Posts from the ‘Curhatan kosong’ Category

KECELAKAAN DI HARI ULANG TAHUN KU

29 Januari yang lalu adalah hari ulang tahunku Taukah kalian apa yang aku alami di hari itu? Sekitar jam setengah 11 siang aku pergi ke daerah museum lampung, ketika hendak memutar, aku yakin mobil-mobil sudah berhenti untuk memberiku jalan, namun tiba-tiba saat aku hendak berbelok ada sebuah motor melaju kencang dari arah kiri dan menghantam motorku. Aku terpental kira-kira 10 kaki jaraknya dari motorku. Ketika di udara, seperti adegan slow motion, aku bisa melihat pengendara yang menabrakku ikut melayang dan aku bisa melihat bagaimana badanku menjauhi motorku. Aneh sekali… aku baru tau kalau ternyata adegan slow motion itu bukan hanya terjadi di film-film. Aku benar-benar bisa melihat dengan jelas, dan semua terlihat seperti adegan lambat.

Aku bisa merasakan bagaimana badanku terbanting ke aspal dan yang mendarat lebih dulu adalah daerah sekitar tulang ekorku. Kemudian setelah terbanting aku sempat terguling dan terseret di aspal mengikuti seretan motor si penabrak yang ada di depanku, bahkan aku bisa merasakan bagaimana kasar-nya jalanan aspal menggesek telapak tanganku saat aku terseret.

Saat hal itu terjadi, taukah kalian apa yang aku pikirkan dan katakan di dalam hati??? Aku bilang seperti ini : Please deh Tuhan, ini hari ulang tahunku, masa aku harus kecelakaan?!?

Setelah beberapa saat kecelakaan itu terjadi, aku sempat geleng-geleng kepala sendiri, bagaimana mungkin di saat-saat seperti itu aku hanya mengucapkan satu kalimat tadi??? Aku tidak berdoa minta perlindungan, aku justru bersungut-sungut. Sungguh terlalu!

Sebenarnya aku masih agak bingung, saat aku terseret seperti ada yang mengangkat wajahku dari aspal tinggi-tinggi sehingga aku bisa melihat tubuh si penabrak juga terseret bersama motornya. Tidak terbayangkan kalau wajahku sampai menempel aspal, pastinya aku akan bertambah jelek sekarang ini. Fiuhhhhh… Terimakasih kepada Tuhan yang sudah melindungi wajahku.

Ketika aku merasa badanku berhenti terseret di aspal, selama beberapa detik aku masih terdiam dengan wajah mengangkat ke atas. Aku melihat tubuh si penabrak tidak bergerak sama sekali.

Entah kekuatan darimana aku segera bangkit berdiri, sambil mataku terus melihat tubuh yang tidak bergerak itu. Badannya tertimpa motor dan tangannya terlentang. Aku langsung berteriak, “tolongin orang itu!” Memang agak aneh, melihat ada yang kecelakaan, orang-orang di sekitar justru malah sibuk menjadi penonton dengan wajah mengernyit ngeri dan ketakutan, tapi tidak ada inisiatif untuk menolong. Aku ingin mengangkat motor yang menimpa lelaki tersebut, tapi aku merasa tulang belakangku tidak sanggup mengangkat motor. Tiba-tiba di saat bersamaan aku teringat bahwa jika terjatuh di dearah tulang ekor, itu bisa menyebabkan kebutaan. Sepontan aku langsung mengerjap-ngerjapkan mata dan berdoa, Tuhan aku tidak mau buta! Aku tidak boleh buta! Seketika rasa takut menyergap pikiranku akan kebutaan.

Saat aku berdiri bengong karena merasa takut buta, ada seorang bapak yang membantuku. Dia mengangkat motorku yang tergeletak di tengah jalan, setelah itu dia menghampiriku dan mengecek keadaanku. Lucu, justru yang paling parah seperti tidak di gubris, kenapa mereka malah lebih mengkhawatirkan keadaanku?

Setelah mereka melihat keadaanku tidak apa-apa, orang-orang langsung mengerumuni tubuh yang tidak bergerak itu. Aku masih terkesima dengan kejadian tadi. Sejenak aku memeriksa badanku sendiri, apa yang sakit, bagian mana yang terkilir, apakah ada yang lecet…. aku melihat telapak tanganku…. aku merasa yakin dan pasti bahwa saat terseret tadi kedua telapak tanganku bergesekan dengan aspal, bahkan aku bisa merasakan pasir-pasir kasar terus bergerak menggesek kedua telapak tanganku. Tapi aneh bin ajaib, kedua tanganku utuh dan tidak lecet sama sekali. Kakiku utuh… tidak ada yang luka. Hanya pinggul bagian belakang saja yang sedikit tidak nyaman dan sepatuku dipastikan jebol, kaos kaki ku robek tak karuan, tetapi kaki ku tidak terluka…

Aku bisa bernafas lega setelah melihat lelaki yang menabrakku itu akhirnya sadar dan di bawa ke rumah sakit. Orang-orang seperti melupakanku dan tidak mengingat bahwa kecelakaan itu melibatkan 2 orang yaitu aku dan lelaki itu. Aku kembali memeriksa motorku… sebelumnya aku merasa 90% yakin bahwa motorku stangnya bengkok dan penyok, tetapi setelah aku periksa, motorku tidak lecet, tidak ada yang pecah dan stangnya semua baik-baik saja. Waowwww… Aku baru sadar Tuhan dekat denganku. Dia melindungiku. Yang tersisa dari kecelakaan itu adalah tulang punggung bagian belakangku terasa sakit. Rasa nyeri yang aku rasakan semakin menjadi setelah hari kedua. Apalagi ketika aku di urut, percayalah rasanya benar-benar tidak enak sama sekali.

Btw, sebelumnya ketika aku mengikuti ibadah kaum muda di tempatku, pembicara sempat meminta kami para kaum muda menulis di kertas 3 permintaan yang ingin di capai di tahun 2015 ini, kertas itu di kumpulkan untuk di doakan. Saat menulis 3 permintaan, sempat terlintas dibenakku bahwa aku ingin segera masuk surga tahun ini juga. Hahaha pemikiran yang gila… Aku akui, aku sempat merasa “give up” dengan hidup. Tidak perlu aku ceritakan persoalan yang aku hadapi, tapi aku sempat lelah dengan kekhidupanku. Namun aku mengurungkan niatku untuk menulis hal itu, sebagai gantinya aku menulis “Ingin bertemu dengan Tuhan”.   Aku rasa kalimat itu sudah mewakili maksudku. Saat aku mengalami kecelakaan kemarin, aku seperti mengalami “Perjumpaan dengan Tuhan”.   Mukjizat!

Tepat di hari ulangtahunku, hadiah terindah dari Tuhan adalah kesempatan kedua untuk tetap hidup dan “mengalami perjumpaan dengan Tuhan”.

Cukup jauh aku terpental dari motor dan terseret… aku tidak bisa mengira berapa meter tubuhku dan motorku terpisah, yang jelas cukup jauh… Berulangkali aku mengucapkan terimakasih kepada Tuhan pencipta langit dan bumi, DIA telah melindungiku dan menolongku melewati situasi demi situasi dalam hidupku. Walau aku akui, sering kali aku terjatuh saat menghadapi cobaan hidup, tapi Tuhan tidak pernah menyerah kepadaku. Bahkan saat aku bersungut-sungut ketika mengalami kecelakaan itu, Tuhan tetap menolongku melebihi apa yang aku pikirkan.

God is good all the time, and all the time God is good ^_^

2015

Hello guys… walau sudah sangat terlambat, aku mau mengucapkan happy new year 2015  dan Selamat Natal untuk yang kemarin merayakannya… ^_^

Hehehe sebenarnya aku sering menerima email dari beberapa teman-teman blogger, menanyakan mengapa aku sudah lama sekali tidak menulis sesuatu di blog BukuHarian ini? Hehehe maaf yah buat teman-teman yang emailnya belum sempat aku balas :-p

Jujur sebenarnya aku sempat bengong sekilas di depan laptop, enaknya mau menulis apa yah untuk mengawali tahun 2015 ini? Ada banyak sekali cerita dan kisah yang aku alami di tahun yang lalu. Setelah memutuskan berpisah dari seseorang di Jakarta dan kembali ke Lampung serta memulai usaha, ternyata ada banyak sekali tantangan yang harus aku hadapi. Salah satu tantangan terbesar yang aku hadapi adalah “bagaimana cara menyemangati diri sendiri” agar bisa tetap optimis.  Apalagi terus terang, mama aku tidak begitu mendukung aku nyemplung di bidang wiraswasta. Aku mulai mencoba usaha pempek dan buat cupcake. Mempelajari banyak resep, kreasi ini dan itu.

Suer, berusaha di bidang makanan ini benar-benar menguras tenaga dan pikiran, sehingga aku jarang sekali punya waktu untuk bersantai. Mungkin karena aku mengerjakan semuanya sendirian, dari kepasar, mengadon, sampai melobi kantin-kantin dan mengantar cupcake pesanan orang sehingga aku merasa lelahnya luar biasa. Sementara penghasilan dari usaha ini belum bisa untuk menggaji pegawai, namanya juga masih merintis. Btw, cupcake best seller aku adalah “Banana Chocolate Cake“.  Cupcake dengan campuran pisang, coklat, dan susu, tidak menggunakan mentega dan sebagai penggantinya aku menggunakan canola oil sehingga cupcake ini lebih sehat. Sayangnya cupcake ini hanya bertahan 4-5 hari. Aku tidak berani memberi campuran yang aneh-aneh karena aku percaya dengan hukum “Tabur Tuai“.  Apa yang kamu tabur itu yang kamu tuai. Kalau kita menabur kejahatan maka kita akan menuai penghukuman.

Berhubung aku belum punya toko sendiri, jadi aku masih mengandalkan usaha melalui pesanan orang-orang yang datang ke rumah. Kadang kalau lagi kebanjiran order, sibuknya luar biasa, tapi kadang kalau sepi yah benar-benar sepi…

Untuk bisa tetap menghasilkan sesuatu, aku pun menekuni dunia “merajut benang”.  Hasilnya lumayan, bahkan sebenarnya hasilnya lebih banyak aku peroleh dari rajutan ketimbang kue. Aku membuat rajutan taplak meja, tas pesta, tas anak, tempat HP, gantungan kunci, sampul kitab suci dimana di depan sampul bisa diberi tulisan sesuai nama pemesan, pernak pernik gelang, dll.

Suatu hari aku sedang berbelanja di tempat aku biasa membeli benang rajut, lalu ada beberapa ibu-ibu yang menghampiriku. Mereka melihat hasil rajutanku (kebetulan saat itu aku membawa rajutan tempat HP yang aku buat), dan ibu-ibu itu berkata seperti ini “Mba belajar merajut darimana? Bagus sekali ya… Saya mau loh belajar merajut.”  Beberapa wanita mulai berkumpul dan mereka mulai tertarik ingin belajar. Entah kenapa dari mulut aku keluar perkataan bahwa aku memang punya rencana membuat kelas merajut, dan para ibu itu seperti antusias mendengar perkataanku.

Singkat cerita aku sekarang sedang memikirkan ingin membuka kelas merajut di Bandar Lampung. Saat ini aku sedang menyibukan diri dengan membuat video tutorial rajutan, menulis buku tentang rajutan dan mulai memikirkan hal-hal penting yang diperlukan untuk bisa membuka kelas merajut. Mungkin beberapa video tutorial rajutan sederhana akan aku upload di youtube. Doakan aku yah teman-teman… ^_^

Aku ingin sekali bisa sukses dan menunjukan ke mama bahwa aku bisa berhasil melalui usaha sendiri. Aku merasa tidak begitu beruntung dalam dunia percintaan.  Mungkin beberapa kenangan buruk membuat aku terlalu pengecut untuk bisa membuka hati dengan pria lain. Aku suka menikmati hidupku yang sekarang. Bahkan aku punya rencana 2 tahun ke depan aku ingin mengadopsi seorang anak. Mengenai hal ini tentu ada pro-kontra.  Lagipula itu masih sebatas rencana. Kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi beberapa menit yang akan datang bukan?

2 tahun menyandang status single ternyata tidak begitu menyeramkan. Justru aku menikmati hari-hariku. Kalau masalah kesepian, aku rasa orang yang sudah menikah pun pasti pernah merasa kesepian. Itu tergantung dari bagaimana kita menyikapi perasaan sepi dan kosong. Kadang aku pernah menangis sendirian, tapi siapa manusia di dunia ini yang tidak pernah menangis? Menangis sesaat setelah itu aku tidak mau terlalu lama tenggelam dalam kesedihan. Hidup harus terus berlanjut, aku tidak mau hidupku dibatasi dengan masalah yang sama. Oke… pikiranku memang terlalu rumit bahkan mungkin lebih rumit dari rumus fisika. Aku hanya ingin bahagia, jika aku tidak bisa menemukan kebahagiaan dari oranglain, maka aku akan mencari kebahagiaanku sendiri, tentu saja aku tidak melupakan Tuhan Yang Maha Esa.  DIA yang menguatkan aku sampai sekarang.

Sebagai manusia kita pasti pernah mengalami “down”.  Aku selalu bilang ke teman-temanku seperti ini, “Orang jatuh itu wajar, yang tidak wajar adalah kalau dia tidak mau bangkit lagi.”  Saat ini mungkin kita mengalami kejatuhan, frustasi, sedih, kehilangan sesuatu, kesepian, tidak berdaya, merasa gagal sepertinya semua pintu tertutup… percayalah, di dunia ini kita tidak sendirian mengalami semua itu. Ada berjuta-juta manusia di luar sana yang juga pernah mengalami apa yang kita alami sekarang ini. Masalahnya adalah apakah kita akan tetap fokus pada masalah kita sekarang, atau fokus pada jalan keluar dari masalah tersebut? Pilihan ada di tangan kita sendiri. Ciayoooooo ^_^

Banana Chocolate Cake

IMG_20140904_173812_655

Salah satu sample rajutan taplak meja, tas dan tempat HP yang pernah aku buat.

PhotoGrid_1416920038784  20141231_20193120141231_201947

Hari Raya Galungan Bersama Sahabat

Hari ini tanggal 21 Mei 2014, seluruh umat Hindu Bali merayakan galungan.

Senang sekali rasanya ketika kemarin aku di undang oleh sahabatku yang aku kenal saat aku masih duduk di bangku kuliah dulu. Aku lebih suka memanggil dia dengan sebutan Sinyoooo (huruf  i jangan di ganti dengan huruf O yah… nti malah kayak merk elektronik lagi, xixixi). Sebenarnya namanya Nyoman… ciri khas bali sekali bukan?

Btw anyway busway, apa sih Galungan itu? Berdasarkan hasil survei dan dengan gaya sok wartawan aku mulai mengorek habis informasi seputar galungan kepada temanku ini. Galungan memiliki makna kemenangan Dharma (Kebenaran) melawan Adharma (Ketidakbenaran). Mereka merayakan kemenangan tersebut dan membuat persembahan sebagai ucapan terimakasih kepada Sang Hyang Widhi dan Dewa Bhatara sebagai tanda puji syukur atas rahmatnya serta untuk keselamatan selanjutnya. 10 hari setelah mereka merayakan galungan, akan diikuti dengan perayaan kuningan.

Disana aku sempat foto beberapa makanan unik yang sudah di olah olehnya, makanan khas bali dengan nama yang unik.

Nama makanan di bawah ini adalah tum. Di olah dengan bumbu lengkap, kemudian dibungkus dengan daun setelah itu di masak deh…

Tum

Kalau makanan di bawah ini kalau tidak salah namanya lawar. Jadi daging itu di tumbuk, kulitnya di rebus dan di tumbuk juga, dicampur dengan kelapa dan beberapa sayuran yang sudah matang, setelah itu di siram dengan air mendidih, kemudian di saring.

Lawar

Nah kalau makanan yang satu ini namanya balung. Dagingnya dimasak dengan nangka…

Balung

Makanan

Sssssstttt kemarin diem2 aku foto sinyo lagi merangkai bunga untuk persembahan hari ini loh…. rangkaiannya belum jadi karena masih harus menunggu buah-buahan dan lain-lain…

nyoman

rangkaian

Nah kalau foto yang terakhir ini adalah foto penampakan Sinyo, dan pria yang ada di belakang nya itu adalah suaminya.

sinyo

Mereka pasangan romantis lohhhh… macak bareng, kemana2 bareng, cari duit bareng, pokoknya semua serba bareng-bareng lahhhh… Romantis betoooooooolllll…. Moga besok2 aku dapet pasangan yang romantis juga dan yang enggak galakkkkk biar bisa romantis kayak sinyo dan suaminya…. Arrrrrgggghhhh kapan nikahnya nehhhhhh???

Akhir kata aku mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan untuk semua yang merayakannya ^_^

Acara Perayaan Di Rumah Singgah

Sebenarnya sudah lama aku ingin sharing mengenai keadaan abang sulungku. Aku baru mengetahui dari psikiater abangku bahwa dia dikategorikan sebagai penyandang difabel. Aku mencari banyak referensi mengenai apa itu difabel dan mengapa difabel bisa terjadi. Sampai akhirnya aku bertemu sebuah website yang membahas tentang seputar difabel, kalau kalian mau tau, kalian bisa berkunjung di alamat http://indonesiaindonesia.com/f/43263-seputar-difabel/
Menurut sang psikiater, biasanya penyandang difabel tidak bisa sembuh 100% dan harus rutin mengkonsumsi obat seumur hidup. Manusia boleh berkata tidak mungkin, namun aku percaya bahwa tidak ada yang mustahil di hadapan Tuhan. Aku percaya berkat Tuhan abangku itu sudah disembuhkan. Amin!
Natal tahun lalu abangku tampil di panggung bersama rekan-rekannya di yayasan “Rumah Singgah” yang khusus mendidik penyandang difabel. Sudah hampir setahun abangku berada di yayasan tersebut. Di sana dia di ajarkan hidup mandiri dan berkebun. Aku bahagia menyaksikan beberapa perubahan yang aku lihat pada abangku. Aku yakin, di dalam Tuhan selalu ada pengharapan, dan pengharapanNya itu tidak akan mengecewakan.
Ini salah satu foto yang aku ambil saat abangku tampil di acara natal tahun lalu bersama rekan-rekannya penyandang Difabel.

Foto ini di ambil saat abangku bernyanyi solo lagu Malam Kudus

20131220_162257

Foto di bawah ini di ambil saat abangku bernyanyi vokal group “Hai dunia gembiralah”.  Hehehe suara abangku yang paling keras dan mencolok loh… Orang di pojok kanan yang sedang pegang mic itu bukan penyandang difabel, tetapi dia adalah tentor abangku, aku memanggilnya Ito Hutabarat.

20131220_163316

20131220_163307

Foto ini di ambil saat para penyandang difabel berkumpul memberi penghormatan kepada para penonton. Orang di pojok paling kiri yang pakai batik dan pegang mic itu adalah ketua Yayasan, namanya Pak Irsan.

20131220_165239

Sebenarnya aku ingin sekali upload video dimana abangku menyanyikan lagu Malam Kudus di acara tersebut. Tapi sayang aku kurang paham cara upload video *.MP4  di wordpress yang gratisan. Mungkin lain kali kalau aku sudah tau caranya, aku akan melampirkan video tersebut.

 

 

Alat Canggih Penghilang Komedo Murahhhh :)

Horeeee akhirnya ketemu juga alat untuk menghilangkan komedo.
Akhir-akhir ini aku giat melakukan diet dan perawatan wajah. Kayaknya aku lagi puber kedua nih… xixixi… Paling males tuh kalau harus facial ke salon, selain harganya mahal terus hasilnya juga kayaknya biasa aja deh. Entah karena aku pergi ke salon yang murahan atau emang dasar wajah aku yang bandel untuk di rawat… capedehhh…
Terus seperti biasa aku iseng aja cari alat pembasmi komedo yang mudah digunakan. Aku kira harganya mahal, ternyata murah meriah euyyy… cuma 103.500 rupiah.
Mulai deh nih otak itung-itungan… tempat termurah aku facial harganya 50 ribu, kalau aku beli alatnya langsung, itu pastinya jauh lebih efisien dong. Betul gak sih…. Betul lahhhh… Bayangin aja hanya dengan uang seratus ribuan aku bisa melakukan perawatan wajah sendiri di rumah berkali-kali. Selain hemat bensin, hemat waktu, dan aku juga bisa melakukan perawatan kapan aja aku mau. Pokoke keren banget lah nih alat… canggih cuy…
Kalau tidak salah nama alatnya Power Pore 4 In 1
Nah di situ aku dapet 4 macam brush gitu deh, masing-masing ada fungsinya sendiri-sendiri. Pokoke ada panduannya lah…
Kalau teman-teman ada yang males ke salon seperti aku, kalian bisa beli alatnya klik aja disini
Oke deh… good luck yah… moga wajah kita makin hari makin kinclong sampai para pria pakai kacamata riben utk melihat wajah kita yang putih bersinar muluzzzzz…. Wkwkwkwwkwkwk…

Cinta Dan Rumah Tangga (2)

Berpikir, merenung tentang arti dari sebuah pernikahan… Sebagian orang ada yang takut untuk menikah karena takut menyesal. Mungkin ketakutan itu datang karena mendengar banyak cerita tentang keretakan rumah tangga orang lain, mungkin juga ketakutan itu datang karena trauma masa kecil. Namun demikian, dari sekian banyak penduduk dewasa yang ada di bumi ini, saya percaya lebih dari 80% mereka semua menikah.
Pada topik Cinta dan Rumah Tangga Bagian 1, saya lebih banyak membahas tentang topik seputar keretakan rumah tangga. Si istri yang tidak taat kepada suami, si suami yang tidak menghormati istri, akibat dari campur tangan pihak ketiga baik itu keluarga besar/selingkuhan. Di situ banyak di kupas mengenai berbagai macam keretakan yang sering terjadi. Namun di akhir tulisan, apapun penyebab keretakan rumah tangga, yang menjadi korban selalu 3 pihak, yaitu suami, istri, dan anak. Mereka bertiga yang akan menjadi korban, bukan orang lain.
Di sini mungkin saya akan sharing mengenai sedikit pengalaman rumah tangga orang tua saya.
Ketika saya masih kecil, saya menyaksikan banyak pengalaman buruk mengenai rumah tangga orangtua saya sendiri. Almarhum bapak saya yang suka memukul mama, tidak memenuhi kewajibannya dalam menafkahi istri dan anaknya, dan terlalu fokus mengurusi “keluarganya” bahkan sempat terdengar kabar selingkuh. Hal itu menimbulkan luka di hati saya.
Kemudian mama saya seorang yang memiliki jiwa usaha. Kadang dia sering pergi keluar kota, dan cukup jarang ada di rumah. Hal itu juga mendatangkan luka di hati saya. Saya merasa orangtua saya tidak mengasihi saya sama sekali.
Tidak jarang saya melihat mata mama saya lebam akibat pukulan bapak, dan tidak jarang saya mendengar suara teriakan, makian, sahut menyahut dengan nada marah dari bapak dan mama.
Dulu saya berpikir saya begitu membenci bapak yang suka main kasar ke mama, dan saya juga membenci mama yang jarang ada di samping saya. Ada banyak kebencian yang menguasai hati saya.
Saya juga berpikir bahwa mama saya adalah orang yang bodoh. Mengapa mama tidak pernah mau bercerai dengan bapak sekalipun mama sering dipukul dan di aniaya? Apa sebabnya? Saya tidak pernah habis pikir mengenai hal itu.
Ketika kuliah saya mengikuti konseling rohani dan sedikit demi sedikit saya mulai memutuskan untuk mengampuni kedua orangtua saya. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Rasa kecewa, dendam, amarah sering sekali timbul, dan itu menjadikan saya pribadi yang keras, tidak percaya cinta, egois, dan pemberontak.
Setiap hari saya selalu bertanya dalam hati, mengapa mama tidak mau bercerai?
Kisah saya ini adalah kisah masa lalu… Saya menceritakannya hanya untuk pembelajaran kepada para orangtua / kepada para suami-istri yang mungkin juga mengalami pergumulan dalam rumah tangganya.
Setahun sebelum bapak saya meninggal, bapak saya berubah drastis menjadi pribadi yang sangat hebat. Ayah yang baik, suami yang melindungi istri, dan saya bersyukur untuk 1 tahun terakhir sebelum kepergiannya. 1 Tahun terindah yang tidak akan pernah saya lupakan.
Namun walau saya sudah mengampuni bapak dan mama, ternyata pengalaman masa lalu saya yang pahit itu memberikan dampak yang tidak sehat untuk pertumbuhan kedewasaan saya.
Saya selalu takut untuk di ajak menikah. Trauma-trauma masa lalu selalu menghantui saya, dan lagi-lagi saya bertanya dalam hati… mengapa waktu itu mama tidak mau bercerai dengan bapak? Saya selalu bilang ke mama, kalau nanti suami saya main tangan ke saya, maka saya akan main kaki ke dia. Kalau dia kasar dan menganiaya saya, maka saya akan bercerai dengan dia. Kalau begini maka saya akan begitu… Di pikiran saya ada begitu banyak kata “kalau… maka saya…” mengenai masa depan pernikahan saya.
Ya, saya begitu trauma dan takut.
Saya selalu mencari-cari alasan kalau ada yang mengajak menikah. Saya selalu merasa tidak siap untuk menikah. Saya takut tidak bahagia. Itu dampak dari ketidakharmonisan orangtua saya.
Saya bukan seorang yang mudah menangis, dan menunjukkan sisi lemah saya. Saya seorang yang mandiri dan jarang meminta pertolongan kepada orang lain. Bahkan kepada saudara-saudara kandung saya pun saya jarang meminta bantuan. Rasa gengsi saya membuat saya hidup di dalam topeng. Topeng sok kuat, topeng sok tegar, topeng sok tidak butuh orang lain, dan banyak topeng-topeng yang lainnya. Saya takut ketika orang melihat sisi lemah saya, orang akan menginjak-injak saya dan meremehkan saya sebagai wanita yang cengeng dan tidak dapat di andalkan. Saya tidak mau di injak-injak seperti mama yang di injak-injak oleh bapak.
Topeng-topeng itu selalu saya kenakan, bahkan ketika saya memiliki seorang pacar, saya selalu mengenakan topeng itu. Saya tidak pernah memberi kesempatan kepada kekasih saya untuk mengetahui apa isi hati saya. Ketika saya sedih, saya diam. Ketika saya marah, saya diam. Saya tidak pernah terbuka mengenai banyak hal. Sejak kecil tidak pernah ada yang mau mendengarkan saya sehingga ketika saya dewasa, saya merasa canggung untuk terbuka. Dan hal itu sangat menyiksa saya. Ketika saya tidak tahan berdiam diri, maka emosi saya bisa meledak-ledak dan mengungkit-ungkit masa lalu. Dan ketika saya merasa pasangan saya cuek serta menyakiti hati saya, maka saya bisa lebih cuek dan lebih menyakiti perasaannya. Rasa tidak adil yang saya alami ketika kecil itu saya lampiaskan ketika saya dewasa. Dan hal itu bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan. Saya memiliki hubungan yang tidak sehat. Saya menuntut “kesempurnaan kasih sayang” dari pasangan saya, dan ketika saya merasa kasih sayangnya tidak seperti yang saya harapkan, saya menjadi frustasi, kecewa, dan marah.
Butuh lelaki berjiwa besar yang bisa menerima kondisi mental saya yang seperti itu. Saya tau, itu semua karena luka hati saya ketika kecil belum tuntas. Dampak dari ketidakharmonisan orangtua membuat saya menjadi pribadi yang keras. Saya berjuang melawan luka hati saya, saya banyak mencari referensi dan cerita-cerita seputar kehidupan rumah tangga, saya mencari tau tentang bagaimana menyenangkan pasangan, apa yang disukai pria dan wanita, dan saya berusaha menjadi baik. Semakin saya berusaha menjadi baik, justru semakin buruk yang saya lakukan.

Sampai akhirnya saya menonton sebuah acara film di televisi, menceritakan tentang keluarga yang tidak harmonis. Dan seorang tokoh agama di dalam cerita itu berkata, banyak yang tidak mengerti makna dari arti kata ” apa yang telah di persatukan oleh Tuhan tidak dapat di ceraikan oleh manusia, kecuali oleh kematian”.
Tiba-tiba saya kembali teringat masa kecil saya dulu. Yah… saya memang belum memahami makna dari arti kata tersebut. Saya sendiri punya prinsip bahwa menikah hanya sekali seumur hidup, namun saya masih belum mengerti makna dari prinsip saya tersebut. Perinsip “yang tidak saya mengerti makna nya itu“, membuat saya menjadi terlalu berhati-hati dalam memilih pasangan hidup.
Seperti ada tabir yang terbuka, saya seperti melihat cara pandang yang baru. Memang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata, namun sekarang saya bisa memahami mengapa mama tidak mau bercerai dengan bapak waktu itu.
Mengapa saya membahas masa lalu saya ini? Karena saya sering melihat statistik blog saya banyak yang mencari kata kunci seputar permasalahan keluarga.
Dari kisah saya, bisa disimpulkan beberapa faktor.
Pertama, faktor psikologis anak. Ketika pasangan pasutri bertengkar, ribut, saling adu mulut, bahkan mungkin main tangan, ingatlah bahwa selalu ada anak-anak yang akan menjadi korban. Dan dampak itu bisa berlanjut terus hingga anak ini dewasa (apabila tidak di tangani dengan benar). Bahkan sekalipun pasangan orangtua sudah harmonis lagi, namun trauma dari pertengkaran itu harus ditangani dengan serius.
Kedua, faktor dari psikologis pasangan. Mungkin ada di antara anda yang merasa suami/istri saya sangat keras kepala. Suami/istri saya lebih senang bermain dengan kawan2nya, lebih egois, tidak jujur, bahkan mungkin kasusnya sama seperti yang pernah saya lakukan di atas… meledak-ledak dan mengungkit-ungkit, seperti menuntut kesempurnaan “Kasih sayang” dari pasangannya. Saran saya, coba selidiki seperti apa masa kecil pasangan anda. Anda perlu berjiwa besar dan berikan kasih sayang yang tulus, berbicara dari hati ke hati agar pasangan anda bisa berubah. Ingat, butuh jiwa yang besar untuk bisa melakukan semua itu. Harus ada pihak yang mau mengalah, bahkan sekalipun anda tidak bersalah… kadang pihak yang tidak bersalah pun harus mau berkorban dan mau disalahkan agar hubungan bisa harmonis kembali.
Terakhir, faktor dari anda sendiri sebagai suami/istri. Jika anda merasa dan menyadari bahwa memang selama ini anda egois terhadap pasangan anda, anda sudah tidak jujur dan bahkan melukai pasangan anda. Ini saatnya untuk anda berhenti bersikap seperti itu dan meminta maaf serta berubah. Ingatlah, ketika anda sebagai suami/istri melukai pasangan anda, bukan hanya pasangan anda saja yang terluka, tetapi keturunan anda, darah daging anda sendiri bisa terkena dampak dari perbuatan anda.
Pernikahan adalah sesuatu yang harus di jaga. Kalau orang pacaran mungkin bisa putus, tetapi pasangan yang sudah menikah dan bahkan sudah mempunyai anak, hubungan itu harus selalu dijaga dengan hati-hati. Bagaimana untuk pasangan yang belum mempunyai keturunan? Tetaplah jaga pernikahan anda dan jangan menyerah dengan keadaan. Karena apa yang telah dipersatukan dihadapan Tuhan, tidak dapat dipisahkan oleh manusia, kecuali oleh kematian.
Itu sebabnya untuk umat muslim, akad nikah harus dipimpin oleh penghulu, bahkan rata-rata dilakukan di dalam mesjid (kecuali wanita sedang datang bulan maka akad nikah tidak bisa dilaksanakan di mesjid). Karena melalui akad nikah, maka hubungan antara dua insan yang saling bersepakat untuk berumah tangga diresmikan di hadapan manusia dan Tuhan (sumber http://id.wikibooks.org/wiki/Tahu_Sama_Tahu/Menikah/Akad_nikah)
Dan untuk umat kristiani ada yang namanya Pemberkatan Nikah. Itu pun di pimpin oleh pastur/pendeta dan dilaksanakan di gereja. Untuk umat Hindu dan Budha pun sama saja… ada acara-acara ritual keagamaan yang harus mereka jalankan. Karena pernikahan itu bersifat kudus dihadapan Tuhan.
Ingatlah, tetap jaga pernikahan anda semaksimal mungkin. Keputusan yang anda buat hari ini, akan menentukan seperti apa anda di tahun-tahun yang akan datang. Dan satu hal yang tidak boleh dilupakan, apabila badai menerpa rumahtangga anda… jangan lupakan Tuhan. Selalu ada Tuhan yang pasti akan memberi kekuatan dan penghiburan. Rencana Tuhan selalu indah tepat pada waktuNya.

Kamera Pengintai

Minggu kemarin salah satu teman aku yang dari batam bercerita tentang hal yang cukup mengerikan. Kebayang gak sih, ada temannya yang mengalami tragedi pembunuhan di apartementnya.  Pokoknya seram sekali deh ceritanya… Kabar burung mengatakan kalau pembunuhan itu terjadi karena masalah pekerjaan.

Akhir2 ini banyak banget yah kasus begitu. Baru2 ini lagi hot berita tentang sang mantan yg tega membunuh karena sakit hati. Benar-benar mau kiamat kali dunia ini. Inti dari semuanya kita emang harus banyak-banyak berdoa biar kita dilindungi oleh Sang Pencipta.

Btw lanjut ke cerita teman aku yang dari batam itu, setelah ngobrol panjang lebar, dia merasa sedikit was-was katanya. Kemudian aku menyarankan “Gimana kalau di rumahnya di pasang kamera pengintai saja?”

Wah, keren juga ya kalau di rumah ada kamera pengintai… tapi harga kamera begitu pasti mahal…

Akhirnya setelah tanya-tanya teman aku yang lain, ada kamera pengintai yang harganya murah dan bisa di connect / di akses dari iphone, ipad, 3g phone, dan smartphone.  Harganya pun relatif murah… hanya 1.350.001 rupiah.   Terus juga bisa mengirim email otomatis deh klo gak salah klo camera menangkap ada wajah asing.

Of course untuk harga sebuah cctv dengan fitur yang relatif lengkap, harga segitu termasuk murah. Apalagi teman aku bilang kalau camera ini cocok untuk pengawasan pada malam hari atau di area dgn tingkat pencahayaan rendah karena telah dilengkapi 12 LED Infrared CUT-filter. Kontras dan detail gambar tetap terlihat maksimal. Selain itu night visionnya dapat menjangkau hingga jarak15-20m.   Wewwwww… seriusss???

Dengan semangat 45, dia menunjukan camera yang dia maksud waktu aku berkunjung kerumahnya dan dia pun menunjukan bagaimana camera itu bisa di akses di iphone miliknya. Wahhhh dalam hati sempet mikir, boleh juga tuh… Apalagi di jaman yang serba mengerikan begini, banyak kejahatan yang terjadi… seperti kemarin di berita aku nonton ada perampokan di sebuah toko, suaminya di tusuk berkali-kali… tentu saja dengan adanya camera, sangat membantu apabila terjadi kejahatan.

Sempet tertarik dan terpikir juga untuk pasang camera pengintai di rumah… Nah, untuk teman-teman yang mungkin tertarik, aku hanya share aja… link ini aku dapat dari teman aku yang sudah punya camera tersebut… ini link nya

Klik Di Sini

Kalau mau info lebih detail, coba aja klik link itu, takutnya penjelasanku tadi ada yang salah… transaksi di situ di jamin aman, karena mereka pakai sistem transfer rekening bersama. Kalau menggunakan rekber (rekening bersama), setelah si pembeli transfer ke rekber, maka si penjual tidak akan bisa mencairkan uangnya apabila barang belum di terima si pembeli. Dan kalau barang tidak kunjung datang, maka uang yang di transfer tadi bisa kita ambil lagi. Begitu kata teman aku.

Semoga bermanfaat yah ^_^

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 334 pengikut lainnya.