarta dan kembali ke Lampung serta memulai usaha, ternyata ada banyak sekali tantangan yang harus aku hadapi. Salah satu tantangan terbesar yang aku hadapi adalah “bagaimana cara menyemangati diri sendiri” agar bisa tetap optimis.  Apalagi terus terang, mama aku tidak begitu mendukung aku nyemplung di bidang wiraswasta. Aku mulai mencoba usaha pempek dan buat cupcake. Mempelajari banyak resep, kreasi ini dan itu.

Suer, berusaha di bidang makanan ini benar-benar menguras tenaga dan pikiran, sehingga aku jarang sekali punya waktu untuk bersantai. Mungkin karena aku mengerjakan semuanya sendirian, dari kepasar, mengadon, sampai melobi kantin-kantin dan mengantar cupcake pesanan orang sehingga aku merasa lelahnya luar biasa. Sementara penghasilan dari usaha ini belum bisa untuk menggaji pegawai, namanya juga masih merintis. Btw, cupcake best seller aku adalah “Banana Chocolate Cake“.  Cupcake dengan campuran pisang, coklat, dan susu, tidak menggunakan mentega dan sebagai penggantinya aku menggunakan canola oil sehingga cupcake ini lebih sehat. Sayangnya cupcake ini hanya bertahan 4-5 hari. Aku tidak berani memberi campuran yang aneh-aneh karena aku percaya dengan hukum “Tabur Tuai“.  Apa yang kamu tabur itu yang kamu tuai. Kalau kita menabur kejahatan maka kita akan menuai penghukuman.

Berhubung aku belum punya toko sendiri, jadi aku masih mengandalkan usaha melalui pesanan orang-orang yang datang ke rumah. Kadang kalau lagi kebanjiran order, sibuknya luar biasa, tapi kadang kalau sepi yah benar-benar sepi…

Untuk bisa tetap menghasilkan sesuatu, aku pun menekuni dunia “merajut benang”.  Hasilnya lumayan, bahkan sebenarnya hasilnya lebih banyak aku peroleh dari rajutan ketimbang kue. Aku membuat rajutan taplak meja, tas pesta, tas anak, tempat HP, gantungan kunci, sampul kitab suci dimana di depan sampul bisa diberi tulisan sesuai nama pemesan, pernak pernik gelang, dll.

Suatu hari aku sedang berbelanja di tempat aku biasa membeli benang rajut, lalu ada beberapa ibu-ibu yang menghampiriku. Mereka melihat hasil rajutanku (kebetulan saat itu aku membawa rajutan tempat HP yang aku buat), dan ibu-ibu itu berkata seperti ini “Mba belajar merajut darimana? Bagus sekali ya… Saya mau loh belajar merajut.”  Beberapa wanita mulai berkumpul dan mereka mulai tertarik ingin belajar. Entah kenapa dari mulut aku keluar perkataan bahwa aku memang punya rencana membuat kelas merajut, dan para ibu itu seperti antusias mendengar perkataanku.

Singkat cerita aku sekarang sedang memikirkan ingin membuka kelas merajut di Bandar Lampung. Saat ini aku sedang menyibukan diri dengan membuat video tutorial rajutan, menulis buku tentang rajutan dan mulai memikirkan hal-hal penting yang diperlukan untuk bisa membuka kelas merajut. Mungkin beberapa video tutorial rajutan sederhana akan aku upload di youtube. Doakan aku yah teman-teman… ^_^

Aku ingin sekali bisa sukses dan menunjukan ke mama bahwa aku bisa berhasil melalui usaha sendiri. Aku merasa tidak begitu beruntung dalam dunia percintaan.  Mungkin beberapa kenangan buruk membuat aku terlalu pengecut untuk bisa membuka hati dengan pria lain. Aku suka menikmati hidupku yang sekarang. Bahkan aku punya rencana 2 tahun ke depan aku ingin mengadopsi seorang anak. Mengenai hal ini tentu ada pro-kontra.  Lagipula itu masih sebatas rencana. Kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi beberapa menit yang akan datang bukan?

2 tahun menyandang status single ternyata tidak begitu menyeramkan. Justru aku menikmati hari-hariku. Kalau masalah kesepian, aku rasa orang yang sudah menikah pun pasti pernah merasa kesepian. Itu tergantung dari bagaimana kita menyikapi perasaan sepi dan kosong. Kadang aku pernah menangis sendirian, tapi siapa manusia di dunia ini yang tidak pernah menangis? Menangis sesaat setelah itu aku tidak mau terlalu lama tenggelam dalam kesedihan. Hidup harus terus berlanjut, aku tidak mau hidupku dibatasi dengan masalah yang sama. Oke… pikiranku memang terlalu rumit bahkan mungkin lebih rumit dari rumus fisika. Aku hanya ingin bahagia, jika aku tidak bisa menemukan kebahagiaan dari oranglain, maka aku akan mencari kebahagiaanku sendiri, tentu saja aku tidak melupakan Tuhan Yang Maha Esa.  DIA yang menguatkan aku sampai sekarang.

Sebagai manusia kita pasti pernah mengalami “down”.  Aku selalu bilang ke teman-temanku seperti ini, “Orang jatuh itu wajar, yang tidak wajar adalah kalau dia tidak mau bangkit lagi.”  Saat ini mungkin kita mengalami kejatuhan, frustasi, sedih, kehilangan sesuatu, kesepian, tidak berdaya, merasa gagal sepertinya semua pintu tertutup… percayalah, di dunia ini kita tidak sendirian mengalami semua itu. Ada berjuta-juta manusia di luar sana yang juga pernah mengalami apa yang kita alami sekarang ini. Masalahnya adalah apakah kita akan tetap fokus pada masalah kita sekarang, atau fokus pada jalan keluar dari masalah tersebut? Pilihan ada di tangan kita sendiri. Ciayoooooo ^_^

Banana Chocolate Cake

IMG_20140904_173812_655

Salah satu sample rajutan taplak meja, tas dan tempat HP yang pernah aku buat.

PhotoGrid_1416920038784  20141231_20193120141231_201947