Posts from the ‘Curhatan kosong’ Category

Ini Ceritaku, Apa Ceritamu?

Ceritanya aku di ajak ikutan oriflame sama mantan Branch Manager di tempat aku kerja.

Denger kata oriflame, gimana yahhh… wah, nti di suruh jualan lagi, malah barangnya mehong-mehong alias mahal… itu sih kesan pertama… Ternyata kata si calon upline, ikuti aja dulu training nya… Pasti mindset nya berubah…

Well… sebenernya aku pernah 2 kali join oriflame, tetapi selalu non aktif… Hahaha… produknya memang bagus, krn dulu aku pernah coba dan pernah pakai. Berhubung katanya dibayarin, jadilah aku masuk jd member oriflame di group D’Flame.  Jadi, ini yang ketiga kali aku join jd member.  Hahaha… maruk amet sampe 3 kali… wkwkwk

So… Setelah jalani, ehhh… ternyata group yang aku ikuti ini beda banget dari 2 group sebelumnya. 180 derajad beda. Di situ aku di suruh ikut training online via telegram dan facebook. Group yang satu ini tidak mengharuskan tim nya utk jualan. Nah looo… aneh kan??? Justru kita di bimbing utk memperluas jaringan.  Yang lebih kerennya lagi dari group D’Flame, aku cukup ajak org yang mau tau ttg oriflame untuk dikenali ke upline, terus nanti upline kita yang followup. Klo tmn yg kita ajak kenalan ke upline kita itu mau join, nanti org tersebut akan dimasukan di bawah jaringan kita. Secara gak langsung, upline yang kerja utk prospek, kita hanya kenali orang aja.  Keren kan??? Bener-bener simple. Upline kita itu bener-bener backup kita dan support kita sampai kita bisa punya jaringan sndiri. Dan mungkin kita baru dilepas sendirian setelah kita bisa mencapai level 21%.  Upline aku sendiri, sudah di level 21%, bonus bulanannya udah di atas 10juta. Dan amazingnya, dia itu seorang lelaki. Hehe gak kebayang lelaki bisa join oirflame. Pertanyaannya, kok bisa ya dia mencapai 21% padahal dia cowok? karena dia juga dulu di support uplinenya utk bisa menjadi 21%.

Dari pengalamanku 3 kali ikut member oriflame, ternyata ada 3 jenis type org yg ikut oriflame.

  1. Hanya sebagai pemakai (lumayan beli barang bisa dengan harga member, yaitu dapat discount 23% dari harga katalog.
  2. Sebagai penjual (lumayan dpt keuntungan sebesar 23% masuk ke kantong sendiri. Tapi klo hny type penjual, kita tdk akan mendapat gaji bulanan dari oriflame dan tdk mendapat pasif income. Paling hanya bonus2 produk saja kalau bisa tutup poin.)
  3. Sebagai pebisnis. (Di sini, kita hanya perlu melakukan transaksi sebanyak 100 BP,  kemudian kita cari org utk dikenali ke upline utk dijelaskan ttg bisnis oriflame. Kita bener2 mengembangkan jaringan sebanyak2nya, kenali orang sebanyak2nya ke upline utk di ajak join, dan poin dari orang-orang yg join di bawah kita, nanti akan menjadi poin group kita sendiri. Dengan kata lain, poin bulanan kita di kumpulkan bukan berdasarkan penjualan/pembelian pribadi, tetapi juga di akumulasikan dengan poin yg dihasilkan oleh temen2 di bawah kita. Dan artinya, semakin banyak jaringan, semakin banyak poin group, maka semakin banyak juga penghasilan bulanan kita.)

Dari ketiga Type itu, kamu pilih yang mana??? Klo aku jelas mau pilih yang nomor 3, yaitu jadi Pebisnis.

Nahhh… group yang aku masukin ini ternyata type group yang mengutamakan membernya utk menjadi Pebisnis. Beda banget dengan group2 yang aku ikuti dahulu kala… Hehehe…

Di group D’Flame ini, Upline kita punya tugas dan tanggung jawab mendukung kita agar setiap bulan kita bisa naik level dan naik bonus. Makanya di sini, aku tidak diharuskan utk jualan sebanyak-banyaknya. Cukup tutup poin 100 bp (artinya penjualan sekitar 700ribuan harga member), setelah itu cari orang-orang utk dimasukan kejaringan kita.

Enak nya lagi, di sini justru upline kita lah yang bekerja keras dalam hal memberi prospek dan penjelasan, sampai orang itu ngerti bahwa di group ini, kita tdk harus menjual, tetapi mengembangkan jaringan sebanyak2nya.

Keren banget ya… Apalagi klo jadi member, selain keuntungan 23% dari harga katalog, tapi juga ada bonus program WP (Welcome Product), selama 3 bulan berturut2. Aku aja tidak menyangka kalau aku bisa berhasil mendapatkan bonus lipstik dan panci dari oriflame. Hehehe semua karena campur tangan Tuhan dan dukungan dari tim upline di atasku. Mereka benar2 tidak melepaskan aku sndirian. Mereka ajarin aku caranya agar bisa sampai ke level 21%.

Itu gambar panci dan lipstik yang aku peroleh bulan ini.   Keren banget kaaaannn…

Untuk promo Mei ini sendiri, kalau ada yang mau join, cukup bayar 19.900 doang. Udah gitu dapat program WP1 sampai WP3 seperti di gambar di bawah ini.

Wewwww… hadiah WP nya kok lebih keren dari waktu aku join kemarin yaaaaakkk…. hizzz…. Tp gpp lah… mgkn emang rejeki org2 yg join bulan Mei ini kali ya…

Nah, buat temen-teman yang tertarik ikut di group D’Flame,  atau mungkin yang udah pernah join tapi gak aktif dan mau ikut di group D’Flame, bisa contact Lia ya… Siapapun kamu, apapun profesi kamu, baik karyawan, ibu rumah tangga, bahkan anak kuliahan pun bisa kok… Salah satu tentor aku di D’flame namanya Vanessa, dulu waktu dia join, saat itu status dia masih anak kuliahan. Sekarang posisinya sudah di atas senior manager dan penghasilannya jangan di tanya deh, pastinya di atas belasan juta… itu karena jaringannya sudah luasssss buangeeeetttt… Makanya, mindsetnya jangan menjadi pemakai dan penjual saja, tapi jadilah pebisnis.

Tidak pernah ada kata terlambat. ayo kita sama-sama wujudkan impian kita. Contact Lia di nomor Whatsapp : 087798968787

Nanti kita sama-sama belajar dan diajarin serta di bantu sampai kita bisa naik ke level 21%.  Pokoknya dijamin, mindset kita berubah setelah kita ikuti training2 online nya…

Kemarin aku ikut training tentang Integrity, dan bulan Mei ini aku diikutsertakan dalam training Hypnosell and Mentality… Di group ini memang banyak banget training2 nya.  Modalnya jadi pebisnis oriflame memang murah, yang banyak itu adalah KEMAUAN UNTUK BELAJAR dan IMPIANNYA yang harus besar. Setiap minggu nya selalu ada training, dan training2 ini bermanfaat juga utk kehidupan sehari-hari. Kita bisa jadi manusia yg lebih positif thinking dan hidup lebih easy going.

Percaya deh… bersama kita bisa, bersatu kita kuat utk mencapai impian2 kita.

Yang mau tau lebih detail, bisa langsung wahtsapp ke : 087798968787

Iklan

Kunjungan Dari Marga – Desperate bangeeeeeetttt

Hari jumat yang lalu, tepatnya tanggal 14 April 2017, aku dan mama pergi ke lempasing untuk mencari ikan. Suasana disana cukup ramai. Lempasing terkenal dengan julukan Pasar Ikan Termurah dan Tersegar, karena memang ikan-ikannya di ambil langsung dari pantai. Aku melihat beberapa perahu nelayan di ikat menggunakan tali di pinggir pantai.  Tiba-tiba aku jadi ingat kisah Petrus seorang nelayan ikan dalam kitab suci orang nasrani.

Akhirnya setelah lelah keliling, aku dan mama memutuskan untuk pulang ke rumah. Sesampai di rumah, kami dikejutkan dengan beberapa orang tamu dari Marga Panggabean Lumban Siagian.  Mereka semua duduk di teras, mungkin ada sekitar 8 orang yang datang. Mereka datang untuk membahas seputar pernikahan adik bungsuku di Jogja.

Entah apa hanya perasaanku yang sedang sensitif, aku seperti merasa mereka memandangku dari atas kepala hingga ujung kaki.  Aku tidak tau apa yang ada dalam pikiran mereka, aku tidak berani me’reka-reka. Hahaha… dalam hati aku hanya bisa tertawa sedih.  Ternyata seperti ini rasanya di lengkahi nikah oleh adik. Kenapa aku merasa mereka seperti memandangku dengan cara pandang yang aneh?  Memang apa salahnya kalau dilengkahi nikah?

Awalnya memang aku yang memaksa adikku untuk menikah.  Aku melihat adik ku pacaran sudah hampir 10 tahun. Dan ketika aku mengikuti ibadah sore, aku tau Tuhan berbicara dengan jelas dalam hatiku. Bahwa aku harus merelakan adikku menikah duluan.  Setelah pulang dari ibadah, aku langsung telepon adikku itu dan mengatakan kapan mereka menikah? Masih ingat dengan jelas bagaimana suara adikku terdengar kaget ketika aku menanyakan hal itu. Dia mengaku belum siap. Lalu aku bilang, siap tidak siap harus menikah. Sudah hampir 10 tahun mereka pacaran. Bahkan aku bilang, tentang dana nanti di bantu.  Setelah itu, malam nya aku langsung bicara dengan mama, dan mengatakan bahwa adikku itu harus menikah.

Singkat cerita, akhirnya Awal Mei nanti mereka melangsungkan pernikahan. Tapi aku tidak menyangka bahwa reaksi para orangtua batak bisa seperti itu terhadapku. Mereka justru bertanya-tanya tentang nasibku.  Memangnya ada apa dengan nasibku? Kenapa aku jadi merasa dikucilkan begini? Apa memang semua kakak di dunia ini mengalami apa yang aku alami? Memang usiaku sekarang sudah 35 tahun. Lalu kenapa dengan usia 35 tahun??? Ada perasaan kesal, marah, kecewa… Padahal awalnya aku lah yang membuka pembicaraan tentang pernikahan adikku itu, aku yang membujuk mama untuk menerima calon istri adikku itu, karena memang calon adik iparku itu berasal dari suku Jawa. Aku bilang kalau suku bukan masalah, yang penting mereka hidup rukun dan bahagia.

Semakin ke sini, aku merasa justru sepertinya keluargaku sendiri tidak melibatkanku tentang pernikahan adikku itu. Mereka seolah takut aku merasa sedih jika membahas pernikahan adikku itu. Mereka lupa, kalau aku lah awalnya yang mendesak agar pernikahan itu cepat terjadi. Aku merasa diabaikan. Aku merasa seperti oranglain yang hanya sekedar di undang datang ke pesta.  Ada perkumpulan / pertemuan / progress tentang acara pernikahan ini, aku tidak tau sama sekali.   Tiba-tiba saja, ketika aku telp adikku untuk pemesanan tiket, ternyata saat itu abangku yang kedua sedang ada di jogja, dan mereka disana sedang kumpul2 semua saudara untuk membahas pernikahan adikku itu.  Kalau aku tidak telpon, aku tidak akan tau. Aku merasa seperti oranglain, dimana mereka hanya sekedar mengundangku utk datang di hari H, setelah itu pulang.  Apa salahku sehingga aku harus diperlakukan begini? Kalau aku belum menikah, menurut mereka itu salah siapa? Siapa yang membuat aku belum menikah sampai sekarang??? Ketika ada seseorang yang sungguh-sungguh kepadaku, mama langsung menolak dengan alasan ini dan itu, dimana pada akhirnya aku tau alasan mama hanyalah, “aku tidak boleh keluar dari Lampung karena aku harus mengurus abangku yang difabilitas itu! Seandainya saja Bapak masih hidup. Aku sangat merindukannya. (Mulai kumat deh melankolisnya…. hadehhhhh…)

Perasaanku benar-benar campur aduk. Sedih, kecewa, marah, dan diabaikan. Aku berharap ada seseorang yang berkata kepadaku seperti ini…  “Tenang aja Li, semua akan baik-baik saja. Tidak apa-apa, kamu pasti bisa melaluinya. Kamu tidak sendiri karena ada Aku di sini menemanimu.”

My Memory

Tadi sewaktu membawa kendaraanku menuju kantor, tiba-tiba teringat kenangan 11 tahun yang lalu.

Entah kenapa tiba-tiba teringat hal itu. Itu kenangan terindah yang pernah ada dan tidak mau aku lupakan.

Saat itu, pertama kali aku merantau keluar dari Lampung. Pertama kali menetap di Jakarta dalam waktu yang lama, tanpa ada kenalan siapapun, tanpa ada orangtua yang mendampingi, tanpa ada saudara yang bisa di ajak bicara.

Beberapa bulan kemudian, aku mulai terbiasa dengan situasi di sana. Kemudian, entah bagaimana aku mengikuti sebuah perkumpulan anak muda, dan di situ lah untuk pertama kalinya aku memiliki band sendiri.  Only One Band. Itu namanya. Aku jadi senyam senyum sendiri kalau ingat hal itu.

Di sana lah gambar diri dan rasa percaya diriku terbentuk. Aku bertemu dengan orang-orang yang baik. Di sana aku mengasah kemampuan bermusik ku. Saat-saat yang paling menyenangkan adalah saat latihan musik bersama.

Sampai akhirnya O2 Band diundang untuk bermain musik di sebuah acara. Aku lupa berapa lagu yang kami mainkan, mungkin 10 lagu. Suara gegap gempita terdengar riuh. Aku masih ingat bagaimana suara sorak sorai dan tepuk tangan dari semua yang hadir. Ahk, debaran jantung itu, ada rasa puas saat melihat mereka menikmati permainan musik kami. Sungguh menyenangkan sekali.

Setelah itu, tentu kami rutin mengadakan pertemuan dan latihan band bersama. Sampai akhirnya, aku memberanikan diri mengatakan bahwa aku menciptakan beberapa buah lagu.  Sejak SMP aku suka menciptakan lagu. Lagu-lagu itu aku simpan sendiri dalam sebuah rekaman kaset. Teman2 band ternyata menyambut antusias terhadap perkataanku itu. Akhirnya kami resmi meng-aransemen lagu ciptaanku. Sedikit deg-degan saat pertama kali melihat mereka mendengarkan beberapa lagu-lagu ku. Kami mulai punya rencana untuk membuat album rekaman.

OMG, album rekaman man!!! Itu impianku sejak SMP. Aku ingin semua lagu-laguku didengarkan banyak orang. Aku ingin memiliki album rekaman sendiri. Dan saat itu, aku benar-benar bahagiaaaaa sekali. Impian itu, seperti sudah ada dalam genggamanku. Aku punya band sendiri, kami melakukan beberapa konser dan pentas. Dan sekarang, kami akan membuat rekaman album “Lagu-lagu ciptaanku”.

Tak terasa aku mengendarai motor  sudah melewati jembatan Natar. Aku benar-benar tenggelam dalam memory ku saat aku mengendarai motor pagi ini. Melewati jembatan natar, pikiranku kembali melayang pada kenangan 11 tahun yang lalu. Mungkin di motor aku senyum-senyum sendiri. Entahlah. Aku tidak peduli. Aku tidak mau melupakan masa-masa itu. Masa-masa dimana aku pernah benar-benar merasa bahagia, dimana aku tidak mengkhawatirkan apapun. Aku hidup dalam dunia yang aku sukai. Aku memiliki teman-teman yang baik, yang mau menerimaku apa adanya, yang menjagaku dari hal-hal yang tidak baik. Mereka semua benar-benar orang baik.

Akhir Desember 2006, aku harus kembali ke Lampung untuk merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluargaku di Lampung. Masih ingat bagaimana teman-teman band ku mengantarku. Aku melambaikan tangan ke mereka, dan berkata “Sampai ketemu tahun depan yaaaa…”

Ya, tahun 2006 kami mempersiapkan banyak hal. Dari latihan musik, aransemen nada, dan akhirnya rekaman di studio. Tidak henti-hentinya pikiranku memikirkan hal itu selama di travel. Aku juga tidak sabar ingin menceritakan kepada Bapak mengenai hal ini. Saat itu Bapak aku masih hidup.

Di keluarga, aku hanya terbuka terhadap bapak. Aku bisa bebas menceritakan apapun, baik tentang pria, pekerjaan, dan lain-lain. Aku selalu curhat ke bapak. Dan aku ingin memberikan kabar bahagia ini kepada bapak sebagai surprise, bahwa akhirnya aku bisa rekaman di studio, dan amazing nya lagu-lagu ku lah yang di nyanyi kan.

Tapi, kenangan tinggal kenangan… Tanggal 6 Januari 2007  Bapak meninggal dunia. Masih ingat, ketika selesai pemakaman, keluarga berkumpul dan memintaku untuk pindah dari Jakarta dan stay di Lampung untuk menemani mama. Aku hanya bisa terdiam, terpekur menatap tikar tempat alas duduk kami. Tikar itu berwarna merah, sebagian sulaman nya sudah koyak di tengah.

Di kamar, aku hanya bisa menangis sendiri. Bagaimana dengan impianku? Bagaimana dengan Only One Band? Bagaimana dengan lagu-lagu ku? Kami sudah latihan, kami sudah menghabiskan waktu dan energi untuk aransemen, dan tinggal sedikit lagi akhirnya kami masuk studio rekaman. Sedikit lagi!

Akhirnya dengan berat hati aku memutuskan pindah dari Jakarta. Teman-teman bandku pun tidak bisa berkata apa-apa lagi. Januari 2007 aku kembali ke Jakarta utk mengambil semua barang2 ku. Aku sudah mengajukan resign dari kantor. Hari terakhir aku di Jakarta, saat itu…. Tim Only One Band berkumpul. Di situ aku mengatakan kabar buruk bahwa aku harus pindah dari Lampung. Selama beberapa lama, kami terdiam. Suasana hening. Benar-benar tidak ada yang berkomentar. Aku tidak menangis. Tidak ada yang menangis. Aku memang tidak bisa menangis di depan orang. Ketika bapak meninggal, aku juga tidak menangis di depan para pelayat. Tetapi di kamar, aku menangis sendirian. Aku ini aneh ya…

Pikiranku kembali ke dunia yang sesungguhnya saat motorku mulai memasuki area perkantoran. Kenangan itu, aku tidak mau melupakannya. Moment paling bahagia dalam hidupku. Di sanalah gambar diri dan rasa percaya diriku terbentuk.

Sewaktu kecil, aku termasuk anak yang pendiam, pemurung, dan tidak memiliki banyak teman. Sewaktu SD, ketika jam istirahat berbunyi, dimana anak-anak lain berlarian main keluar halaman, aku malah lari ke dalam toilet dan bersembunyi disana. Ketika SMP, aku lebih suka menghabiskan waktuku di kamar sambil bermain gitar, dan mulai lah aku menciptakan beberapa buah lagu. Ketika SMA, aku tetap seorang gadis pendiam yang tidak memiliki banyak teman, bahkan sekalipun saat itu aku ikut dalam OSIS, tapi aku tetap dikenal sebagai gadis pendiam. Saat kuliah pun, demikian. Aku beruntung memiliki sedikit kecerdasan. Walau mungkin ada beberapa orang yang mendekatiku dan berteman denganku hnya krn kecerdasanku, rata-rata mereka hanya ingin mencontek jawabanku. Aku mengira, bahwa orang2 mendekatiku karena mereka menginginkan sesuatu.

Tetapi ketika aku berada di Jakarta, bertemu dengan orang-orang baik. Mereka berteman denganku bukan karena mereka hanya ingin memanfaatkanku saja. Mereka benar-benar menjadi teman dan saudara yang melindungi. Mereka lah yang membantuku mengubah pola pikirku, sehingga saat ini aku bisa hidup seperti ini.  Kenangan itu, aku tidak ingin melupakannya. Walau akhir kisah dari kenangan itu tetaplah sebuah perpisahan, tapi aku beruntung Tuhan memberiku kesempatan utk merasakan moment bahagia itu. Terimakasih kepada Tuhan Yang Esa, yang menciptakan langit dan bumi. Terimakasih untuk semuanya.

 

Mungkinkah Abangku Yang Penyandang Difabilitas Itu Sembuh?

Memiliki seorang saudara penyandang difabilitas benar-benar merupakan tantangan tersendiri.  Jujur, aku akui kalau seringkali aku merasa lelah dengan semua ini. Akhir-akhir ini perasaanku agak tidak menentu. Rasanya ingin teriak sekencang-kencangnya.

Di rumah, sering aku kehilangan kendali dan secara tidak sadar, mungkin sikapku menyakiti hati abangku yang penyandang difabilitas itu. Entah dia mengerti atau tidak, entah dia sakit hati atau tidak, aku tidak tau. Tapi, setiap aku berlaku agak diluar kendali, rasa penyesalan dalam hatiku begitu dalam seolah-olah menampar wajahku bertubi-tubi.

Aku sedih, frustasi, hampir putus asa. Sampai kapan abangku seperti itu? Kasihan sekali melihat abangku itu. Andai aku tau apa yang ada di dalam hatinya, apa keinginannya, dan bagaimana menyenangkan hatinya. Entahlah…

Agustus nanti usianya menjadi 40 tahun. Namun sikap, prilaku, tindakannya tidak seperti seorang pria dewasa berusia 40 tahun.  Dia seperti anak-anak. Cara makannya seperti anak-anak. Dia masih belum bisa memilih bajunya sendiri untuk dia pakai. Kadang dia masih merasa takut untuk tidur sendirian. Caranya bicara, bagaimana dia menjelaskan apa yang ada dalam pikirannya, semua seperti seorang bocah berusia 10 tahun.

Jujur, aku sedih melihat dia seperti itu. Kadang aku pernah berpikir, andai aku tidak mempunya seorang abang yang seperti itu, mungkin saat ini aku sudah menikah dan memiliki beberapa orang anak. Mungkin…

Satu hal yang paling membuatku merasa frustasi adalah “sepertinya” tidak ada dari saudara-saudaraku yang lainnya yang peduli dengan abang sulung kami itu. Padahal Abangku itu punya 3 orang adik.  Kemana yang 2 orang adik lainnya lagi? Apa bagi mereka mengirim uang saja cukup?

Ketika mereka datang berkunjung ke rumah, apakah ada inisiatif dari mereka untuk bicara dengan abang sulungku itu? Apakah mereka ada inisiatif mengajak abang sulungku makan bersama? Atau mungkin mengajak nonton tv bersama? Atau melakukan aktifitas apapun bersama? Apakah mereka pernah mengajak abangku itu keluar hanya untuk keliling-keliling saja? Adakah??? Tidak ada! Aku marah, sangat marah. Mereka hanya mau mengajak abangku keluar kalau aku atau mama ikut dengan mereka. Menyedihkan sekali.

Mereka mungkin sudah bekerja, penghasilan mereka besar, namun apakah mereka berhak memperlakukan abang kami seperti itu? Mereka datang berkunjung ke rumah, yang mereka lakukan hanyalah berdiam di kamar masing-masing, sibuk dengan HP mereka masing-masing, sibuk dengan dunia mereka dan kesenangan mereka sendiri. Mereka hanya berbincang-bincang, tanpa menghiraukan abang sulungku yang sibuk mundar mandir tidak jelas.  Adakah inisiatif dari mereka untuk merangkul abang sulungku itu? Setiap aku bertanya, alasan mereka adalah karena mereka lelaki dan aku wanita sehingga sifat peduli mereka tidak seperti aku. Omong Kosong!  Itu semua hanya alasan saja!

Ketika mereka datang ke lampung, apakah mereka pernah ada inisiatif untuk menjumpai psikiater abangku dan bertanya secara pribadi mengenai perkembangan abangku itu? Tidak ada! Omongan mereka besar, seolah-olah merekalah orang yang paling peduli dengan abang sulungku itu. Mereka bilang, mereka sering memikirkan abang sulungku itu sekalipun mereka tinggal di luar kota. Omong Kosong! Untuk apa mereka memikirkan, tapi ketika mereka ada di lampung, sikap mereka cuek dan acuh tak acuh. Hahhhhh… memikirkan apanya?!

Kenapa? Kenapa? Kenapa????

Kenapa aku merasa semua beban harus dilimpahkan kepadaku? Kenapa mama hanya menuntutku untuk begini dan begitu, harus begini dan begitu, dan kenapa mama tidak pernah menuntut hal yang sama kepada kedua saudara lelakiku yang lainnya itu?

Aku marah dengan ketidakpedulian mereka semua. Aku takut, suatu saat aku akan meledakan semua sakit hati dan kecewaku ini, dan akhirnya semua justru menjadi berantakan.

Haruskah aku mengalah terus sampai akhir hayatku? Apakah aku tidak berhak untuk bahagia? Aku seorang wanita yang sudah berusia 35 tahun. Aku ingin menikah seperti teman-temanku yang lainnya. Jika bukan karena Tuhan, mungkin aku sudah lama menyerah dengan kehidupan ini. Aku hanya ingin abang sulungku itu sembuh, sehingga tidak ada lagi orang-orang yang menganggapnya rendah, dan adik-adiknya bisa menghormatinya sebagai seorang abang. Seperti yang seharusnya.

Cinta Terbaik

Entah bagaimana mengungkapkan apa yang ada dipikiranku saat ini. Aku mengalami beberapa hari yang berat. Sangat berat. Entah lah, kadang aku berpikir, sungguh alangkah baiknya jika aku dilahirkan dari suku yang berbeda. Mungkin akan lebih baik juga jika aku memiliki seorang saudara wanita. Menjadi anak wanita tunggal dalam keluarga dari suku batak, membuatku sangat tertekan. Teramat sangat tertekan sekali.

Kadang hati berpikir, jika saja Alm. Bapak tidak memberikan pesan kepadaku sebelum kepergiannya, mungkinkah aku tetap bertahan di rumah?

Teman-teman selalu menganggap aku wonder women. Seorang wanita yang penuh dengan sikap positif dan optimis. Ya, memang aku akui, aku selalu memaksakan diriku untuk selalu berpikiran positif. Fokus pada solusi, bukan pada masalahnya. Itu lah yang selama ini berusaha aku terapkan dalam hidup.

Namun, kadang ada rasa lelah… Aku juga wanita biasa. Aku juga punya ketakutan dalam hidup. Rasanya saat mereka bilang, mereka ingin menjadi sepertiku, alangkah enaknya menjadi aku, hati ini ingin berteriak kencang sembari berkata, “Aku tidak seperti itu! Aku tidak seperti yang kalian pikirkan! Aku juga manusia! Aku butuh seseorang!”

Ada rasa lelah menghinggapi hatiku, saat aku harus selalu mendengarkan, dan dimintai solusi. Seorang psikiater dan psikolog ternama pun pasti pernah merasa letih dan lelah. Aku manusia biasa.

Sampai suatu hari, aku merasa menemukan seseorang yang bisa mengerti dan memahamiku. Ternyata seperti ini rasanya diperhatikan, dipedulikan, dan dimengerti. Aku sempat terpana dan tercengang ketika suatu hari dia menelponku dan berkata bahwa tiba-tiba hari itu dia selalu teringat diriku, dan dia menanyakan apakah aku sedang ada masalah? Jujur, saat dia telpon, saat itu adalah saat-saat aku menghadapi suatu pergumulan yang sangaaaaat berat dan tidak seorangpun yang tau.

Dan dia, satu-satunya orang yang bisa peka terhadap situasiku. Jujur, dia bahkan lebih baik dari cinta pertamaku. Selama ini aku berpikir, tidak ada yang lebih baik dari cinta pertamaku. Untuk pertama kalinya aku menemukan seseorang yang tidak hanya selalu ingin di dengarkan, tetapi seseorang yang mau bertanya dan mendengarkanku.  Untuk pertama kalinya aku merasa TIDAK berada di posisi yang harus selalu mendengarkan dan seolah-olah dituntut untuk memberikan jalan keluar.

Aku sadar, ada rasa saling membutuhkan di antara kami berdua. Rasa saling itu yang membuatku begitu nyaman berada di dekatnya. Sifat, sikap, dan tanggung jawabnya itu mendekati sempurna seperti yang aku inginkan. Dia tidak menganggap aku wanita wonderwomen. Dia tau aku juga wanita yang lemah.

Aku masih ingat, bagaimana dia rela menyemir rambutnya hanya untuk bertemu denganku. Sekalipun dia tau bahwa dia alergi terhadap semir rambut. Aku tau dia ingin tampil baik di depanku. Jujur, aku kasihan melihat dia merasa kesakitan karena kulit kepalanya luka-luka akibat alergi terhadap semir rambut. Ada hal-hal yang sulit aku sampaikan, tapi aku cukup mengagumi sikapnya yang ingin selalu mau bertanggung jawab dan melindungi.

Tapi, kenapa cinta terbaik yang aku rasakan hanya sekilas saja? Perbedaan suku yang cukup kontras, perbedaan lokasi yang jauh sehingga membuat mama menentang keras hubunganku. Dan aku harus kehilangan dia. Pria dewasa yang  bisa membuatku merasa berarti, membuatku merasa dia sungguh-sungguh mengenalku. Dia lebih baik dari cinta manapun yang pernah singgah di hatiku.

Aku kehilangan dia. Dan aku merasa sangat sedih. Hanya di blog ini aku bisa mencurahkan semuanya. Mengapa? Karena semua orang yang mengenalku menganggap aku ini wonderwomen yang tidak pernah bisa merasa sedih dan frustasi. Mereka terlanjur men-judge ku sebagai wanita mandiri super yang tidak membutuhkan pertolongan apapun.

Suatu sore, saat pulang kerja. Aku bertanya dengan serius kepada mama, apakah mama tidak akan pernah merestui jika aku mendapatkan pria yang tinggal diluar kota? Aku tau mama takut aku pergi dari Lampung. Mungkin mama ingin melimpahkan tanggung jawab mengurus abang sulungku yang penyandang difabilitas itu kepadaku.

Kadang aku merasa hidupku ini tidak adil. Mengapa, kenapa, bagaimana? Semua pertanyaan itu berputar dikepalaku. Tidak kah mama melihat bagaimana sikapku selama ini? Sampai kapan pun, aku tidak mungkin lepas tangan dari abang sulungku. Aku mengasihi abang sulungku dan aku pasti akan berusaha merawatnya sebaik mungkin… Kadang ada rasa iri menghinggapiku, alangkah enaknya saudara lelaki ku yang lainnya. Mereka bisa memilih pasangan mana saja yang mereka suka. Mereka bisa hidup di kota mana saja yang mereka suka. Mengapa aku harus dilahirkan sebagai anak wanita tunggal di keluarga batak? Mengapa abang sulungku tidak bisa hidup normal? Dimana letak salahnya? Yah, itu sebagian pertanyaan bodoh yang sering terbersit di benak ku.

Aku ingin bahagia. Saat dia mengajakku lari… “Ayo kita kawin lari” begitu katanya berulang-ulang kali… Jujur rasanya, saat itu, aku ingin segera lompat terbang ke tempat dia berada dan tinggal bersamanya selama-lamanya. Tapi, masalahnya tidak semudah itu. Aku punya mama dan seorang abang yang harus aku urus. Aku tidak sanggup menghancurkan perasaan mama dan membuatnya sendirian seperti itu. Bahkan sekalipun aku sering merasa mama tidak adil terhadapku, tapi aku mengasihi mama. Dan juga… Alm. Bapak pernah memberiku beberapa amanah. Saat itu aku masih kerja di Jakarta, tiba-tiba saat malam, bapak telepon dan mengatakan banyak hal. Salah satunya, aku harus selalu mendengarkan mama. Sebulan kemudian, setelah telepon itu, bapak meninggal.

Kadang, di dalam kelemahan dan keputus-asaan, aku sering berkata “Mengapa aku harus bertemu dia jika pada akhirnya hanya akan melukaiku? Mengapa Tuhan ijinkan semua ini terjadi?”

Saat ini, aku seperti hidup tanpa tujuan. Seperti hilang arah. Pergi pagi, pulang sore, melakukan aktivitasku seperti biasa. Setelah itu bengong sebentar, gitaran sebentar, kemudian tidur. Keesokan harinya aku akan melakukan hal yang sama, pergi pagi sampai sore, melakukan aktivitas mencari uang, kemudian sampai di rumah aku tidak punya hasrat utk melakukan apapun, bahkan menonton televisi pun aku malas. Hanya bengong dan kadang-kadang memetik gitar.

Aku menabung untuk pernikahanku kelak, tapi apa gunanya itu semua? Apa gunanya tabunganku itu? Toh, masa depanku di atur oleh mama. Aku hanya seorang robot yang tidak punya hak untuk memutuskan apa-apa. Jika saja abang sulungku bukan penyandang difabilitas, aku pasti akan lari dan memutuskan jalan hidupku sendiri.

Aku merindukan perhatiannya. Aku menangis untuk nya. Aku bersedih dan berduka untuknya. Dia lebih baik dari cinta manapun yang pernah aku kenal. Mungkin memang lebih baik aku hidup tanpa cinta. Aku memang tidak beruntung dalam hal percintaan.

Sepenggal Kisah Dari Papua

Papua… mendengar nama itu, yang terbersit dalam benak ku adalah orang-orang berkulit kecoklatan dengan rambut kriting dan wajah yang khas.

Aku tak pernah menyangka bisa berkenalan dengan seorang pria dari Papua. Ayah dari 6 orang anak ini tampaknya cukup baik dan tegar. Selama kira-kira 2 tahun belakangan, dia harus mengurus 6 orang anak, menjadi seorang ayah sekaligus seorang ibu. Tampaknya sangat berat.

Entah mengapa, hati sangat tersentuh dan terenyuh mendengarkan kisahnya. Kadang aku berpikir, kenapa ya Tuhan itu mengijinkan ibu dari ke-6 orang anak ini di ambil? Kasihan sekali. Apa rencana Tuhan di balik semuanya? Pasti sangat menyedihkan harus kehilangan seorang ibu di usia yang masih belia. Sangat menyedihkan. Dan juga, pasti sangat sulit harus membesarkan 6 orang anak sambil bekerja.

Aku pernah berkata kepada temanku ini, kekuatan anak-anak adalah apabila melihat orangtuanya tetap tegar dan tetap tersenyum.  Jangan pernah menunjukan duka di depan anak-anak. Aku tau itu berat, sangat berat. Tapi itu lah yang harus dilakukan. Tetap kuat dan tegar demi anak-anak.

Aku sendiri selalu berdoa agar keluarga itu tetap diberi kekuatan dan ketegaran dalam menjalani hidup.

Di antara kita, pasti ada banyak kisah sedih yang kita alami. Entah itu kehilangan seseorang, kehilangan pekerjaan, di fitnah, di aniaya, kesulitan ekonomi, sakit penyakit, dan lain-lain.  Setiap kita memiliki kisahnya masing-masing. Memiliki kesedihan dan kebahagiaan masing-masing.

Kita sebagai manusia tidak boleh menyerah dengan keadaan. Tidak boleh selalu meratapi nasib, karena di luar sana, ada juga orang-orang yang penderitaannya mungkin jauh lebih menyakitkan dari kita. Itu lah hidup.  Percaya saja bahwa segala sesuatu ada dalam rencana Tuhan, dan rencana Tuhan itu pasti indah. Tak peduli seberapa menyakitkan yang kita alami, aku percaya pada akhirnya, apabila kita tidak menyerah, DIA Yang Maha Esa pasti akan memberi jalan keluar dan kekuatan. Jika Tuhan belum memberikan jalan keluar untuk masalah kita, maka mintalah kekuatan dari DIA dalam menjalani hidup ini. Rencana Tuhan selalu yang terbaik dan terindah. Percaya saja kepadaNya.

Remember, don’t give up!  God love you all.

KECELAKAAN DI HARI ULANG TAHUN KU

29 Januari yang lalu adalah hari ulang tahunku Taukah kalian apa yang aku alami di hari itu? Sekitar jam setengah 11 siang aku pergi ke daerah museum lampung, ketika hendak memutar, aku yakin mobil-mobil sudah berhenti untuk memberiku jalan, namun tiba-tiba saat aku hendak berbelok ada sebuah motor melaju kencang dari arah kiri dan menghantam motorku. Aku terpental kira-kira 10 kaki jaraknya dari motorku. Ketika di udara, seperti adegan slow motion, aku bisa melihat pengendara yang menabrakku ikut melayang dan aku bisa melihat bagaimana badanku menjauhi motorku. Aneh sekali… aku baru tau kalau ternyata adegan slow motion itu bukan hanya terjadi di film-film. Aku benar-benar bisa melihat dengan jelas, dan semua terlihat seperti adegan lambat.

Aku bisa merasakan bagaimana badanku terbanting ke aspal dan yang mendarat lebih dulu adalah daerah sekitar tulang ekorku. Kemudian setelah terbanting aku sempat terguling dan terseret di aspal mengikuti seretan motor si penabrak yang ada di depanku, bahkan aku bisa merasakan bagaimana kasar-nya jalanan aspal menggesek telapak tanganku saat aku terseret.

Saat hal itu terjadi, taukah kalian apa yang aku pikirkan dan katakan di dalam hati??? Aku bilang seperti ini : Please deh Tuhan, ini hari ulang tahunku, masa aku harus kecelakaan?!?

Setelah beberapa saat kecelakaan itu terjadi, aku sempat geleng-geleng kepala sendiri, bagaimana mungkin di saat-saat seperti itu aku hanya mengucapkan satu kalimat tadi??? Aku tidak berdoa minta perlindungan, aku justru bersungut-sungut. Sungguh terlalu!

Sebenarnya aku masih agak bingung, saat aku terseret seperti ada yang mengangkat wajahku dari aspal tinggi-tinggi sehingga aku bisa melihat tubuh si penabrak juga terseret bersama motornya. Tidak terbayangkan kalau wajahku sampai menempel aspal, pastinya aku akan bertambah jelek sekarang ini. Fiuhhhhh… Terimakasih kepada Tuhan yang sudah melindungi wajahku.

Ketika aku merasa badanku berhenti terseret di aspal, selama beberapa detik aku masih terdiam dengan wajah mengangkat ke atas. Aku melihat tubuh si penabrak tidak bergerak sama sekali.

Entah kekuatan darimana aku segera bangkit berdiri, sambil mataku terus melihat tubuh yang tidak bergerak itu. Badannya tertimpa motor dan tangannya terlentang. Aku langsung berteriak, “tolongin orang itu!” Memang agak aneh, melihat ada yang kecelakaan, orang-orang di sekitar justru malah sibuk menjadi penonton dengan wajah mengernyit ngeri dan ketakutan, tapi tidak ada inisiatif untuk menolong. Aku ingin mengangkat motor yang menimpa lelaki tersebut, tapi aku merasa tulang belakangku tidak sanggup mengangkat motor. Tiba-tiba di saat bersamaan aku teringat bahwa jika terjatuh di dearah tulang ekor, itu bisa menyebabkan kebutaan. Sepontan aku langsung mengerjap-ngerjapkan mata dan berdoa, Tuhan aku tidak mau buta! Aku tidak boleh buta! Seketika rasa takut menyergap pikiranku akan kebutaan.

Saat aku berdiri bengong karena merasa takut buta, ada seorang bapak yang membantuku. Dia mengangkat motorku yang tergeletak di tengah jalan, setelah itu dia menghampiriku dan mengecek keadaanku. Lucu, justru yang paling parah seperti tidak di gubris, kenapa mereka malah lebih mengkhawatirkan keadaanku?

Setelah mereka melihat keadaanku tidak apa-apa, orang-orang langsung mengerumuni tubuh yang tidak bergerak itu. Aku masih terkesima dengan kejadian tadi. Sejenak aku memeriksa badanku sendiri, apa yang sakit, bagian mana yang terkilir, apakah ada yang lecet…. aku melihat telapak tanganku…. aku merasa yakin dan pasti bahwa saat terseret tadi kedua telapak tanganku bergesekan dengan aspal, bahkan aku bisa merasakan pasir-pasir kasar terus bergerak menggesek kedua telapak tanganku. Tapi aneh bin ajaib, kedua tanganku utuh dan tidak lecet sama sekali. Kakiku utuh… tidak ada yang luka. Hanya pinggul bagian belakang saja yang sedikit tidak nyaman dan sepatuku dipastikan jebol, kaos kaki ku robek tak karuan, tetapi kaki ku tidak terluka…

Aku bisa bernafas lega setelah melihat lelaki yang menabrakku itu akhirnya sadar dan di bawa ke rumah sakit. Orang-orang seperti melupakanku dan tidak mengingat bahwa kecelakaan itu melibatkan 2 orang yaitu aku dan lelaki itu. Aku kembali memeriksa motorku… sebelumnya aku merasa 90% yakin bahwa motorku stangnya bengkok dan penyok, tetapi setelah aku periksa, motorku tidak lecet, tidak ada yang pecah dan stangnya semua baik-baik saja. Waowwww… Aku baru sadar Tuhan dekat denganku. Dia melindungiku. Yang tersisa dari kecelakaan itu adalah tulang punggung bagian belakangku terasa sakit. Rasa nyeri yang aku rasakan semakin menjadi setelah hari kedua. Apalagi ketika aku di urut, percayalah rasanya benar-benar tidak enak sama sekali.

Btw, sebelumnya ketika aku mengikuti ibadah kaum muda di tempatku, pembicara sempat meminta kami para kaum muda menulis di kertas 3 permintaan yang ingin di capai di tahun 2015 ini, kertas itu di kumpulkan untuk di doakan. Saat menulis 3 permintaan, sempat terlintas dibenakku bahwa aku ingin segera masuk surga tahun ini juga. Hahaha pemikiran yang gila… Aku akui, aku sempat merasa “give up” dengan hidup. Tidak perlu aku ceritakan persoalan yang aku hadapi, tapi aku sempat lelah dengan kekhidupanku. Namun aku mengurungkan niatku untuk menulis hal itu, sebagai gantinya aku menulis “Ingin bertemu dengan Tuhan”.   Aku rasa kalimat itu sudah mewakili maksudku. Saat aku mengalami kecelakaan kemarin, aku seperti mengalami “Perjumpaan dengan Tuhan”.   Mukjizat!

Tepat di hari ulangtahunku, hadiah terindah dari Tuhan adalah kesempatan kedua untuk tetap hidup dan “mengalami perjumpaan dengan Tuhan”.

Cukup jauh aku terpental dari motor dan terseret… aku tidak bisa mengira berapa meter tubuhku dan motorku terpisah, yang jelas cukup jauh… Berulangkali aku mengucapkan terimakasih kepada Tuhan pencipta langit dan bumi, DIA telah melindungiku dan menolongku melewati situasi demi situasi dalam hidupku. Walau aku akui, sering kali aku terjatuh saat menghadapi cobaan hidup, tapi Tuhan tidak pernah menyerah kepadaku. Bahkan saat aku bersungut-sungut ketika mengalami kecelakaan itu, Tuhan tetap menolongku melebihi apa yang aku pikirkan.

God is good all the time, and all the time God is good ^_^

FAUZI PRESIDENT HAMIKU

SUPPORT RIZKY FAUZI SUCCESS with SHARE IT | Setelah DIBACA timbal baliknya harus di-SHARE soalnya gak gratis...

Rizqi Fahma

Make Blogging FUN Again

Ardiantoyugo

Night Riding Without Seeing

Memorabilia

Catatan anak rantau dalam menggapai Impian, Cita-cita, dan Cinta

Timbangan Digital Timbangan Digital

DUNIA TIMBANGAN : 081280780615 / 081291999252 / 08788379511, Timbangan Digital,Timbangan Duduk Digital,Timbangan Duduk,Timbangan Mekanik,Timbangan Salter,Timbangan Duduk Manual,Timbangan Manual,Harga Timbangan,Timbangan Jarum,Timbangan Gantung,Timbangan Analytical,Timbangan Lantai,Timbangan Emas,Timbangan Sapi,Timbangan Gramasi,Timbangan Digital Portable,Timbangan Digital Gantung,Timbangan Cahaya Adil,Harga Timbangan Digital,Timbangan Digital Nagata,Timbangan Nagata,Timbangan Digital Matrix,Timbangan Adam,Timbangan Duduk Jarum,Batu Timbangan,Timbangan Water proof,Timbangan Gantung Jarum,Timbangan Counting,Timbangan Buah,Timbangan Lab,Timbangan Analitik,Timbangan Allegra,Harga Timbangan Duduk,Harga Timbangan Mekanik,Batu Timbangan,Timbangan Chq,Timbangan Water Proof,Timbangan Manual,Timbangan Laundry,Timbangan Quattro,Timbangan ,Timbangan Barang,Jual Timbangan,Timbangan Gantung Digital,Timbangan Gantung,Harga Timbangan,Harga Timbangan Analitik,Harga Timbangan Buah Digital,Harga Timbangan Gantung Manual,Timbangan Gantung,Harga Timbangan Duduk,Harga Timbangan Duduk Digital,Timbangan Barang,Timbangan Gantung Manual,Timbangan,Harga Timbangan,Jual Timbangan Digital

Rizqi Fahma on Wordpress

Think Something, Write Something, Do Something

Agung Pramudyanto

Penulis (sosial politik budaya)

Tech News Blog

Tech news & Rumor

eenendangsarielmuhyiblog

من جدّ وجد

lyzaulmilfa

semoga bermanfaat bagi semua

Catatan si 123154

Aku bukan orang yang hebat, tapi aku mau belajar dari orang hebat; aku orang biasa, tapi aku mau menjadi orang yang luar biasa; dan aku bukanlah orang yang istimewa, tapi aku mau berusaha menjadi yang teristimewa^.^)

dwi sakethi

#inyong-mikir-lo-ya

my simple little things

Mari Berpacu Dalam Menulis

Pakelir3

Generasi Pencinta Seni

dytautami

sekedar cerita

bcrita.com

Bercerita Mengenai Informasi dan Inspirasi Terkini

Beaded jewelry

beaded jewelry

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Muslim El Yamany

Menulis untuk Inspirasi. Berkarya Tiada Henti

Musim Semi

berharap hangat itu sampai ke hatimu begitu juga cintaku

Another Page, Another Focus (!)

Karena kapasitas otak kita tidak bisa mengingat segalanya, maka kutipan-kutipan novel itu saya abadikan di sini. :)

To my dearest Leppy.

trees and sky; me in becoming woman.

Kisah Tanpa Henti

Tiada Cerita Yang Tak Bisa Dituliskan

capung2

Menulis Untuk Diingat

OOAworld

Movie, Photos, Writing, Stories, Videos, Animation, Drawings, Art and Travel

pensamiento amplio

berfikir luas

Cakrawala

Penataan Ruang, Kepariwisataan, Bencana, Agama, Beladiri.

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

hilangpermataku.wordpress.com

A great WordPress.com site

Kata-Kata Dicta

Kepingan Kata yang Mengharapkan Sebentuk Arti Bagimu

refriska

fabulous life

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Istanaku Harapanku

[ goresan untuk mengejar mimpi ]

duniakoe2

A great WordPress.com site

annaukhty

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

BukuHarian

Mari Berpacu Dalam Menulis

B. S. Totoraharjo

Orang Bodoh Yang Tak Kunjung Pandai

ada cerita apa hari ini?

komunitas emak-emak nge-sign kiri belok kanan

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Life For Share

Hidup lebih berarti dengan berbagi

sepotongkisah

"Mungkin mustahil langit dan bumi bersatu, karena jarak yang beribu-ribu mil terbentang raya. Tapi tampak langit mencium bumi di ujung cakrawala, Menempa arti selalu 'kan ada harapan"

lagilagi81.wordpress.com/

KEBAHAGIAAN HIDUP BUKAN SEKEDAR DARI AGAMA

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Fiazku

Kecerdasan Manusia Bodoh

This is not about me

Semua tentang Kasih

%d blogger menyukai ini: