29 Januari yang lalu adalah hari ulang tahunku Taukah kalian apa yang aku alami di hari itu? Sekitar jam setengah 11 siang aku pergi ke daerah museum lampung, ketika hendak memutar, aku yakin mobil-mobil sudah berhenti untuk memberiku jalan, namun tiba-tiba saat aku hendak berbelok ada sebuah motor melaju kencang dari arah kiri dan menghantam motorku. Aku terpental kira-kira 10 kaki jaraknya dari motorku. Ketika di udara, seperti adegan slow motion, aku bisa melihat pengendara yang menabrakku ikut melayang dan aku bisa melihat bagaimana badanku menjauhi motorku. Aneh sekali… aku baru tau kalau ternyata adegan slow motion itu bukan hanya terjadi di film-film. Aku benar-benar bisa melihat dengan jelas, dan semua terlihat seperti adegan lambat.

Aku bisa merasakan bagaimana badanku terbanting ke aspal dan yang mendarat lebih dulu adalah daerah sekitar tulang ekorku. Kemudian setelah terbanting aku sempat terguling dan terseret di aspal mengikuti seretan motor si penabrak yang ada di depanku, bahkan aku bisa merasakan bagaimana kasar-nya jalanan aspal menggesek telapak tanganku saat aku terseret.

Saat hal itu terjadi, taukah kalian apa yang aku pikirkan dan katakan di dalam hati??? Aku bilang seperti ini : Please deh Tuhan, ini hari ulang tahunku, masa aku harus kecelakaan?!?

Setelah beberapa saat kecelakaan itu terjadi, aku sempat geleng-geleng kepala sendiri, bagaimana mungkin di saat-saat seperti itu aku hanya mengucapkan satu kalimat tadi??? Aku tidak berdoa minta perlindungan, aku justru bersungut-sungut. Sungguh terlalu!

Sebenarnya aku masih agak bingung, saat aku terseret seperti ada yang mengangkat wajahku dari aspal tinggi-tinggi sehingga aku bisa melihat tubuh si penabrak juga terseret bersama motornya. Tidak terbayangkan kalau wajahku sampai menempel aspal, pastinya aku akan bertambah jelek sekarang ini. Fiuhhhhh… Terimakasih kepada Tuhan yang sudah melindungi wajahku.

Ketika aku merasa badanku berhenti terseret di aspal, selama beberapa detik aku masih terdiam dengan wajah mengangkat ke atas. Aku melihat tubuh si penabrak tidak bergerak sama sekali.

Entah kekuatan darimana aku segera bangkit berdiri, sambil mataku terus melihat tubuh yang tidak bergerak itu. Badannya tertimpa motor dan tangannya terlentang. Aku langsung berteriak, “tolongin orang itu!” Memang agak aneh, melihat ada yang kecelakaan, orang-orang di sekitar justru malah sibuk menjadi penonton dengan wajah mengernyit ngeri dan ketakutan, tapi tidak ada inisiatif untuk menolong. Aku ingin mengangkat motor yang menimpa lelaki tersebut, tapi aku merasa tulang belakangku tidak sanggup mengangkat motor. Tiba-tiba di saat bersamaan aku teringat bahwa jika terjatuh di dearah tulang ekor, itu bisa menyebabkan kebutaan. Sepontan aku langsung mengerjap-ngerjapkan mata dan berdoa, Tuhan aku tidak mau buta! Aku tidak boleh buta! Seketika rasa takut menyergap pikiranku akan kebutaan.

Saat aku berdiri bengong karena merasa takut buta, ada seorang bapak yang membantuku. Dia mengangkat motorku yang tergeletak di tengah jalan, setelah itu dia menghampiriku dan mengecek keadaanku. Lucu, justru yang paling parah seperti tidak di gubris, kenapa mereka malah lebih mengkhawatirkan keadaanku?

Setelah mereka melihat keadaanku tidak apa-apa, orang-orang langsung mengerumuni tubuh yang tidak bergerak itu. Aku masih terkesima dengan kejadian tadi. Sejenak aku memeriksa badanku sendiri, apa yang sakit, bagian mana yang terkilir, apakah ada yang lecet…. aku melihat telapak tanganku…. aku merasa yakin dan pasti bahwa saat terseret tadi kedua telapak tanganku bergesekan dengan aspal, bahkan aku bisa merasakan pasir-pasir kasar terus bergerak menggesek kedua telapak tanganku. Tapi aneh bin ajaib, kedua tanganku utuh dan tidak lecet sama sekali. Kakiku utuh… tidak ada yang luka. Hanya pinggul bagian belakang saja yang sedikit tidak nyaman dan sepatuku dipastikan jebol, kaos kaki ku robek tak karuan, tetapi kaki ku tidak terluka…

Aku bisa bernafas lega setelah melihat lelaki yang menabrakku itu akhirnya sadar dan di bawa ke rumah sakit. Orang-orang seperti melupakanku dan tidak mengingat bahwa kecelakaan itu melibatkan 2 orang yaitu aku dan lelaki itu. Aku kembali memeriksa motorku… sebelumnya aku merasa 90% yakin bahwa motorku stangnya bengkok dan penyok, tetapi setelah aku periksa, motorku tidak lecet, tidak ada yang pecah dan stangnya semua baik-baik saja. Waowwww… Aku baru sadar Tuhan dekat denganku. Dia melindungiku. Yang tersisa dari kecelakaan itu adalah tulang punggung bagian belakangku terasa sakit. Rasa nyeri yang aku rasakan semakin menjadi setelah hari kedua. Apalagi ketika aku di urut, percayalah rasanya benar-benar tidak enak sama sekali.

Btw, sebelumnya ketika aku mengikuti ibadah kaum muda di tempatku, pembicara sempat meminta kami para kaum muda menulis di kertas 3 permintaan yang ingin di capai di tahun 2015 ini, kertas itu di kumpulkan untuk di doakan. Saat menulis 3 permintaan, sempat terlintas dibenakku bahwa aku ingin segera masuk surga tahun ini juga. Hahaha pemikiran yang gila… Aku akui, aku sempat merasa “give up” dengan hidup. Tidak perlu aku ceritakan persoalan yang aku hadapi, tapi aku sempat lelah dengan kekhidupanku. Namun aku mengurungkan niatku untuk menulis hal itu, sebagai gantinya aku menulis “Ingin bertemu dengan Tuhan”.   Aku rasa kalimat itu sudah mewakili maksudku. Saat aku mengalami kecelakaan kemarin, aku seperti mengalami “Perjumpaan dengan Tuhan”.   Mukjizat!

Tepat di hari ulangtahunku, hadiah terindah dari Tuhan adalah kesempatan kedua untuk tetap hidup dan “mengalami perjumpaan dengan Tuhan”.

Cukup jauh aku terpental dari motor dan terseret… aku tidak bisa mengira berapa meter tubuhku dan motorku terpisah, yang jelas cukup jauh… Berulangkali aku mengucapkan terimakasih kepada Tuhan pencipta langit dan bumi, DIA telah melindungiku dan menolongku melewati situasi demi situasi dalam hidupku. Walau aku akui, sering kali aku terjatuh saat menghadapi cobaan hidup, tapi Tuhan tidak pernah menyerah kepadaku. Bahkan saat aku bersungut-sungut ketika mengalami kecelakaan itu, Tuhan tetap menolongku melebihi apa yang aku pikirkan.

God is good all the time, and all the time God is good ^_^