Posts tagged ‘bapak’

My Memory

Tadi sewaktu membawa kendaraanku menuju kantor, tiba-tiba teringat kenangan 11 tahun yang lalu.

Entah kenapa tiba-tiba teringat hal itu. Itu kenangan terindah yang pernah ada dan tidak mau aku lupakan.

Saat itu, pertama kali aku merantau keluar dari Lampung. Pertama kali menetap di Jakarta dalam waktu yang lama, tanpa ada kenalan siapapun, tanpa ada orangtua yang mendampingi, tanpa ada saudara yang bisa di ajak bicara.

Beberapa bulan kemudian, aku mulai terbiasa dengan situasi di sana. Kemudian, entah bagaimana aku mengikuti sebuah perkumpulan anak muda, dan di situ lah untuk pertama kalinya aku memiliki band sendiri.  Only One Band. Itu namanya. Aku jadi senyam senyum sendiri kalau ingat hal itu.

Di sana lah gambar diri dan rasa percaya diriku terbentuk. Aku bertemu dengan orang-orang yang baik. Di sana aku mengasah kemampuan bermusik ku. Saat-saat yang paling menyenangkan adalah saat latihan musik bersama.

Sampai akhirnya O2 Band diundang untuk bermain musik di sebuah acara. Aku lupa berapa lagu yang kami mainkan, mungkin 10 lagu. Suara gegap gempita terdengar riuh. Aku masih ingat bagaimana suara sorak sorai dan tepuk tangan dari semua yang hadir. Ahk, debaran jantung itu, ada rasa puas saat melihat mereka menikmati permainan musik kami. Sungguh menyenangkan sekali.

Setelah itu, tentu kami rutin mengadakan pertemuan dan latihan band bersama. Sampai akhirnya, aku memberanikan diri mengatakan bahwa aku menciptakan beberapa buah lagu.  Sejak SMP aku suka menciptakan lagu. Lagu-lagu itu aku simpan sendiri dalam sebuah rekaman kaset. Teman2 band ternyata menyambut antusias terhadap perkataanku itu. Akhirnya kami resmi meng-aransemen lagu ciptaanku. Sedikit deg-degan saat pertama kali melihat mereka mendengarkan beberapa lagu-lagu ku. Kami mulai punya rencana untuk membuat album rekaman.

OMG, album rekaman man!!! Itu impianku sejak SMP. Aku ingin semua lagu-laguku didengarkan banyak orang. Aku ingin memiliki album rekaman sendiri. Dan saat itu, aku benar-benar bahagiaaaaa sekali. Impian itu, seperti sudah ada dalam genggamanku. Aku punya band sendiri, kami melakukan beberapa konser dan pentas. Dan sekarang, kami akan membuat rekaman album “Lagu-lagu ciptaanku”.

Tak terasa aku mengendarai motor  sudah melewati jembatan Natar. Aku benar-benar tenggelam dalam memory ku saat aku mengendarai motor pagi ini. Melewati jembatan natar, pikiranku kembali melayang pada kenangan 11 tahun yang lalu. Mungkin di motor aku senyum-senyum sendiri. Entahlah. Aku tidak peduli. Aku tidak mau melupakan masa-masa itu. Masa-masa dimana aku pernah benar-benar merasa bahagia, dimana aku tidak mengkhawatirkan apapun. Aku hidup dalam dunia yang aku sukai. Aku memiliki teman-teman yang baik, yang mau menerimaku apa adanya, yang menjagaku dari hal-hal yang tidak baik. Mereka semua benar-benar orang baik.

Akhir Desember 2006, aku harus kembali ke Lampung untuk merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluargaku di Lampung. Masih ingat bagaimana teman-teman band ku mengantarku. Aku melambaikan tangan ke mereka, dan berkata “Sampai ketemu tahun depan yaaaa…”

Ya, tahun 2006 kami mempersiapkan banyak hal. Dari latihan musik, aransemen nada, dan akhirnya rekaman di studio. Tidak henti-hentinya pikiranku memikirkan hal itu selama di travel. Aku juga tidak sabar ingin menceritakan kepada Bapak mengenai hal ini. Saat itu Bapak aku masih hidup.

Di keluarga, aku hanya terbuka terhadap bapak. Aku bisa bebas menceritakan apapun, baik tentang pria, pekerjaan, dan lain-lain. Aku selalu curhat ke bapak. Dan aku ingin memberikan kabar bahagia ini kepada bapak sebagai surprise, bahwa akhirnya aku bisa rekaman di studio, dan amazing nya lagu-lagu ku lah yang di nyanyi kan.

Tapi, kenangan tinggal kenangan… Tanggal 6 Januari 2007  Bapak meninggal dunia. Masih ingat, ketika selesai pemakaman, keluarga berkumpul dan memintaku untuk pindah dari Jakarta dan stay di Lampung untuk menemani mama. Aku hanya bisa terdiam, terpekur menatap tikar tempat alas duduk kami. Tikar itu berwarna merah, sebagian sulaman nya sudah koyak di tengah.

Di kamar, aku hanya bisa menangis sendiri. Bagaimana dengan impianku? Bagaimana dengan Only One Band? Bagaimana dengan lagu-lagu ku? Kami sudah latihan, kami sudah menghabiskan waktu dan energi untuk aransemen, dan tinggal sedikit lagi akhirnya kami masuk studio rekaman. Sedikit lagi!

Akhirnya dengan berat hati aku memutuskan pindah dari Jakarta. Teman-teman bandku pun tidak bisa berkata apa-apa lagi. Januari 2007 aku kembali ke Jakarta utk mengambil semua barang2 ku. Aku sudah mengajukan resign dari kantor. Hari terakhir aku di Jakarta, saat itu…. Tim Only One Band berkumpul. Di situ aku mengatakan kabar buruk bahwa aku harus pindah dari Lampung. Selama beberapa lama, kami terdiam. Suasana hening. Benar-benar tidak ada yang berkomentar. Aku tidak menangis. Tidak ada yang menangis. Aku memang tidak bisa menangis di depan orang. Ketika bapak meninggal, aku juga tidak menangis di depan para pelayat. Tetapi di kamar, aku menangis sendirian. Aku ini aneh ya…

Pikiranku kembali ke dunia yang sesungguhnya saat motorku mulai memasuki area perkantoran. Kenangan itu, aku tidak mau melupakannya. Moment paling bahagia dalam hidupku. Di sanalah gambar diri dan rasa percaya diriku terbentuk.

Sewaktu kecil, aku termasuk anak yang pendiam, pemurung, dan tidak memiliki banyak teman. Sewaktu SD, ketika jam istirahat berbunyi, dimana anak-anak lain berlarian main keluar halaman, aku malah lari ke dalam toilet dan bersembunyi disana. Ketika SMP, aku lebih suka menghabiskan waktuku di kamar sambil bermain gitar, dan mulai lah aku menciptakan beberapa buah lagu. Ketika SMA, aku tetap seorang gadis pendiam yang tidak memiliki banyak teman, bahkan sekalipun saat itu aku ikut dalam OSIS, tapi aku tetap dikenal sebagai gadis pendiam. Saat kuliah pun, demikian. Aku beruntung memiliki sedikit kecerdasan. Walau mungkin ada beberapa orang yang mendekatiku dan berteman denganku hnya krn kecerdasanku, rata-rata mereka hanya ingin mencontek jawabanku. Aku mengira, bahwa orang2 mendekatiku karena mereka menginginkan sesuatu.

Tetapi ketika aku berada di Jakarta, bertemu dengan orang-orang baik. Mereka berteman denganku bukan karena mereka hanya ingin memanfaatkanku saja. Mereka benar-benar menjadi teman dan saudara yang melindungi. Mereka lah yang membantuku mengubah pola pikirku, sehingga saat ini aku bisa hidup seperti ini.  Kenangan itu, aku tidak ingin melupakannya. Walau akhir kisah dari kenangan itu tetaplah sebuah perpisahan, tapi aku beruntung Tuhan memberiku kesempatan utk merasakan moment bahagia itu. Terimakasih kepada Tuhan Yang Esa, yang menciptakan langit dan bumi. Terimakasih untuk semuanya.

 

Berbuat Baiklah Selagi Kita Bisa!

Kadang ada saat-saat tertentu dimana aku begitu merindukannya dan ingin sekali berteriak memanggil namanya. Dan aku tau, sia-sia memanggilnya sekeras apapun suaraku, karena dia tidak mungkin mendengarku lagi.

Kadang aku berusaha menepis semua kesedihan di hati, menepis semua pikiran-pikiran negative yang muncul, berusaha untuk tetap bergairah dan bersemangat… Namun pada saat-saat tertentu… yah, hanya pada saat-saat tertentu… aku merasa begitu lemah, lunglai dan tak bertenaga.

Aku kira semua orang pasti pernah mengalaminya. Saat-saat dimana kita merasa down dan ingin sekali menangis sekencang-kencangnya. Entah itu yang dinamakan terlalu mendramatisir perasaan atau terlalu lebai… tapi itulah yang terjadi.

Seperti biasa, setiap satu minggu sekali aku pasti selalu pulang ke rumahku di kota. Perjalanan yang aku tempuh bisa mencapai lebih dari 100 kilo dengan menggunakan motor kesayanganku. Biasanya aku pulang melewati daerah Tanjung Bintang… tetapi khusus hari sabtu kemarin aku pulang melewati daerah kota Metro. Perjalanan melewati kota Metro bisa mencapai 1,5 kali lipat dari rute perjalananku yang biasanya.

Saat melewati kota Metro, tiba-tiba aku teringat dengan alm.bapak… aku melewati kota metro tidak begitu kencang… kecepatan standart… kadang kecepatanku 80km/jam dan kadang 60km/jam. Selama perjalanan aku merenungkan… jalan-jalan inilah yang dulu sering dilalui bapak. Entah mengapa selama perjalanan dari Metro menuju ke rumah wajah bapak terus bermain-main di bola mataku. I really miss him… really… so much…

Saat pulang ke rumah, aku duduk di ruang santai di depan tv. Aku kembali teringat kejadian saat-saat terakhir bapak masih hidup. Lagi dan lagi…  Aku seperti berada di rumah sakit, melihat diriku berteriak histeris, memanggil nama Tuhan, dan harus di tenangkan oleh para perawat. Aku seperti mendengar suara salah seorang kenalanku berkata-kata saat pertama kali aku diberitahu bahwa bapak telah pergi.  Lagi… dan lagi… Aku seperti melihat diriku sendiri ada di antara kerumunan para pelayat… dan aku hanya bisa duduk terdiam di samping peti jenazah. Aku tidak menangis, aku hanya diam terpekur mendengar jeritan tangis dari mama di sampingku sambil menatap wajah kaku bapak di dalam peti. Tidak ada air mata yang keluar dari mataku saat itu… tidak setetespun.

Sampai saat terakhir peti jenazah itu akan di tutup… saat itu tangisku baru meledak… dan aku masih ingat saat aku mengacungkan jari telunjukku. “Satu menit lagi… beri aku satu menit lagi dan biarkan aku melihat wajah bapak untuk yang terakhir kalinya… Hanya satu menit saja… ” Aku memohon kepada orang-orang yang akan menutup peti itu. Aku berusaha melihat bapak tanpa berkedip, satu menit yang tak terlupakan, kemudian aku mengecup keningnya untuk yang terakhir kalinya, dan akhirnya aku berpaling, mundur, saat peti itu di tutup.

Mengapa aku harus menulis semua ini? Bukankah sudah aku katakan bahwa semua orang punya kisahnya masing-masing? Punya kesedihan masing-masing? Aku sendiri tidak mengerti mengapa aku harus menulis semua ini di blog ini… entah apakah untuk mencari simpati dan perhatian dari pembaca, atau untuk kepuasan diriku sendiri. Entahlah…

Seringkali kita baru menyadari arti dari menyayangi seseorang saat kita kehilangan orang tersebut. Begitu juga dengan cinta… Banyak orang baru sadar mencintai seorang wanita atau pria saat mereka telah pergi. Bukan hanya cinta sepasang kekasih saja, tetapi juga bagaimana kita melakukan yang terbaik untuk orang-orang yang kita sayangi.

Kadang saat seseorang telah pergi, kita menyesal karena belum sempat melakukan ini atau itu, belum sempat membahagiakannya… yang tersisa hanya sebuah penyesalan yang sia-sia. Itu kah yang kita inginkan? Tentu saja tidak.

Oleh sebab itu, jangan sia-siakan waktu yang ada.  Berbuat baiklah selagi kita bisa melakukannya. Senangkan hati orang-orang yang mengasihi kita dan yang kita kasihi… bahagiakan mereka dengan sikap kita. Agar suatu hari kelak, saat mereka pergi, tidak ada kata penyesalan yang tersisa.

FAUZI PRESIDENT HAMIKU

SUPPORT RIZKY FAUZI SUCCESS with SHARE IT | Setelah DIBACA timbal baliknya harus di-SHARE soalnya gak gratis...

Ardiantoyugo

Night Riding Without Seeing

Memorabilia

Catatan anak rantau dalam menggapai Impian, Cita-cita, dan Cinta

Timbangan Digital Timbangan Digital

DUNIA TIMBANGAN : 081280780615 / 081291999252 / 08788379511, Timbangan Digital,Timbangan Duduk Digital,Timbangan Duduk,Timbangan Mekanik,Timbangan Salter,Timbangan Duduk Manual,Timbangan Manual,Harga Timbangan,Timbangan Jarum,Timbangan Gantung,Timbangan Analytical,Timbangan Lantai,Timbangan Emas,Timbangan Sapi,Timbangan Gramasi,Timbangan Digital Portable,Timbangan Digital Gantung,Timbangan Cahaya Adil,Harga Timbangan Digital,Timbangan Digital Nagata,Timbangan Nagata,Timbangan Digital Matrix,Timbangan Adam,Timbangan Duduk Jarum,Batu Timbangan,Timbangan Water proof,Timbangan Gantung Jarum,Timbangan Counting,Timbangan Buah,Timbangan Lab,Timbangan Analitik,Timbangan Allegra,Harga Timbangan Duduk,Harga Timbangan Mekanik,Batu Timbangan,Timbangan Chq,Timbangan Water Proof,Timbangan Manual,Timbangan Laundry,Timbangan Quattro,Timbangan ,Timbangan Barang,Jual Timbangan,Timbangan Gantung Digital,Timbangan Gantung,Harga Timbangan,Harga Timbangan Analitik,Harga Timbangan Buah Digital,Harga Timbangan Gantung Manual,Timbangan Gantung,Harga Timbangan Duduk,Harga Timbangan Duduk Digital,Timbangan Barang,Timbangan Gantung Manual,Timbangan,Harga Timbangan,Jual Timbangan Digital

Rizqi Fahma on Wordpress

Think Something, Write Something, Do Something

Agung Pramudyanto

Penulis (sosial politik budaya)

Tech News Blog

Tech news & Rumor

eenendangsarielmuhyiblog

من جدّ وجد

lyzaulmilfa

semoga bermanfaat bagi semua

Catatan si 123154

Aku bukan orang yang hebat, tapi aku mau belajar dari orang hebat; aku orang biasa, tapi aku mau menjadi orang yang luar biasa; dan aku bukanlah orang yang istimewa, tapi aku mau berusaha menjadi yang teristimewa^.^)

dwi sakethi

#inyong-mikir-lo-ya

my simple little things

Mari Berpacu Dalam Menulis

Pakelir3

Generasi Pencinta Seni

dytautami

sekedar cerita

bcrita.com

Bercerita Mengenai Informasi dan Inspirasi Terkini

Beaded jewelry

beaded jewelry

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Muslim El Yamany

Menulis untuk Inspirasi. Berkarya Tiada Henti

Musim Semi

berharap hangat itu sampai ke hatimu begitu juga cintaku

Another Page, Another Focus (!)

Karena kapasitas otak kita tidak bisa mengingat segalanya, maka kutipan-kutipan novel itu saya abadikan di sini. :)

To my dearest Leppy.

trees and sky; me in becoming woman.

Afreya Leisa

Coretan Kisah Anak Manusia

capung2

Menulis Untuk Diingat

OOAworld

Movie, Photos, Writing, Stories, Videos, Animation, Drawings, Art and Travel

pensamiento amplio

berfikir luas

Cakrawala

Penataan Ruang, Kepariwisataan, Bencana, Agama, Beladiri.

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

hilangpermataku.wordpress.com

A great WordPress.com site

Kata-Kata Dicta

Kepingan Kata yang Mengharapkan Sebentuk Arti Bagimu

refriska

fabulous life

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Istanaku Harapanku

[ goresan untuk mengejar mimpi ]

duniakoe2

A great WordPress.com site

annaukhty

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

BukuHarian

Mari Berpacu Dalam Menulis

B. S. Totoraharjo

Orang Bodoh Yang Tak Kunjung Pandai

ada cerita apa hari ini?

komunitas emak-emak nge-sign kiri belok kanan

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Life For Share

Hidup lebih berarti dengan berbagi

sepotongkisah

"Mungkin mustahil langit dan bumi bersatu, karena jarak yang beribu-ribu mil terbentang raya. Tapi tampak langit mencium bumi di ujung cakrawala, Menempa arti selalu 'kan ada harapan"

lagilagi81.wordpress.com/

KEBAHAGIAAN HIDUP BUKAN SEKEDAR DARI AGAMA

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Fiazku

Kecerdasan Manusia Bodoh

This is not about me

Semua tentang Kasih

%d blogger menyukai ini: